Arab Saudi bukan satu-satunya yang mendanai bangunan Masjid di Norwegia. Dalam pertarungan untuk memenangkan hati Muslim Eropa dengan versi Islam yang sangat ekstrimis konservatif, Iran juga mendanai Masjid-masjid dan mengirimkan sejumlah imam ke sana. Kaum Syiah di Norwegia dipersiapkan untuk beraksi.
"Imam di sini berasal dari Iran. Mereka menerjemahkan Al-Qur'an untuk kami dan mengajarkan aturan agama ke orang-orang. Mereka juga memberikan bimbingan dalam situasi sosial," ujar Ali Reza Moaddeli.
Dia adalah anggota dewan di Pusat Imam Ali Norwegia di Oslo, sebuah Masjid dengan sekitar 200 anggota. Masjid ini terkait dekat dengan teokrasi Iran dan beberapa kali dalam setahun mendapatkan imam yang dipilih dan dikirimkan ke sana oleh teokrasi Iran.
Para imam tinggal di dalam sebuah kamar di masjid saat mereka berada di Norwegia. Mereka berasal dari organisasi misi Ahlul Bait, sebuah lembaga Muslim Syiah yang dikepalai oleh pemimpin agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Organisasi inilah yang membeli lokasi Masjid di Tveita, Oslo, pada tahun 2005.
Tiga sumber mengatakan pada NRK tentang hubungan dekat antara beberapa Masjid di Oslo dan Iran dan pesan apa yang disampaikan ke Muslim Norwegia. Tidak satu pun dari sumber-sumber itu yang mau disebut namanya, dua karena takut akan keselamatan mereka, dan yang satu karena dia tidak mau merusak hubungan dengan rezim Iran.
"Pusat Imam Ali memiliki imam-imam dari Iran yang mempromosikan sikap yang tidak kita inginkan di Norwegia. Seorang imam di Masjid ini yang saya ajak bicara mengatakan bahwa penentangan Iran dipengaruhi oleh Zionis. Dia menggunakan contoh bahwa ketika kaum wanita mempersoalkan kaum pria yang memukuli istri mereka, itu adalah inflitrasi Yahudi," ujar salah satu sumber itu.
Website Pusat Imam Ali terhubung ke situs-situs Iran dengan konten anti-Semit.
Banyak dari mereka yang datang ke Masjid itu tidak tahu tentang hubungan dekat yang dimilikinya dengan teokrasi Iran, ujar sebuah sumber. Dia berpendapat Iran berusaha untuk mengeksploitasi jamaah Masjid.
"Para imam dipilih melalui saluran-saluran yang bijaksana. Seleksi ketat ini untuk memastikan bahwa mereka tidak akan mengatakan apapun yang bertentangan dengan kebijakan Iran. Iran mengirimkan para imam yang loyal dan menyampaikan pesan mereka. Mereka mengeksploitasi jiwa-jiwa terluka yang mencari kenyamanan dan penerimaan," ujar sumber tersebut.
Sebuah sumber lain mengatakan, "Para imam dikirimkan ke sini untuk menyebarkan sikap Iran. Peran relijius mereka adalah alasan untuk menyampaikan sebuah pesan permusuhan terhadap Barat. Meskipun mereka berceramah mereka mempersiapkan pendengar mereka secara ideologis, sehingga di masa depan mereka bersedia melakukan aksi teroris jika diperintahkan." (rin/ie) www.suaramedia.com














