Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Tuduhan Palsu Atas Islam Expo Bikin Jera Editor Yahudi

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Pada 15 Juli 2008, website Spectator mempublikasikan sebuah artikel oleh Stephen Pollard – seorang editor dari Jewish Chronicle – bertajuk "Demos and Genocide". Artikel tersebut dengan tidak adil dan palsu merujuk pada Islam Expo sebagai sebuah organisasi rasis, fasis dan bersifat genosida.

Seperti yang yang sudah dikenal baik, tuan rumah pameran yang menjajaki sebuah jangkauan luas dari masalah-masalah yang berhubungan dengan Islam dan Muslim dan yang berusaha tidak hanya untuk  mendidik para pengunjung tentang aspek-aspek positif dan progresif agama damai tersebut, namun juga untuk menyediakan sebuah pandangan netral dan inklusif yang mana orang-orang dari semua ras, agama, dan sudut pandang dapat berkumpul untuk membahas topik-topik yang berhubungan dengan Islam tanpa merasa takut akan pembalasan atau pembatasan.

Direktur atau penyelenggara Islam Expo telah bekerja, dan melanjutkan bekerja dengan keras untuk mendirikan sebuah reputasi yang bagus untuk menyediakan sebuah tempat di mana orang-orang dapat menghadiri acara tersebut dan berdebat secara terbuka, membangun sebuah pemahaman dan saling toleransi. Acara tersebut juga dihadiri sebuah jangkauan luas akademisi, politisi, dan jurnalis ternama.

Oleh karena itu, dapat dibenarkan jika artikel Pollard membuat penyelenggara Islam Expo merasa marah dan terkejut jika acara tersebut dirujuk dengan cara yang telah ditulis dalam artikel tersebut. Baik Pollard maupun Spectator sendiri menyetujui permintaan awal penyelenggara untuk sebuah permintaan maaf, dan penyelenggara sendiri tidak memiliki pilihan lain selain mencari pembuktian tidak bersalah melalui perkara hukum.

Penyelenggara acara tesebut berkenan untuk mengabarkan bahwa Spectator dan Pollard sekarang menyetujui untuk mempublikasikan sebuah permintaan maaf di website Spectator yang menuliskan:

"Islam Expo: Stephen Pollard dan Spectator meminta maaf untuk usulan yang tidak disengaja dan palsu tersebut pada sebuah blog yang diterbitkan 15 Juli 2008 bahwa perusahaan Islam Expo Limited adalah sebuah partai fasis yang didedikasikan untuk genosida yang menyelenggarakan sebuah konferensi dengan sebuah program rasis dan bersifat genosida. Kami menerima bahwa tujuan Islam Expo adalah untuk menyediakan sebuah pandangan netral dan dasar yang luas untuk memperdebatkan masalah-masalah yang berhubungan dengan Muslim dan Islam."

Permintaan maaf tersebut muncul pada laman depan website Spectator:

Lagi pula, Spectator dan Pollard telah berjanji untuk tidak akan pernah mengulang tuduhan semacam itu lagi dan setuju untuk membayar kerusakan, memberikan kompensasi kepada penyelenggara atas kerugian dan kerusakan yang telah disebabkan bagi reputasi penyelenggara oleh artikel tersebut. Mereka juga setuju untuk membayar biaya hukum yang telah dikeluarkan penyelenggara.

Tindakan hukum pada awalnya bukanlah pilihan yang seharusnya dipilih oleh penyelenggara, malahan, penyelenggara memilih untuk menghadapi siapa saja dengan dasar terbuka dan bersahabat. Bagaimanapun juga, ketika tuduhan palsu dan serius yang dipublikasikan, yang berusaha untuk mendikreditkan dan merusak reputasi Islam Expo, dan penerbit menolak untuk meminta maaf, maka penyelenggara tidak memiliki pilihan lain selain mengambil tindakan hukum. Pihak penyelenggara merasa senang dengan hasil akhir dalam masalah tersebut.

Perusahaan Islam expo berharap di masa mendatang, pihak ketiga yang bermaksud untuk menulis tentang perusahaan tersebut akan hadir di acara-acara yang lain yang masih tetap terbuka dan menyambut dengan baik semua orang, dan objektif dalam komentar-komentar mereka. (ppt/iw) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon