Sir Syed Ahmad Khan pada tahun 1875 mendirikan Perguruan Muhammedan Anglo-Oriental, yang kemudian dikembangkan menjadi Universitas Muslim Aligarh.
Terletak di kejauhan 130 kilometer bagian tenggara ibu kota India New Delhi, Universitas tersebut berada di antara institusi pertama dari pengaturan pembelajaran yang lebih tinggi selama Kerajaan Inggris. Banyak pemimpin Muslim ternama, dan penulis Urdu dan cendikiwan dari anak benua tersebut telah lulus dari Universitas tersebut.
Sekarang setelah 135 tahun, Universitas tersebut mencabang di dalam lima negara bagian lain di India, dengan sebuah pusat yang buka di Kerala dan empat cabang lagi sedang dalam tahap perencanaan.
"Tanggal terakhir untuk aplikasi dua mata kuliah MBA dan LLB adalah bulan depan dan kelas-kelas akan dimulai pada akhir tahun atau awal tahun depan. Pada awalnya kelas-kelas akan diadakan di kampus sementara dalam waktu dekat, di mana semua fasilitas termasuk asrama telah siap," para pejabat universitas tersebut mengatakan.
Universitas tersebut memiliki rencana untuk membuka cabang di Bengal Barat – yang akan juga buka segera untuk pendaftarannya – Begitu juga di Pune, Bihar dan Madhya Pradesh.
Sebelumnya, setelah "bermalas-malasan" selama tiga tahun, pemerintah negara bagian pada akhirnya telah mengakui tuntutan AMU untuk lahan membuka sebuah kampus di Maharashtra. Pemerintah mencari lahan seluas 200 sampai 300 hektar di negara bagian tersebut, yang akan dialokasikan untuk AMU.
Menteri Pengembangan Minoritas, Arif Naseem Khan mengadakan sebuah pertemuan dengan para pejabat pendapatan, departemen teknologi pendidikan. Ia mengarahkan mereka untuk mempercepat pencarian lahan tersebut, yang dapat dibuat tersedia untuk AMU, untuk kampus barunya.
"AMU telah membuat permintaan berulang-ulang untuk lahan tersebut tiga tahun terakhir. Baru-baru ini, universitas tersebut mendekati saya. Saya telah mengarahkan para pejabat untuk mencari lahan dan mengumpulkan sebuah laporan dalam satu bulan," Khan mengatakan. Ia menambhkan bahwa prioritas akan diberikan kepada sebuah daerah, yang memiliki sebuah populasi minoritas yang besar dengan infrastruktur pendidikan yang kurang.
Kolektor Distrik di seluruh negara, Khan menambahkan, telah diminta untuk menyerahkan sebuah laporan tentang ketersediaan lahan di distrik mereka masing-masing untuk membuka kampus universitas tersebut.
Bertindak pada rekomendasi Komite Cachar, pemerintah pusat meminta AMU untuk membuka lima kampus baru di banyak negara bagian. Univeritas tersebut memutuskan untuk membuka kampus di Kerala, Bihar, Madhya Pradesh, Bengal Barat, dan Maharashtra.
Kerja tersebut telah dimulai di kampus-kampus di Mallapuram (Kerala) dan Murshidabad (Bengal Barat), setelah Pusat memberikan Rs 25 crore untuk setiap pusat pendidikan tersebut.
Pemerintah Bihar telah hampir menyelesaikan alokasi lahan untuk universitas tersebut. Maharashtra juga sekarang telah mengambil inisiatif sementara universitas menunggu sebuah balasan dari Anggota Parlemen pemerintah.
Pada sebuah pertemuan yang diadakan pekan lalu, anggota Asosiasi Old Boys AMU (Mumbai) dengan suara bulat memutuskan untuk membuat MLA Abu Asim Azmi, pimpinan asosiasi tersebut yang terakhir diterima. "Kami ingin membuat asosiasi tersebut sebuah badan aktif dan akan mengadakan pertemuan secara teratur untuk penggambaran besar rencana," kata V Baweja dari Asosiasi Old Boys AMU. (ppt/it/toi) www.suaramedia.com














