Geert Wilders mengatakan pada kantor berita The Associated Press dalam sebuah wawancara di hari Kamis (15/7) bahwa dia akan meluncurkan gerakan itu akhir tahun ini, awalnya di negara-negara berikut: AS, Kanada, Inggris, Perancis, dan Jerman.
"Pesan 'hentikan Islam, bela kebebasan,' adalah pesan yang tidak hanya penting bagi Belanda tapi juga bagi seluruh dunia Barat," ujar Wilders di parlemen Belanda.
Di antara beberapa tujuan kelompok itu adalah melarang imigrasi dari negara-negara Islam ke Barat dan melarang hukum Syariah Islam. Dimulai sebagai gerakan akar rumput, dia berharap pada akhirnya kelompok itu akan memiliki anggota parlemennya sendiri atau mempengaruhi legislator lainnya.
Ayhan Tonca, juru bicara Muslim Belanda, mengatakan dirinya takut pesan Wilders akan diterima di sebagian Eropa, di mana sentimen anti-Islam berkembang selama beberapa tahun.
"Selama perekonomian memburuk, banyak orang yang akan selalu membutuhkan kambing hitam," ujar Tonca. "Saat ini, sasarannya adalah kaum Muslim di Eropa Barat."
Terkenal dengan rambutnya yang dicat pirang, Wilders adalah politisi yang telah memenangkan banyak penghargaan di Belanda untuk kemampuan debatnya dan pembelaannya pada kaum gay dan hak-hak wanita.
Tapi dia menjadi terkenal di tingkat lokal dan internasional dengan retorika anti-Islamnya yang kemudiannya membuatnya didakwa di bawah undang-undang pidato anti-kebencian dan dilarang mengunjungi Inggris, sampai sebuah pengadilan di negara itu memerintahkan agar dia diijinkan masuk ke negara Ratu Elizabeth tersebut.
Dia mengatakan berharap menempatkan aliansi itu di antara partai konservatif tradisional dan kelompok sayap kanan ekstrim, mengatakan bahwa di Inggris ada kesenjangan besar antara Partai Konservatif penguasa dan Partai Nasional Inggris (BNP) ekstrim kanan.
"BNP adalah partai yang menurut saya rasis," ujar Wilders.
Wilders, yang menyebut Islam sebagai agama fasis, mengalami peningkatan dukungan di Belanda dalam beberapa tahun belakangan ini, bahkan ketika dia berada di bawah pengawalan ketat setelah mendapat ancaman pembunuhan.
Partai Kebebasan-nya memenangkan banyak suara dalam pemilu nasional bulan lalu, meraih posisi ketiga dengan 24 kursi di parlemen beranggotakan 150 orang itu, meningkat dari posisi kesembilan dalam pemilu sebelumnya.
Namun, partai-partai utama tidak akan membentuk koalisi dengan Wilders, meninggalkannya di pinggir perpolitikan Belanda untuk parlemen periode mendatang.
Wilders akan diadili pada Oktober mendatang dengan tuduhan pidato kebencian yang berasal dari film pendek miliknya "Fitna", yang mengecam Al-Qur'an sebagai kitab fasis yang menginspirasi terorisme. Film itu membangkitkan protes anti-Belanda di seluruh dunia Muslim, dan dia dicekal masuk Inggris selama beberapa bulan.
Tapi dia tidak menyerah dan mengatakan sekarang ingin membawa pesannya ke luar Belanda.
"Perjuangan untuk kebebasan dan melawan Islamisasi seperti yang saya lihat adalah sebuah fenomena dan masalah dunia yang harus dipecahkan," ujarnya.
Wilders menolak untuk menyebutkan pendiri lain dari organisasi yang dia sebut Geert Wilders International Freeom Alliance itu. Dia mengatakan akan berpidato di lima negara di mana aliansi itu akan diluncurkan untuk pertama kali dalam beberapa bulan mendatang guna menggalang dukungan. (rin/gg) www.suaramedia.com
- "Toilet Bergaya Muslim" Hebohkan Mall Inggris
- Hapus Laman Islami, Facebook Terancam Ditinggalkan Jutaan Muslim
- Organisasi Islam AS Gelar Survey Masjid Paling Lengkap
- Sosialis India "Minta Maaf" Atas Tragedi Masjid Babri
- Tinjau Ulang UU Terorisme, Inggris Disambut Umat Muslim














