Cherie menyampaikan pernyataan tersebut hanya berselang dua minggu setelah sang saudara perempuan, Lauren Booth, memutuskan untuk memeluk agama Islam, menekankan bahwa siapapun memiliki kebebasan, termasuk dalam menentukan pakaian yang mereka pilih.
"Kita telah menggunakan wanita-wanita (dengan burqa) sebagai senjata kita untuk menyebarkan ketakutan akan Islam," ujarnya kepada surat kabar Spanyol, El Pais.
"Terdapat ribuan warga Muslim di Eropa yang telah turut berpartisipasi dalam perkembangan negara mereka, jadi mereka juga memiliki hak memilih pakaian yang mereka kenakan, dan kita tidak seharusnya merasa terancam akan hal itu."
Cherie melontarkan pernyataan itu selama wawancara dalam Konferensi Pengaruh Wanita Muslim Eropa yang digelar di Madrid, Spanyol.
Dia juga menekankan bahwa merupakan hal yang penting untuk melawan stereptip mengenai "pengaruh Islam kepada wanita". "Kami telah secara condong meyakini bahwa mereka telah dipaksa dan merasa tidak aman di bawah naungan Islam. Hal itu tentu tidak benar."
"Satu hal yang coba saya jelaskan adalah bahwa Islam merupakan agama yang terbuka, terutama kepada wanita."
Sang saudari sendiri, Lauren Booth, seorang wartawan dan penyiar, memutuskan untuk menjadi seorang Muslim enam minggu setelah mengunjungi Masjid Fatima al Masumeh di kota Qom, Iran.
Sebelum kesadarannya di Iran, dia menjadi simpatik pada Islam dan menghabiskan waktu bekerja di Palestina. "Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan yang diberikannya," ujarnya tentang Islam.
Dia mengatakan berharap masuknya dia ke Islam akan membantu Blair mengubah praduganya tentang Islam.
Dalam kunjungannya ke Iran, Booth menulis sebuah surat terbuka untuk Blair yang memintanya menandai Hari Al Quds (Yerusalem), sebuah protes terhadap pendudukan Israel di Palestina. (al/dm/sm) www.suaramedia.com














