Kifah Mustapha, seorang imam di area Chicago, diangkat sebagai Dai pada bulan Desember. Penunjukkannya dibatalkan beberapa bulan kemudian dengan penjelasan yang sedikit.
Gugatan hukum itu menuduh pihak Kepolisian telah digoyahkan oleh Investigative Project on Terrorism (IPT)di Washington yang mengklaim bahwa Mustapha adalah "penggalang dana radikal".
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Chicago mengajukan gugatan itu pada hari Senin (30/8) di pengadilan federal, menuduh adanya diskriminasi relijius dan rasial. Mustapha adalah warga Libanon keturunan Palestina.
IPT menuduh Mustapha terkait dengan Komite Palestina dari Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan terkenal di dunia Muslim yang menyarankan pembentukan pemerintahan Islam di Timur Tengah. Mustapha juga diduga mengumpulkan uang untuk Holy Land Foundation, sebuah yayasan amal Islam yang para pendirinya dipenjara tahun lalu karena menyalurkan uang ke Hamas. Mustapha sendiri belum dituntut dengan tindak kejahatan apapun.
Menurut pernyataan dari Kepolisian Negara Bagian Illinois, setelah Mustapha menjalani pelatihan di bulan Desember dan diberi identifikasi negara bagian serta rompi anti peluru, diketahui bahwa dia belum menjalani pemeriksaan latar belakang yang dibutuhkan untuk mendapatkan posisi relawan itu.
Penunjukan Mustapha dibatalkan pada hari Jumat (27/8), tapi tindakan itu dirahasiakan dari masyarakat umum sampai hari Selasa (31/8) setelah penyelidikan media.
"Berkat informasi yang diungkapkan dalam penyelidikan latar belakang, penunjukan Sheikh Kifah Mustapha sebagai pemimbing rohani agama Islam sukarela ISP Chaplain telah ditolak," ujar juru bicara ISP, Master Sersan Isaiah Vega. "Detail spesifik dari penyelidikan latar belakang adalah rahasia dan tidak boleh dibahas."
Vega menolak untuk mengatakan apakah ada hubungan antara tuduhan lembaga pemikir tersebut dan pemecatan Mustapha.
Tapi CAIR Chicago yang mewakili Mustapha mengatakan bahwa sang imam diberitahu itulah alasan mengapa penunjukannya ditangguhkan.
Ahmed Rehab, direktur eksekutif di Chicago, menyebutnya sebagai diskriminasi terhadap kaum Muslim, terutama karena Mustapha belum secara resmi ditahan.
Steve Emerson, direktur eksekutif ISP, pada hari Rabu membela laporan asli kelompoknya. Dia mengatakan bahwa ISP hanya mempublikasikan konten yang mengaitkan Mustapha dengan mengumpulkan dana untuk teroris.
Dia mengatakan bahwa kelompoknya terdorong untuk menyelidiki setelah berita penunjukan itu dipublikasikan do situs web Masjid Foundation di Bridgeview, salah satu Masjid tertua dan terbesar di Chicago. Mustapha adalah imam dan direktur di Masjid tersebut. (rin/etn/hp) www.suaramedia.com
- Proyek Berhasil, Burger Halal Segera Menjamur di Perancis
- Merokok, Tahanan Muslim Kehilangan Hak Ramadhannya
- Pekerja Keras, Komedian Muslim Pertama Raih Penghargaan Inggris
- Tak Realistis, Serial Cleopatra Ramadhan Menuai Kritik
- Perdebatan Pusat Islam NY Bantu Bentuk Karakter Muslim AS














