Wilders mengatakan bahwa kebudayaan Barat yang berdasar pada agama Kristen, Yahudi, dan Humanisme, lebih baik daripada "kebudayaan Islam yang terbelakang". "Berat untuk mengatakannya, tapi itu benar," ujar Wilders. "Kita harus mempertahankan siapa diri kita dan menyingkirkan relativisme kebudayaan ini karena pada akhirnya ini akan membunuh kita."
"Terbelakang" adalah sebuah istilah yang sangat menghina tapi Wilders tidak peduli jika ada orang yang merasa terhina. "Tujuanku bukan untuk menghina orang. Kita tidak akan ada masalah dengan kaum Muslim jika orang-orang berperilaku menurut hukum kita," ujarnya.
Wilders mengaku tidak punya masalah dengan kaum Muslim dan bahkan mengakui fakta bahwa mayoritas Muslim di dunia Barat, dan tentu saja di Belanda, adalah orang-orang yang taat hukum. "Meski demikian, semakin Islam masuk ke dalam masyarakat kita yang bebas ini, semakin kebudayaan Islam akan menjadi dominan dan semakin sedikit kebebasan yang akan kita dapatkan."
"Tentu saja kita harus punya argumen dan aku punya banyak argumen, banyak fakta. Sangat sulit untuk menjelaskan pada orang-orang bahwa Islam bukan hanya salah satu agama biasa. Ia tidak bisa dibandingkan dengan Kristen. Ia adalah ideologi kekerasan seperti komunisme dan fasisme dan kita harus menanganinya seperti itu. Jika tidak, pada akhirnya, Islam akan memangsa kita," ujar Wilders.
Ada beberapa poin menarik dari acara itu:
Pertama, Wilders mengatakan dirinya menentang semua imigrasi dari negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Kristen dan Yahudi.
Kedua, Fatima Lamkarat, seorang pekerja sosial, berkata mengenai dukungan Belanda terhadap Wilders, "Tak peduli apa yang kau lakukan, itu tidak pernah cukup. Kau menjadi muak dengan perasaan itu. Karena pesan yang diberikan Belanda pada kaum imigran adalah kau harus mempelajari bahasanya, kau harus mendapat pendidikan, kau harus punya pekerjaan. Nah, saya melakukan semua itu dan tetap saja mereka mengatakan saya tidak berhak ada di sini."
Ketiga, meskipun itu bisa menjadikannya sebagai pahlawan politik, membawa tuntutan kriminal untuk pidato kebencian akan menimbulkan masalah bagi rencana Wilders untuk perang salib tingkat dunia.
Bulan Juli lalu, Wilders membentuk aliansi internasional untuk menyebarkan pesannya ke seluruh Barat dalam upaya untuk melarang imigrasi dari negara-negara Islam, di antara beberapa tujuan lainnya. Dia akan meluncurkan gerakan itu akhir tahun ini, awalnya di negara-negara berikut: AS, Kanada, Inggris, Perancis, dan Jerman.
"Pesan 'hentikan Islam, bela kebebasan,' adalah pesan yang tidak hanya penting bagi Belanda tapi juga bagi seluruh dunia Barat," ujar Wilders di parlemen Belanda.
Di antara beberapa tujuan kelompok itu adalah melarang imigrasi dari negara-negara Islam ke Barat dan melarang hukum Syariah Islam. Dimulai sebagai gerakan akar rumput, dia berharap pada akhirnya kelompok itu akan memiliki anggota parlemennya sendiri atau mempengaruhi legislator lainnya.
Ayhan Tonca, juru bicara Muslim Belanda, mengatakan dirinya takut pesan Wilders akan diterima di sebagian Eropa, di mana sentimen anti-Islam berkembang selama beberapa tahun. (rin/ie/sm) www.suaramedia.com
- Perdebatan Pusat Islam NY Bantu Bentuk Karakter Muslim AS
- Pembatalan Penunjukan Da'I Kepolisian Illinois Dirahasiakan
- Diskriminasi Pekerja Muslim di Pabrik Pengepakan Daging
- Menteri Denmark Buka Mulut Soal Penutupan Masjid
- Dilema Penggunaan Bahasa Dalam Peribadatan Muslim di Rusia















