Kamis, 23 Pebruari 2012

Headlines:

Dalangi Teror Global, Obama Dihadang Muslim India

E-mail Cetak PDF

LUCKNOW (Berita SuaraMedia) - Organisasi-organisasi Muslim mengadakan demonstrasi besar-besaran di ibukota negara setelah shalat Jumat untuk memprotes kunjungan Presiden AS Barack Obama ke India.

Demonstrasi tersebut dipimpin oleh ulama Sayeed Maulana Kalbe Jawaad dan bergabung dengan beberapa organisasi Muslim di dekat Imambara Bara.

Para demonstran juga membakar patung presiden AS dan bendera nasional AS dan Isreal.

Menyebut AS sebagai pendukung Israel, ulama mengatakan bahwa negara itu terlibat dalam pembunuhan warga sipil tak berdosa di seluruh dunia. Para ulama mengatakan bahwa banding bersama akan diterbitkan secara resmi pada hari Rabu untuk mengecam kunjungan Obama.

Maulana Kalbe Jawwad menyatakan bahwa AS ada di balik kegiatan teror di seluruh dunia. "Pada dalih untuk membatasi terorisme, negara ini membunuh orang yang tidak bersalah di Afghanistan dan Irak. Berikutnya dalam agenda mereka adalah Iran yang sedang terancam," ujar Jawwad. Ia juga menyatakan bahwa AS dan sekutunya Israel adalah pelaku terorisme. "Pemerintah India harus keluar dan memutuskan semua hubungan dengan Israel ini juga. India harus mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kegiatan Israel," ujar Jawwad.

Kemudian membahas demonstrasi tersebut,  Jawaad mengatakan bahwa masyarakat Muslim menentang keras kunjungan Obama dan akan menolak setiap upaya pemerintah AS untuk mempengaruhi pemerintah India dengan cara apapun.

Maulana Jawaad menunjukkan bahwa peran AS dalam meningkatnya insiden teror terbukti dari kenyataan bahwa perdamaian dengan cepat dipulihkan ketika rombongan AS telah ditarik dari berbagai tempat.

Mencerca pemerintah India untuk menyerah di hadapan AS, ia mengatakan Gerakan Non Blok (NAM) yang diprakarsai oleh almarhum Pandit Jawahar Lal Nehru telah kehilangan pertemuannya dan semua kebijakan dari India memiliki cap AS. Hal ini disebabkan kebijakan pro-AS dari India yang telah menimbulkan terorisme, tambahnya.

Imam ulama lain, Tile Masjid Wali, Maulana Fazlur Rehman Waizi menuntut agar AS dan pasukan sekutu harus ditarik dari Afghanistan dan Irak. "Pendudukan mereka dari negara-negara adalah ilegal karena mereka menyiksa warga yang tidak bersalah atas nama membangun perdamaian," kata Waizi.

Ulama mendesak pemerintah India untuk kembali ke kebijakan Nehruvian (NAM) Non Alignment Movement dan tidak harus menjadi bagian dari setiap sumbu kekuasaan. "Pemerintah sedang bermain di tangan Amerika. Pemerintah harusnya memastikan bahwa setiap pembicaraan yang diadakan pada pijakan yang sama.  Mereka harus bertahan pada kebijakan NAM  untuk menjaga eksistensi damai," kata Maulana Jahangir Qasmi, seorang ulama Muslim.

Para ulama, bagaimanapun, membantah bahwa mereka telah memberikan panggilan untuk membakar patung Obama. "Kami hanya telah mengeluarkan banding menentang kunjungan Presiden AS Barack Obama sementara kita belum melihat banyak perubahan dalam kebijakannya dari masa lalu. Nada tersebut mungkin telah melunak  sedikit tapi tetap saja mereka mengejar agenda mereka sendiri untuk membentuk pangkalan di berbagai belahan dunia," ujar Jawwad.

Para ulama telah menentang AS di masa lalu juga ketika dilakukan acara berbuka puasa Ramadhan yang diselenggarakan oleh kedutaan besar AS di Lucknow dihadapkan dengan aksi protes dengan kekerasan. Sebagian besar ulama telah memboikot acara berbuka puasa yang dipandu oleh petugas kedutaan AS Uzra Syed di hotel Clarks Awadh. Masalah penolakan visa oleh AS untuk Wakil Presiden All India Muslim Personal Law Board  (AIMPLB), Maulana Kalbe Sadiq, masih segar dalam benak para ulama. (iw/nk/abn) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon