Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Partai Anti-Islam Wilders Bantu Dirikan Pemerintahan Minoritas

E-mail Cetak PDF

HAGUE (Berita SuaraMedia) – Liberal dan Demokrat Kristen di Belanda setuju untuk membentuk sebuah pemerintahan dengan dukungan dari Partai Kebebasan anti-Islam Wilders, menciptakan pemerintahan minoritas pertama Belanda sejak Perang Dunia II.

"Kami baru saja, dan kami senang tentang hal ini, menyelesaikan perjanjian tersebut yang akan membentuk kerjasama politik kami sendiri," Pemimpin Partai Liberal Mark Rutte mengatakan pada para reporter di The Hague pada Kamis waktu setempat. Rincian akhir akan disusun dalam waktu semalam dan para pemimpin partai tersebut merencanakan untuk menempatkan perjanjian tersebut pada legislator mereka untuk persetujuan sebelum mempublikasikannya, ia mengatakan.

Hal ini memakan tiga upaya untuk membentuk koalisi mengikuti pemilihan 9 Juni yang tidak meyakinkan. Pemerintah, yang mana Rutte, 43 tahun, akan menjadi perdana menteri, akan memiliki 52 kursi di DPR dan mengandalkan 24 legislator Partai Kebebasan untuk memberikan mayoritas kemungkinan terkecil dalam 150 kursi majelis.

"Ini adalah hal baru untuk Belanda; ini adalah sebuah percobaan," Kees Aarts, seorang professor ilmu politik di Universitas Twente di Enschede, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon.

Kecermatan tindakan-tindakan adalah masalah yang paling penting pada agenda para pemimpin politik dengan Belanda, ekonomi terbesar kelima dalam daerah euro, harus memperkecil anggaran defisitnya dari hampir 6 persen dari produk kotor domestik tahun ini menjadi 3 persen pada tahun 2012 untuk memenuhi peraturan Persatuan Uni Eropa.

Perdana Menteri Jan Peter Balkenende menunjukkan anggaran 2011 miliknya pekan lalu, termasuk sebuah pengurangan pengeluaran. Sementara pemotongan tersebut akan membantu memperkecil kekurangan anggaran tahun depan menjadi 4 persen dari GDP, sebuah pemerintahan baru harus memmutuskan tentang pengurangan lebih jauh untuk memangkas defisit, Menteri Keuangan Jan Kees de Jager mengatakan di The Hague pekan lalu.

Partai Wilders lebih dari menggandakan perwakilannya di dalam parlemen pada pemilihan tersebut, sementara Kristen Demokrat, yang dipimpin oleh Balkenende, kehilangan setengah dari dukungannya. Partai Rutte adalah yang terbesar di dalam parlemen baru.

Partai kebebasan berusaha untuk melarang Masjid-masjid baru, memotong bantuan pengembangan dan mengurangi pengaruh Uni Eropa  di Belanda. Wilders, 47 menerima perlindungan polisi setiap saat dan menghadapi persidangan minggu depan atas tuduhan menghasut kebencian dalam film "Fitna" yang diproduksi tahun 2008, yang mana ia mengajak umat Muslim untuk merobek ayat-ayat yang "mencemarahi kebencian" dari Al-Qur’an.

"Partai Kebebasan berada pada pusat pengaruh," Wilders mengatakan kepada pada reporter di The Hague. "Para legislator dan partai tersebut memiliki banyak pengaruh pada kebijakan pemerintah dan akan mempertahankannya dalam tahun-tahun berikutnya. Sayap kiri tidak lagi berkuasa di Belanda."

Walupun pemimpin Partai kebebasan tidak akan menjadi bagian dari pemerintah, keterlibatan Wilders kemungkinan dapat menyakiti diplomatik Belanda dan kepentingan bisnis luar negeri. "Fitna" memicu protes di Negara-negara dengan mayoritas Muslim termasuk Indonesia dan Pakistan dan menuntun pada boikot produk-produk Belanda di Malaysia dan Iran.

Dari penduduk lokal Belanda, harus diingat bahwa, Wilders telah menciptakan apa yang disebut dengan "aliansi anti-Islam Internasional", tujuan utamanya dari aliansi ini adalah untuk melarang umat Muslim Asing berimigrasi ke negara-negara Barat.

Harapan Wilders untuk membatasi pengaruh Islam di Belanda, rumah bagi 850.000 Muslim, bertentangan dengan hak konstitusional untuk kebebasan pendidikan yang disetujui oleh partai Liberal dan Kristen Demokrat hampir satu abad yang lalu dan kebebasan beragama dicapai oleh warga Belanda dalam Perang 80 tahun melawan Spanyol yang berkhir dengan kemerdekaan pada tahun 1648.

Terdapat ketakutan yang besar di antara Muslim Belanda di kota Almere menyangkut potensi kesuksesan Partai anti-Islam, Partai Kebebasan dalam pemilihan.

Umat Muslim di Almere menunjukkan kegelisahan tentang kemungkinan partai tersebut memperoleh pengaruh setelah sukses partai tersebut dalam pemilihan lokal. "Orang Muslim di Almere memandang dengan cara yang berbeda pada warga pribumi Belanda" karena suksesnya pemilhan partai Kebebasan tersebut, Shangram Karim, pemimpin Partai Muslim Belanda di kota tersebut mengatakan pada kantor berita AFP.

Pada masa silam, Geert Wilders secara terbuka menunjukkan pandangan radikal partainya di websitenya dengan mengatakan "Saya muak dengan Islam di Belanda: mari tempatkan sebuah pemberhentian pada gelombang imigran Muslim. Saya muak dengan menyembah Allah dan Muhammad di Belanda: Mari hentikan pembangunan Masjid-masjid. Saya muak dengan Al-Qur’an di Belanda: Mari larang buku fasis tersebut."

Menurut laporan lokal, Wilders bertindak di bawah slogan "Hentikan Islam, Bela Kebebasan". Para Islamophobia bersikeras bahwa slogan tersebut tidak hanya berhubungan dengan Belanda, namun juga diperluas untuk seluruh dunia barat.

Bagaimanapun juga, seperti yang dikabarkan oleh para komentator lokal, diharapkan bahwa para politisi dari partai Kristen tidak akan pernah setuju pada tindakan-tindakan yang mencerminkan Islamophobia, dengan maksud untuk membentuk sebuah pemerintahan koalisi. (ppt/bw/blm/ei/pt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon