Laporan tersebut dari Dinas Penelitian Kongresional (Congressional Research Service – CRS), dikirim kepada Kongres dengan sedikit pawai yang riuh pada 20 September, berpendapat bahwa segera setelah 9/11, Muslim Amerika "menyadari kebutuhan untuk menegaskan diri mereka sendiri dengan nyata sebagai komunitas Amerika yang, seperti halnya semua warga Amerika, berhasrat untuk membantu mencegah serangan teroris yang lain" dan mengeksplorasi bagaimana organisasi penegakan hukum federal, negara bagian dan lokal menanggapi dengan menyerap kemampuan bahasa, berhubungan, informasi dan pandangan kebudayaan umat Muslim Amerika.
CRS adalah sebuah cabang dari Perpustakaan Kongres yang melakukan penelitian pada dasar-dasar rahasia untuk para anggota Kongres dan komite. Laporannya diperoleh oleh Federasi Ilmuwan Amerika dan dirilis pada 24 September, namun seorang juru bicara CRS tidak akan mengatakan siapa pada awalnya di dalam Kongres yang meminta hal ini.
Sementara itu, Dewan Urusan Publik Muslim telah menyembunyikan data FBI, informasi dalam siaran pers, dan laporan media mengenai potensi perencanaan yang berhubungan dengan Al-Qaeda dan menetapkan hal tersebut sejak peristiwa 9/11, umat Muslim Amerika telah membantu menggagalkan 11 plot yang berhubungan dengan Al-Qaeda, hampir satu per tiga dari semua serangan semacam itu yang terencana mengancam AS. Sebuah contoh yang jelas dari seorang Muslim Amerika yang memperingatkan pihak otoritas tentang sebuah masalah: seorang Muslim adalah yang pertama yang melaporkan kepada otoritas penegakan hukum Mei lalu kendaraan yang mencurigakan di Times Square yang ternyata adalah sebuah bom mobil yang tidak meledak.
Perusahaan dari Muslim Amerika tidak memiliki rahasia kepada para pejabat penegakan hukum, yang telah membentuk, semua jalan sampai ke tingkat lokal, hubungan formal dan tidak formal bagi komunitas Muslim Amerika untuk menanamkan aliran intelijen – seperti unit Urusan Komunitas Muslim dari Departemen Sherif Los Angeles, yang dibentuk pada Agustus 2007. Untuk bagian mereka, Muslim Amerika telah menbentuk sebuah rangkaian organisasi untuk pemahaman yang lebih baik dan menolak ekstrimisme, seperti halnya organisasi "Inisiatif Jalan Lurus" Masyarakat Muslim Amerika, yang fokus pada membasmi adanya potensi ekstrimisme, terutama pada umat Muslim yang berusia dari 15 sampai 30 tahun. Laporan CRS tentang terorisme Amerika terdiri dari sebuah daftar contoh organisasi Muslim Amerika yang dibuat untuk menagkis ekstrimisme dan sebuah lampiran daftar upaya otoritas federal, negara bagian dan lokal untuk bekerjasama dengan komunitas Muslim Amerika.
Bruce Hoffman, seorang pakar terorisme di Univeritas Georgetown, setuju bahwa komunitas Amerika telah memainkan sebuah peranan yang penting namun sering diremehkan dalam berjuang melawan ekstrimisme, secara aktif melaporkan kepada penegakan hukum tentang perkembangan yang berpotensi berbahaya.
"Kami tidak dapat mengharapkan komunitas intelijen untuk menempatkan penyimpangan-penyimpangan tersebut di tepian," Hoffman mengatakan. "Kerja tersebut berasal dari komunitas yang paling baik menyeimbangkan untuk bekerja sama dengan pihak otoritas mencegah masalah-masalah bahkan dari permukaan."
Secara ironis, komunitas Muslim Amerika secara serentak menghadapi apa yang terlihat menjadi sebuah gelombang yang membengkak dari Islamophobia, diisi, dengan terpisah, dengan retorika yang munafik yang menggabungkan terorisme dan Islam.
Awal bulan ini, kolumnis Frank Gaffney, Republikan Pete Hoekstra, R-Mich, peringkat Republikan di Komite Interlijen, dan yang lainnya mengadakan sebuah konferensi berita di Capitol Hill untuk mengeluarkan sebuah laporan tentang hukum agama Islam yang berjudul: "Syariah: Ancaman bagi Amerika". Dokumen tersebut menduga bahwa kepatuhan umat Muslim kepada hukum Syariah secara kategori dan "membuat sebuah upaya yang tegas, berkelanjutan, dan terbiayai dengan baik untuk menanamkannya kepada semua umat Muslim dan non-Muslim juga."
"Hal ini menggelikan. Hal ini murni prasangka buruk dan penyebaran rasa takut," adalah bagaimana Nihad Awad, direktur eksekutif dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relation – CAIR), bereaksi terhadap laporan Gaffney. Apa yang mereka wakilkan bertolak belakang dengan etik Islam. Mereka hanya berusaha untuk menakuti orang-orang. Ini adalah cara baru McCharthyisme. Mereka mengekploitasi rasa takut dan kewaspadaan publik dari Islam pada umumnya."
Beberapa Muslim Amerika juga dibuat frustasi bergumul dengan sentimen anti-Muslim sementara secara serentak berkerja begitu keras menentang ekstrimisme dan membantu dalam penegakan hukum membasmi teroris.
"Ironis bahkan tidak memulai untuk menjelaskan hal ini," Alejandro Beutel dari Dewan Urusan Publik Muslim. Ia mengatakan bahwa para Islamophobik "gagal melihat siapa musuh yang berpotensi dan siapa sekutu yang berpotensi." Bagaimanapun juga Beutel memprediksikan bahwa bukti baru dari peranan Muslim Amerika dalam menggagalkan serangan tidak akan mengubah pemikiran dari banyak para Islamophobik, mengatakan, "Apapun yang kami lakukan tidak akan menjadi cukup baik bagi mereka." (ppt/sl) www.suaramedia.com















