Tanda itu kini berbunyi "Kita berada di jurang kehancuran" di satu sisi dan "Masjid di Ground Zero 73% Menolak!" di sisi lainnya.
Russell Baker mengatakan dirinya berusaha mengirimkan sebuah pesan.
"Beberapa orang yang merasa marah saya hanya ingin menjelaskan pada mereka. Apa yang terjadi sekarang setelah mereka melihat tanda itu? Di Ground Zero di mana lebih dari 3,000 orang terbunuh dan mereka masih ingin membangun Masjid di sana. Apa sekarang mereka merasa berbeda dari tanda saya yang pertama? Seharusnya iya," ujar Baker.
Tanda itu, yang berlokasi di tempat usaha Baker, Bakers Autobody and Self Storage Shop, di Route 20, telah membuat marah banyak warga kota.
Tanda itu awalnya berbunyi "Muslim akan menghancurkan kita dari dalam."
Baker tidak meminta maaf dan mengatakan tidak akan menurunkan tanda itu.
Seorang pemimpin agama mengatakan Baker harus mempertimbangkan kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh tanda tersebut.
Presiden Dewan Gereja Great Springfield, Timothy Paul, mengatakan bahwa agama memiliki tempatnya. "Itu menyinggung karena menghina agama orang lain. Negara ini dibangun di atas kebebasan beragama," ujar Paul.
Seorang pemimpin mengatakan bahwa menjadi seorang Muslim tidak boleh menjadi alasan penargetan.
"Ini tidak hanya melawan kaum Muslim, tapi melawan negara. Para fanatik ini menghancurkan negara dari dalam. Mereka menciptakan perpecahan. Mereka menciptakan kebencian," ujar Dr. Kimat Khatak dari Masyarakat Islam Massachusetts Barat.
Beberapa warga berpendapat bahwa tanda Russell itu memiliki selera rendah dan tidak perlu.
"Dia sangat terbuka mengenai sudut pandang politiknya dan kebanyakan terlalu berlebihan bagi kami," ujar tetangga Baker, Bea Brassord.
Para tetangga mengatakan Baker mengganti tandanya tiap minggu. Tapi kesabaran mereka menipis.
Robert Cormier mengatakan tanda itu tidak seharusnya ada di Palmer atau kota mana pun. "Kita semua berjuang di dalam perang. Kita semua berjuang untuk hak-hak konstitusional kita," ujar Cormier.
"Menurut saya memalukan bahwa kita kehilangan kualitas toleransi agama di negara ini," ujar Nancy Bryant.
Baker mengatakan bahwa dia memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat dan mencoba mengubah pikiran orang.
Dia juga mengatakan banyak orang yang mendukung pesannya, tapi para tetangga di lingkungan sekitar berpendapat bahwa opini Baker tidak perlu dipublikasikan sedemikian rupa.
Rudy Julian tinggal di seberang jalan dan mengatakan, "Saya percaya bahwa sekarang adalah saatnya bagi kita untuk lebih banyak mempraktikkan toleransi, bahwa hal-hal seperti ini tidak seharusnya dipasang di muka umum."
Dan, Baker mengatakan bahwa FBI dua kali datang ke rumahnya karena tanda itu, tapi para tetangga mengatakan bahwa itu adalah propertinya.
Rebecka Gouvin yang tinggal di sebelah mengatakan, "Cukup menimbulkan banyak kontroversi di sini. Orang-orang berhenti dan memberinya masalah, tapi saya rasa opininya dihargai. Tidak ada lagi yang harus saya katakan tentang ini."
Baker mengatakan dirinya mulai memasang tanda itu dua tahun lalu ketika Obama dilantik sebagai presiden. (rin/gn/wlp) www.suaramedia.com
- Setelah Mahasiswa, Kini Dosen Jadi Target Anti-Burqa Mesir
- Koreksi Sejarah Islam, MBC Filmkan Kehidupan Khalifah Umar
- "Penghinaan Al-Qur'an Merupakan Konspirasi Agen Zionisme"
- Texas Setujui Hilangnya Islam Dari Sejarah Dunia
- Ketika Kesenian Islam Dan Sentuhan Barat Bertemu














