Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Negara Muslim Tuntut PBB Perangi Islamophobia

E-mail Cetak PDF

JENEWA (Berita SuaraMedia) – Negara-negara Muslim mengatakan pada Rabu (16/6) bahwa apa yang mereka sebut dengan "Islamophobia" mulai meluas di negara-negara Barat dan media negara-negara Muslim tersebut menuntut bahwa PBB harus mengambil tindakan yang lebih kuat dalam melawan Islamophobia.

Para Delegasi dari negara-negara Islam, termasuk Pakistan dan Mesir, mengatakan pada Dewan Hak Azazi Manusia PBB bahwa perlakuan Muslim di negara-negara Barat sama dengan rasisme dan diskriminasi dan harus dilawan.

"Bentuk dari rasisme orang-orang yang berwajah asli Arab, diskriminasi ras, xenophobia dan bentuk-bentuk yang berhubungan dengan ketidaktoleransian dan pengalaman diskriminasi dan marginalisasi," seorang delegasi Mesir mengatakan, berdasarkan sebuah ringkasan PBB.

Dan Pakistan, berbicara untuk Konferensi Organisasi Islam (Organization of the Islamic Conference - OIC) dengan anggota 57 negara, mengatakan bahwa penyelidik khusus dewan dalam kebebasan beragama seharusnya melihat ke dalam rasisme semacam itu "terutama di masyarakat Barat".

Bertindak untuk OIC, Pakistan telah memberikan sebuah resolusi pada dewan dan memerintahkan penyelidik khusus kebebasan beragama "untuk bekerja dengan dengan teliti dengan organisasi-organisasi media massa untuk meyakinkan bahwa mereka menciptakan dan memajukan sebuah atmosfir penghormatan dan toleransi untuk keanekaragaman agama dan budaya."

OIC – dan aliansinya di dewan 47 negara termasuk Rusia, China dan Kuba – julukan kritik dari budaya Muslim dan penghubungan terorisme dilaksanakan di bawah slogan pernyataan Islamisme sebagai "Islamophobia" yang memeprmalukan semua Muslim.

Para Diplomat mengatakan, yang juga mengatakan kepada penyelidik untuk membuat rekomendasi kepada Dewan Hak Azazi Manusia tentang bagaimana kritik pedasnya mungkin dapat diimplementasikan, terikat untuk diberikan  kepada mayoritas OIC dan aliansinya di dalam lembaga tersebut.

Negara-negara dari mayoritas kelompok tersebut, yang juga termasuk India dan Brazil, meyakinkan bahwa anggotanya dan teman-teman dari luar dewan – seperti Sri Lanka dan Iran – dilindungi dari kritik serius catatan hak-hak azazi mereka.

Kelompok tersebut meyakinkan bahwa semangat dewan sebagian besar ditujukan pada Israel atas pendudukannya di daerah Palestina dan perlakuan orang-orang yang hidup di sana sebagaimana pemblokadean Israel di daerah yang diperintah Hamas, Gaza.

Pada Selasa lalu, setelah berjam-jam berselisih, kelompok tersebut mengijinkan sebuah pernyataan untuk dibacakan kepada dewan Norwegia atas nama 56 anggota negara PBB dengan tegas mengkritik Iran atas perlakuan pembangkangan.

Namun walaupun pernyataan tersebut dielu-elukan oleh duta AS Eileen Chamberlain Donahoe sebagai sebuah kemenangan bagi orang-orang Iran, para diplomat mencatat bahwa hanya lebih dari seperempat negara anggota PBB yang mendukungnya, diantaranya hanya 14 negara dalam dewan tersebut yang mendukung.

Para aktivis Hak Azazi Manusia yang diijinkan untuk berbicara pada badan tersebut jika organisasi mereka terakreditasikan oleh PBB mengatakan bahwa pernyataan – yang dirancang sebagian besar oleh PBB – adalah pengganti terbaik yang tersedia untuk sebuah resolusi normal.

"Kelompok Barat mengetahui bahwa masalah ini tidak pernah bisa mendapatkan sebuah resolusi yang diterima dalam dewan tersebut, dan inilah satu-satunya jalan dimana mereka harus melawan balik," Roy Brown mengatakan, kepala perwakilan Persatuan Humanis dan Ethik Internasional.

Brown mengatakan jalan keluar kemungkinan ditutup dalam sebuah kajian ulang aktivitas dewan yang akan datang karena dewan tersebut diluncurkan pada 2006 untuk menggantikan dewan pendahulunya yang dinyatakan diskredit. (ppt/iol/aby) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon