"Ini adalah urusan polisi jadi orangtua para pemuda itu harus mengambil tanggung jawab. Mereka melakukan sesuatu yang ilegal. Mereka mengganggu penduduk lain, tapi mereka juga menghancurkan keluarga mereka sendiri, yang mungkin terancam untuk diusir," ujar Benedikte Kiaer.
Kiaer turut campur dalam masalah itu setelah mendesak Partai Rakyat Denmark, yang dipimpin oleh ketua komite urusan sosial parlemen, Martin Henriksen. Henriksen menginginkan respon dari menteri sosial, menteri integrasi, dan menteri kehakiman.
Kasus itu adalah tentang sebuah ruangan di bawah bar setempat di lingkungan sekitar Ringparken dan Nordbyen di Slagelse, yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai tempat asosiasi tapi kadang-kadang juga digunakan untuk tempat sholat. Cabang lokal dari asosiasi penduduk mengira bahwa pengunjung bar membuat keributan dan menimbulkan masalah.
Mereka meminta dewan asosiasi penduduk untuk mengirimkan surat ke warga, yang meminta agar ruang sholat itu ditutup. Surat itu tampaknya menjadi alasan dilakukannya pelemparan batu dan pembakaran di area tersebut pada akhir pekan lalu.
Minggu (29/8) malam waktu setempat masih ada keributan di wilayah itu tapi penduduk setempat dan kehadiran polisi mendatangkan ketenangan.
Wakil inspektur polisi di kepolisian Slagelse, Jan Schmidt, mengatakan adanya keraguan tentang keamanan terhadap api di ruangan itu. Tapi dia mengatakan bahwa surat yang dikirimkan oleh dewan cabang lokal mungkin menjadi penyebab kerusuhan di area tersebut.
"Itu mungkin alasan untuk semua ini," ujar Schmidt.
"Beberapa anak muda sangat impulsif dan beberapa dari mereka juga agresif sehingga mereka bertindak sedikit terburu-buru dan itu disayangkan karena bukan cara yang tepat untuk merespon," ujarnya.
Bulan September tahun lalu, Partai Rakyat Denmark ekstrim kanan meluncurkan sebuah kampanye media melawan pembangunan sebuah Masjid, setelah dewan kota Kopenhagen menyetujui proyek tersebut.
Iklan satu halaman penuh yang dipublikasikan di beberapa surat kabar mengklaim bahwa sebagian dari dana untuk Masjid baru itu akan berasal dari "rezim teror di Iran," sementara proyek Masjid kedua akan didanai oleh Arab Saudi.
Iklan itu menampilkan gambar Masjid Biru di Istanbul dan montase foto dua pedang di atas kubah Masjid.
Masjid baru Kopenhagen itu akan dibangun oleh komunitas Muslim kota tersebut di lokasi bekas pabrik.
Sebuah kubah biru setinggi 24 meter akan menaungi tempat sholat seluas 2,000 meter persegi, diapit oleh dua menara setinggi 32 meter, di barat laut Kopenhagen.
Tapi tidak akan ada kumandang adzan dari menara itu dengan tujuan agar tidak mengganggu lingkungan kelas pekerja di sekitarnya.
Masjid yang didanai melalui sumbangan pribadi itu membutuhkan biaya pembangunan sekitar 40-50 juta kroner (7.9 juta dolar).
Kaum Muslim di Denmark berjumlah 200,000 jiwa atau 3.5% dari total penduduk dan merupakan komunitas relijius terbesar kedua di negara itu setelah Gereja Lutheran. (rin/ie/aby) www.suaramedia.com
- Pekerja Keras, Komedian Muslim Pertama Raih Penghargaan Inggris
- Tak Realistis, Serial Cleopatra Ramadhan Menuai Kritik
- Perdebatan Pusat Islam NY Bantu Bentuk Karakter Muslim AS
- Pembatalan Penunjukan Da'I Kepolisian Illinois Dirahasiakan
- Diskriminasi Pekerja Muslim di Pabrik Pengepakan Daging















