Laporan itu menyimpulkan bahwa Muslim ortodoks bukan ancaman bagi masyarakat Belanda. Ini juga disebabkan oleh kontrol sosial yang besar dalam komunitas Salafi: mereka yang beriman saling mengecek satu sama lain dengan konsisten dan terus berbicara tentang apa yang boleh dan tidak boleh.
"Belanda kini menghembuskan nafas lega," ujar Van Es. "Tapi kita tidak peduli dengan apa artinya ini bagi perempuan di komunitas ortodoks itu. Saya sering berbicara dengan perempuan Muslim yang mengatakan bahwa mereka tidak bebas. Mereka menceritakan perempuan lain yang mereka kenal – tak pernah tentang diri mereka sendiri – yang menikah di usia sangat muda dan tidak ada seorang pun yang bahagia. Atau bahwa mereka takut untuk minum segelas anggur di teras atau menghisap rokok. Dan itu adalah contoh-contoh kecil. Ada juga perempuan yang tidak memiliki kebebasan untuk mendapatkan pendidikan yang mereka inginkan, atau memilih pasangan mereka sendiri."
Penelitian itu disiapkan untuk unit kontra-terorisme Belanda. Berdasarkan kesimpulan bahwa Salafi bukan sebuah ancaman, Menteri Kehakiman Ernst Hirsch Ballin mengatakan bahwa tingkat ancaman di Belanda tidak akan dinaikkan. Tapi itu bukan keseluruhan ceritanya, ujar Van Es. "Dua pertiga dari semua Muslim adalah ortodoks. Itu jumlah yang sangat besar, di mana para perempuan tidak bisa bersikap seperti yang mereka inginkan. Adalah tanggung jawab saya sebagai anggota dewan untuk membela mereka."
Umat Muslim Salafi di Belanda tidak menyetujui kekerasan dan menolak Islam sebagai sebuah alat untuk menyebarkan kekerasan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Amsterdam.
Para peneliti di Institut untuk Studi Migrasi dan Etnik menemukan bahwa para pengikut Salafi adalah "sebuah gerakan ortodoks pada umumnya". Walaupun pandangan dunia mereka, menurut para akademisi tersebut, adalah "kaku dan hanya satu sisi saja" mereka tidak aspiratif untuk menentang masyarakat Belanda.
Mereka pada faktanya berusaha untuk menemukan sebuah tempat di dalam masyarakat, yang bagaimanapun juga terhalangi oleh gaya fanatik untuk mempercayai sesuatu, menjadi sulit untuk menyatu dengan sebuah pekerjaan atau sebuah pendidikan yang lebih tinggi.
Dalam bidang politik, para pengikut Salafi adalah umat Muslim Sunni yang mengikuti contoh dari tiga generasi pertama Muslim. Mereka memegang pandangan bahwa Islam menjadi tercurangi oleh perubahan-perubahan yang dibuat setelah generasi ketiga. Mereka cenderung untuk menghindari politik dan banyak para cendikiawan Muslim Salafi telah berbicara lantang menentang pemberontakan.
Asosiasi dan Masjid Salafi di Belanda sering secara aktif menyebarkan ajaran mereka. Mereka menyusun begitu banyak ceramah dan wacana-wacana, biasanya dalam bahasa Belanda, yang menarik para orang-orang muda. Salafi Belanda termasuk orang-orang muda yang berasal dari Moroko, begitu juga Somalia dan Muslim keturunan Belanda asli.
Para ekstrimis muda, yang menunjukkan tujuannya, beroperasi di luar organisasi Salafi Belanda. (rin/ie/sm) www.suaramedia.com
- Telanjangi Muslim, Trasportasi Air NY Terancam Hukum
- Riset: Muslim Berjilbab Hadapi Diskriminasi di Tempat Kerja
- Pakar Kesehatan Saudi Rayu Ulama Rombak Fatwa Mati Otak
- Kota New York Paksa Muslim Bongkar Kuburan
- Partai Anti-Islam Wilders Bantu Dirikan Pemerintahan Minoritas














