Keputusan yang sudah lama ditunggu itu berasal dari sebuah kasus di bulan Januari 2009, ketika seorang murid perempuan diberitahu bahwa dia tidak boleh mengikuti kursus perawatan anak selama satu tahun jika dia tetap memakai niqab.
"Untuk mengeluarkan seorang murid dari kelas hanya karena dia mengenakan niqab tanpa mempertimbangkan kondisi spesifik untuk partisipasinya, bertentangan dengan pemahaman Ombudsman Kesetaraan tentang hukum diskriminasi," ujar ombudsman Katri Linna dalam sebuah pernyataan.
Dalam kampanye pemilihan umum awal tahun ini, ketua Partai Liberal dan Menteri Pendidikan Jan Bjoerklund menggunakan kasus tersebut sebagai contoh ketika memohon untuk sebuah regulasi yang memudahkan kepala lembaga untuk melarang kaum wanita mengenakan kain penutup wajah di sekolah mereka.
Pada hari Rabu, Perdana Menteri Fredrik Reinfeldt, dari Partai Moderat, mengatakan tidak akan mengomentari keputusan ombudsman, tapi merujuk pada komentar Bjoerklund sebelumnya.
"Tujuannya adalah untuk memberikan sinyal bahwa kami pikir para guru, dalam peran mengajar mereka, harus melakukan kontak langsung dengan murid mereka," ujar Reinfeldt.
Murid yang bersangkutan dalam kasus itu diizinkan untuk menyelesaikan programnya sambil menunggu keluarnya keputusan.
"Pelapor telah menyelesaikan pendidikannya. Diragukan bahwa dia didiskriminasi dalam pengertian hukum," ujar Linna dalam pernyataan terpisah di websitenya.
Ombudsman menambahkan bahwa dia memutuskan untuk tidak membawa kasus itu ke pengadilan atau mengambil tindakan atas kota Stockholm, yang mengelola lembaga pendidikan yang dihadiri oleh murid itu.
Linna menekankan bahwa murid tersebut telah menyelesaikan pendidikannya dengan nilai bagus, bergaul baik dengan staf dan murid lain dan memperlihatkan bahwa niqabnya bukan hambatan untuk mengikuti pelajaran. (rin/aby) www.suaramedia.com
- Tonjolkan Multi-Kultur, Gadis Muslim Menangkan Lomba Poster
- "Lima Menara Masjid New York" Resahkan Warga AS
- EMRC: Masjid London Berhasil Lawan Kekerasan Politik
- Oklahoma Peralat Amandemen Pertama Targetkan Muslim
- Bagaimana Jika Muslim di Balik Peledak Hari Thanksgiving?














