Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Merokok, Tahanan Muslim Kehilangan Hak Ramadhannya

E-mail Cetak PDF

BRUSSEL (Berita SuaraMedia) – Insiden yang lain di sebuah penjara Limburg. Seorang tahanan bernama Jamal El Khaoui, 20 tahun, alias "Little Pirate", melawan sipir di penjara remaja di Tongeren, membuatnya menjadi tidak berdaya karena menolak bekerja selama enam minggu.

"Ini adalah saatnya bahwa manajemen menghentikan kebijakan yang terlalu memanjakan para tahanan. Kami menuntut bahwa para tahanan yang angresif mendapatkan sanksi yang lebih berat," personil penjara tersebut mengatakan.

"Kejadian tersebut terjadi pada sore hari," seorang kolega sipir penjara yang dilawan tersebut, mengatakan. "Salah satu dari sipir penjara kami menangkap El Khaoui, yang berada di tengah-tengah Ramadhan, merokok. Namun peraturan di penjara kami adalah siapapun yang merokok selama Ramadhan, maka Ramadhan dengan segera berakhir untuknya."

Para tahanan tidak bisa tahan dengan peraturan penjara tersebut. Sedikitnya lima sipir penjara berusaha untuk menjaga agar tahanan tersebut dapat dikendalikan, namun bahkan tidak berhasil. Tahanan tersebut berusaha untuk meraih sebuah kursi yang mana dengan kursi tersebut ia memukul jatuh seorang sipir penjara. Di rumah sakit, ternyata sipir tersebut menderita beberapa memar parah di tulang rusuknya, dan tidak akan mampu bekerja selama 4-6 minggu.

El Khaoui bukanlah seorang anak kecil. "Little Pirate" melecehkan sedikitnya lima wanita di sekitar Antwerp Sportpaleis ketika ia berusia 17 tahun. Ia pertama kali ditahan ketika ia berusia 12 tahun, kantor berita Het Belang van Limburg mengabarkan.

Sementara itu, para penjaga penjara, dokter-dokter penjara, menurut sumber kantor berita online halalFocus.net, Layanan Publik Federal (Federal Public Services – SPF) dari Departemen Kehakiman Belgia akan segera meluncurkan sebuah proyek percobaan untuk melatih para personil di penjara tentang problematika halal. Nampaknya, walaupun sulit untuk mendapatkan angka yang tepat pada persentase Muslim di penjara-penjara Belgia, para peneliti setuju bahwa terdapat banyak orang yang beragama Islam di sana.

Dan juga sering terjadi bahwa para tahanan berpindah agama memeluk Islam. Para penjaga penjara, perawat, dan dokter-dokter sering dihadapkan dengan permintaan-permintaan dan kelakuan oleh para tahanan yang mana mereka dilatih untuk mengatasinya. "Benar bahwa terdapat sebuah proyek percobaan tentang permasalahan halal, namun ini hanya penjelasan singkat saja," seorang pejabat SPH Kehakiman mengkonfirmasi.

Hal ini terjadi bahwa para tahanan menolak obat-obatan karena obat-obatan tersebut mengandung lemak hewan (jeli babi di beberapa supositoria) atau karena obat-obatan tersebut tidak halal. Atau lebih buruk lagi, mereka meminum obat yang diresepkan namun menolak untuk perawatan medis. Situasi problematik lainnya yang berhubungan dengan kasus tersebut di mana para tahanan dirawat, contohnya, dengan methadone, dan menolak perawatan karena masih selama Ramadhan berlangsung.

SPF Kehakiman beralih kepada dua spesialis di bidang tersebut untuk memimpin sesi pelatihan tersebut, seorang Belgia Bruno Bernard dan dari Perancis Florence Bergeaud-Blacker. Bersamaan mereka menerbitkan sebuah buku panduan praktis tentang problematika halal, dan masih banyak lagi buku panduan lainnya.

Sesi pelatihan tersebut akan dimulai pada Oktober. Sesi-sesi tersebut pada awalnya akan diselenggarakan untuk para pekerja perawatan kesehatan, sebagian besar adalah para dokter, perawat dan psikoterapis, dan kemudian akan diperluas pada para penjaga penjara dan koki. Nampaknya terdapat banyak yang tertarik pada sesi pertama di antara para personil penjara yang ingin lebih banyak informasi tentang problematika Islam.

Para partisipan dalam sesi ini adalah para relawan. "Misi kami tidak untuk menyediakan semua jawaban untuk para partisipan dalam sesi ini, namun untuk memberikan mereka dasar-dasar yang akan memperbolehkan mereka untuk menghindari konflik dan bergerak menuju solusi. Sesi tersebut juga akan membantu mereka untuk meespon secara memuaskan pada pernyataan-pernyataan para tahanan tentang hal-hal yang benar-benar salah atau tiruan," Bernard mengatakan.

Berdasarkan pengalamannya di Perancis, Florence Bergeaud-Blackler mengatakan bahwa para petugas penjara merasa "sendirian dan tidak nyaman ketika berhadapan dengan pernyataan yang menggunakan rujukan Islam yang melepaskan mereka."

Pada awalnya, para staf perawat dari dua tahanan yang berbicara menggunakan bahasa Perancis, yang secara khusus adalah penjara dari Andenne dan Ittre, akan berpartisipasi dalam sesi pelatihan tersebut. Sebuah inisiatif yang serupa di bagian utara Belgia, dengan seorang spesialis.

Perancis dalam waktu dekat akan mengikuti pendekatan serupa yang diterapkan Belgia, sebagai kontak awal dibuat dengan otoritas Perancis untuk sesi pelatihan yang sama dilaksanakan di sana. (ppt/ie/hf) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon