Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Perusahaan Jerman Kutip Al-Qur'an Untuk Tolak Asuransi Muslim

E-mail Cetak PDF

BERLIN (Berita SuaraMedia) – Sebuah perusahaan asuransi Jerman mengalami masalah karena mengutip Al-Qur'an dalam penolakannya memberikan kompensasi pada seorang korban kecelakaan Muslim untuk biaya mempekerjakan seorang pembantu. "Pria Muslim menyerahkan pekerjaan rumah tangga ke istrinya," ujar seorang karyawan perusahaan asuransi Gothaer. Perusahaan itu telah meminta maaf.

Seorang Muslim di Jerman yang meminta perusahaan asuransinya untuk menutupi biaya seorang pembantu sementara dia memulihkan diri dari kecelakaan serius telah ditolak klaimnya dengan alasan bahwa menurut agamanya, suami tidak melakukan pekerjaan rumah tangga.

Pria Aljazair berusia 79 tahun itu terluka parah setelah ditabrak mobil dan telah menerima uang ganti rugi sebesar enam digit dari perusahaan asuransi Gothaer. Ketika dia mengajukan klaim tambahan untuk menutupi biaya merawat rumahnya karena dia tidak cukup sehat untuk melakukannya sendiri, seorang karyawan asuransi merespon dengan menginterpretasikan Al-Qur'an meletakkan kaum pria di atas wanita.

Dalam suratnya, dia menulis tentang pernikahan Muslim, "Tidak bisa diasumsikan sama dengan pernikahan Jerman. Menurut sudut pandang patriarkal dan tradisional dari seorang pria dalam pernikahan Muslim, sang suami tidak mengurusi rumah tangga."

Karyawan itu mengutip perbedaan usia yang sangat jauh antara pria itu dan istrinya, 26 tahun lebih muda, sebagai indikasi lebih lanjut bahwa beban pekerjaan rumah kemungkinan besar akan jatuh ke istrinya. Namun, media melaporkan bahwa sang istri memiliki pekerjaan, itulah mengapa dia melakukan sebagian besar pekerjaan rumah.

Perusahaan asuransi itu menjauhkan diri dari si karyawan minggu ini dan mengatakan akan minta maaf ke kliennya tersebut. Juru bicara perusahaan Martina Fassbender mengatakan nada bicara karyawan itu tidak bisa diterima dan bahwa argumennya tidak sejalan dengan sudut pandang dan kebijakan perusahaan yang mematuhi peraturan anti-diskriminasi dan melatih karyawannya sesuai  dengan peraturan tersebut. "Sesuatu sepertinya seharusnya tidak terjadi," ujar Fassbender.

Tidak jelas apakah perusahaan itu akan membalik keputusannya. Kasus ini diberitakan luas di media Jerman dan di forum-forum internet di mana seorang kontributor mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh mengharapkan ganti rugi asuransi jika mereka mengalami kecelakaan pada hari Minggu karena itu adalah hari untuk istirahat. (rin/sp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon