Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Ancam Basmi Islam, Pria AS Dibekuk

E-mail Cetak PDF

MARYLAND (Berita SuaraMedia) – Seorang pria berumur 25 tahun asal Maryland dijatuhi hukuman satu tahun penjara setelah diketahui mengirimkan email bernada ancaman ke sebuah Masjid di Illinois. Dalam ancamannya, ia menuntut Masjid itu ditutup, jika tidak, maka ia akan membasmi Islam.

Ilya Sobolevskiy, nama pria tersebut, dinyatakan bersalah pada bulan Agustus lalu karena telah melanggar kebebasan menjalankan ajaran agama, hal itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Hukumannya dijatuhkan pengadilan federal di Illinois. Ia dihukum penjara 12 bulan ditambah denda $3.000. Hakim yang menghukumnya menyebut ancaman ekstremis itu sebagai tindak terorisme.

Menurut para jaksa, Sobolevskiy adalah seorang mahasiswa di University of Illinois at Urbana-Champaign pada tahun 2008 ketika ia mengunjungi sebuah Masjid terdekat bersama seorang rekan sekamar.

Sesampainya di sana, ia bertukar alamat email dengan seorang takmir Masjid, yang kebetulan menjadi perancang situs Masjid itu.

Para jaksa mengatakan, Sobolevskiy kemudian mulai mengirim email kepada sang perancang situs dan menulis di situs Masjid itu. Ia ingin tahu mengapa Masjid itu ada hubungannya dengan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dan mengapa tidak ada kecaman terhadap terorisme.

Menurut seorang juru bicara wanita Departemen Kehakiman, email-email yang dikirimkan Sobolevsky dari hari ke hari semakin menakutkan.

Puncaknya adalah sebuah email tertanggal 4 Mei 2008 yang menuntut agar Masjid itu ditutup.

"Tutup CIMIC (Masjid dan Pusat Islam Illinois Tengah) pada tanggal 12 Mei atau Masjid itu akan ditutup. Para jamaah Masjid tidak boleh terlihat berjenggot atau berjilbab di hadapan umum. Beritahu mereka agar menyingkirkan hal-hal seperti itu. Jika hal ini tidak dipatuhi, maka kalian dan Muslim di kawasan sekitar akan sengsara. Saya tidak takut melakukan apapun yang diperlukan untuk membasmi Islam. APA PUN yang diperlukan," tulisnya dalam email.

Para pengurus Masjid kemudian melaporkan surat elektronik itu kepada FBI, yang kemudian melakukan penyelidikan melalui kantornya di Springfield.

"Melindungi hak-hak rakyat Amerika merupakan prioritas utama FBI. Kami mendorong setiap anggota masyarakat melaporkan dugaan adanya pelanggaran hak sipil. FBI akan menyelidiki persoalan itu dengan agresif untuk memastikan kebebasan masyarakat kita," kata Stuart R. McArthur, agen khusus FBI yang bertugas di kantor Springfield, dalam rilis pers Departemen Kehakiman.

September lalu, Pusat Budaya Nyumburu University of Maryland Colege Park (UMCP), menggelar forum sejenis pertemuan balai kota untuk membahas Islamofobia.

Dengan mendapat dukungan dari berbagai organisasi kampus, termasuk The Black Male Initiative, Edgeofsports.com, DC International Socialist Organization (DC ISO) dan MSA & Wanita Muslim Maryland dari University of Maryland, diharapkan ajang tersebut ajan menjadi jembatan untuk membahas semakin tumbuhnya rasa takut dan informasi keliru mengenai Islam dan Muslim di Amerika.

Dengan dimoderatori jurnalis olah raga Dave Zirin dan Asisten Direktur Student Involvement and Public Relations di UMCP Solomon Commisiong, program tersebut terdiri dari diskusi panel yang dilanjutkan sesi tanya jawab.

Empat orang panelis yang hadir adalah Muslim dari beragam latar belakang, termasuk seorang penyiar radio setempat dan kepala Social Justice Task Force dari Aliansi Muslim Amerika Utara (MANA), Hodari Abdul Ali, alumnus UMCP dan anggota DC ISO Rayyan Ghuma, dan dua mahasiswa UMCP, Omnia Joehar dan Osama Eshera. (dn/isw/tpm/mlp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon