Dua minggu yang lalu, pengrusakan dengan cat semprot yang menuliskan kata-kata "Sembah Setan" dan menggambar sebuah pentagram di sepanjang sisi-sisi Masjid Qooba di St. Louis. FBI mulai dengan segera menyelidiki kejadian tersebut, namun tidak melakukan penangkapan apapun.
Sekarang, tindakan vandalism sekali lagi telah menimpa Masjid tersebut. Kata-kata "Sembah Setan" (Worship Satan) dituliskan dengan cat semprot di atas sebauh tembok yang berbeda di Masjid yang sama, memperingatkan para jama’ahnya. FBI dan kepolisian St. Louis melakukan penyelidikan dalam kejadian tersebut, dan mencurigai kekerasan yang sama dari kejadian dua minggu yang lalu kemungkinan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Dua agen FBI mengambil foto-foto dan mewawancarai para anggota Masjid Qooba di 1925 Allen, setelah seseorang menyemprot dan mengecat sisi dari gedung tersebut dengan sebuah pentagram dan kata-kata "Sembah Setan".
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun berita lokal KMOV, juru bicara Masjdi tersebut Tim Kaminski mengatakan bahwa Masjid tersebut tidak tertarik untuk mengejar tuntutan hokum melawan para perusak atau pengacau.
"Apa yang kami inginkan adalah orang tersebut (perusak) muncul dan mengaku sepenuhnya," Kaminski mengatakan.
"Kami tidak memiliki rasa dendam ataupun kemarahan. Kami ingin berbicara dengan orang tersebut. Menjelaskan kepada mereka apa itu Islam, bahwa kami menyembah Tuhan yang sama seperti halnya tradisi Kristen dan Yahudi," Kaminski menambahkan.
Anggota Masjid Tim Kaminski mengatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah sebuah kecelakaan. "Kami mengetahui bahwa tindakan tersebut ditujukan langsung kepada kami," Kaminski mengatakan, "karena mereka mengetahui bahwa di tempat kami merupakan sebuah rumah peribadatan, sebuah rumah untuk sholat."
Kamisnki mengatakan bahwa Masjid tersebut tidak menerima ancaman, dan graffiti tersebut muncul secara misterius di sisi samping bangunan Masjid tersebut akhir pekan ini. "Anda tidak akan pernah tahu jika seseorang bermaksud membahayakan Anda," Kaminski mengatakan. "Ini bisa saja tindakan anak-anak kecil yang sedang bosan. Bisa juga seseorang yang keluar dari pekerjaan kemudian marah. Kami tidak tahu siapa yang melakukan tindakan ini."
Sementara itu, seorang pengacara untuk cabang lokal Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relation – CAIR) meyakini bahwa serangan grafiti tersebut adalah bagian dari sebuah pola meningkatnya retorika terhadap Muslim. Jim Hacking mengutip ketegangan musim panas ini atas Masjid New York, pastur Florida yang mengancam membakar Al-Qur’an, dan Fairview Heights minggu ini, kebuntuan Illinois dengan pria yang dituduh mengancam Muslim.
"Dari segi kenasionalan tentang hal-hal seperti Fox Newa, Anda memiliki orang-orang seperti Newt Gingrich yang membandingkan umat Muslim dengan Nazi," Hacking mengatakan, "Hanya saja benar-benar negatif, kebencian stereotip yang telah keluar, dan hal ini benar-benar berada pada tingkatan yang lebih buruk, bahkan lebih buruk dari pada setelah serangan 9/11."
Tindakan vandalisme juga terjadi di banyak belahan negara tersebut, salah satunya terjadi di Nashville. Kata-kata "pulanglah Muslim" dan beberapa gambar salib dari cat merah di bagian luar bangunan, dan sumpah serapah dan catatan yang berisi kebencian ditorehkan di dinding pusat pemuda Islam, menurut anggota dewan Masjid. Salaad Nur mengatakan catatan berisi pesan bahwa Islam adalah musuh dan bahwa agama itu berusaha untuk menghancurkan Amerika Serikat dan Israel. Tindakan vandalisme yang terjadi di Masjid Al- Farooq di Fourth Avenue Selatan tersebut kemungkinan merupakan kejahatan rasial. (video) (ppt/iw/tp/sm) www.suaramedia.com














