Sejauh ini serangan udara Israel telah menghancurkan 14 Masjid, yang terakhir terjadi Sabtu lalu dengan dijatuhkannyasetengah ton bom oleh pesawat tempur F-16. 16 orang tewas dan puluhan lainnya terluka ketika mereka sedang melaksanakan sholat Magrib di Masjid Ibrahim al-Maqadna di Beit Lahiya di Utara Gaza.
Serangan mengejutkan tersebut menghentikan umat Muslim Palestina yang hendak melaksanakan sholat di Masjid. Israel berpendapat bahwa Hamas telah menggunakan Masjid sebagai tempat pelatihan perang dan gudang senjata, surat kabar Asharq al-Awsat melaporkan pada Senin lalu.Pertemuan Genewa menyebut pemusnahan tempat ibadah sebagai tindakan kriminal yang tak dapat ditolerir.
Namun serangan-serangan tersebut tidak menyurutkan niat Muslim Palestina untuk beribadah di Masjid. Osama Salman, 42 tahun contohnya. Dia masih rutin melaksanakan sholat di Masjid al-Muhajereen di Berket al-Waz, mengatakan sholat di rumah juga memiliki resiko yang sama.
"Banyak yang terbunuh di rumah mereka, dan lebih baik saya sholat di Masjid", katanya tegar.
Beberapa Ulama telah mengeluarkan fatwa bahwa mereka lebih baik menggabungkan sholat mereka (jamak) untuk mengurangi waktu ke Masjid.
Beberapa keluarga yang tinggal di dekat Masjid melakukan usaha penyelamatan diri dengan meninggalkan rumah mereka.
Sementara itu serangan Masjid Emad Akl Mosque di kamp
pengungsian Jabaliya oleh pasukan udara Israel menewaskan lima orang wanita.
Sedang beberapa Masjid lainnya yang juga dihancurkan adalah Masjid Abu Bakr al-Siddiq di Beit Hanoun di Utara Jalur Gaza, Masjid bersejarah, al-Nasr yang berdiri pada tahun 736, dan Masjid Omar ibn Abdul-Aziz di Selatan. Di kota Gaza, Masjid Shefaa
dan al-Abbas juga mendapat serangan yang sama.
Lebih dari 580 orang atau sekitar 20 persen dari seluruh penduduk, menjadi korban tewas sejak pemusnahan dilakukan oleh Israel pada 27 Desember lalu. Click Foto (alarabiya) dikutip Oleh http://www.suaramedia.com
{youtubejw 328" 300"}ofgiqfCMyt4{/youtubejw}















