Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Keuangan Islam, Bentuk Baru Penyalahgunaan Perbankan?

E-mail Cetak PDF

DUBAI (Berita SuaraMedia) – Di hadapan industri keuangan, keuangan Islami telah menjalani krisis yang sudah terjadi. Sementara beberapa institusi keuangan yang mematuhi hukum Islam, atau Syariah, telah menggoyang industri tersebut sebagai sebuah keseluruhan telah berlanjut untuk memperluas dalam hal aset di bawah manajemen.

Namun di samping yang nampaknya berprospek baik, industri keuangan Islami diklaim terlibat dalam sebuah perdebatan internal yang memanas tentang masa depan keuangan Islam.

Beresiko pada bentuk dan sifat dari industri $ 1.000 milyar yang telah melihat pertumbuhan yang ekstrim dan inovasi selama sepuluh tahun terkhir, dengan produk-produk yang berjangkauan dari pendanaan Islami yang berjangkauan mengurangi fluktuasi sampai pada struktur saham yang rumit.

Bagaimanapun juga, banyak tokoh industri tersebut telah menjadi semakin khawatir bahwa pertumbuhan yang merata dan inovasi yang gegabah telah menyebabkan sektor tersebut kehilangan jalannya dan terlalu dekat menirukan keuangan konvensional – mematuhi bentuk syariah namun tidak hakekatnya.

"Industri tersebut berada di sebuah persimpangan jalan," Harris Irfan, pimpinan produk Islami di Barclays Capital, mengakui hal tersebut. "Baik itu kita dapat terus berlanjut menirukan keuangan konvensional di dalam sebuah cara Islami, atau dapat bergerak maju lebih murni berstruktur Islami yang lebih mendekati mematuhi jiwa Islam."

Salah satu dari tanda-tanda kekhawatiran datang pada awal tahun 2009 ketika Sheikh Taqi Usmani, salah satu dari ulama terkemuka dari industri tersebut, mengutuk beberapa struktur saham Islami yang "layak". Sejak saat itu, tokoh industri yang lain telah mengutuk produk tersebut seperti derivatif Islami, karena secara temurun tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah – seperti persyaratan untuk pembagian resiko dan transaksi yang berdasarkan aset.

Bahkan produk yang sederhana dan sudah terkenal berdiri, seperti rekening giro Islami, telah dikritisi oleh tokoh-tokoh keuangan Islami yang lebih ketat. Dalam teorinya, para penabung di bank-bank Islami berbagi dalam resiko pinjaman yang dibuat oleh bank menggunakan uang mereka, dan seharusnya membuat sebuah pengembalian atau kerugian berdasarkan pada hasil-hasil dari bank tersebut.

Dalam praktiknya, para penabung sering dijamin sebuah kembalian yang pasti karena "penahan dampak keuntungan", dan sebagian besar undang-undang pemerintah sebagai sebuah penghambat tambahan. Selama krisis tersebut banyak bank-bank Islami kehilangan uang mereka, namun tidak satu penabung pun yang mengalami kerugian apapun – kutuk bagi beberapa pakar.

"Saya tidak setuju dengan para partisipan industri yang berusaha untuk secara Islam merancang ulang dan mensimulasi segala hal di dalam keuangan barat dan konvensional," kata Jawad Ali, rekanan pengaturan Timur Tengah dan deputi pimpinan global keuangan Islami di King & Spalding, perusahaan hukum.

"Jika kita hanya melanjutkan untuk menirukan produk-produk konvensional, industri keuangan Islami kemungkinan akan gagal di dalam jangka waktu panjang karena hal ini semata-mata bukanlah sebuah industri yang dapat dilakukan," ia berpendapat. "Ini adalah saatnya untuk bertanya apakah industri keuangan Islami adalah sebuah tipuan, atau apakah kita harus mengubahnya, dan kemungkinan memenuhi untuk beberapa orang namun menawarkan sebuah industri keuangan alternatif."

Di luar banyaknya kritisi yang terkadang bahkan lebih tajam. Dalam sebuah buku baru, Ali Allawi, seorang akademisi dan mantan menteri pertahanan Irak, mendamprat "tipuan berseni tinggi" yang mengatasnamakan perbankan Islami.

Namun banyak para eksekutif perbankan Islami, para pengacara dan para cendikiawan lebih positif, menunjukkan bahwa ketidaksetujuan adalah sebuah produk yang wajar dari banyaknya perbedaan pendapat keagamaan dan sekolah-sekolah pemikiran di dunia Muslim.

Afaq Khan, pimpinan Saadiq, cabang Islami dari Standard Chartered, mengatakan bahwa ia telah bekerja di daam industri keuangan Islami selama hampir dua dekade dan menunjukkan bahwa "pencarian jiwa bukanlah suatu hal yang baru".

Khan menambahkan: "Selalu ada orang-orang yang mengatakan bahwa kita terlalu konservatif atau terlalu lembut, namun itulah sebuah peranti permanen dari industri. Kita harus tinggal di dunia nyata dan yang memaksa beberapa kompromi. Kita tidak tinggal di sebuah ekonomi yang benar-benar Islami, dan para pengatur hanya akan memberikan kita beberapa kelonggaran."

Ia mengatakan bahwa produk-produk dan jasa industri tersebut mirip dengan produk dan jasa industri konvensional sebagain besar karena bank-bank Islami dikerjakan oleh para eksekutif dengan latar belakang keuangan konvensional. "Seiring industri tersebut mematang, akan semakin memiliki identitasnya sendiri."

Memang, perdebatan internal nampaknya telah melakukan sedikit peredaman pertumbuhan industri tersebut. Sementara bank-bank telah menjauh dari struktur saham Islami yang dikritisi oleh Usmani, para pelanggan Muslim telah menarik sedikit perhatian pada perdebatan tentang bagaimana sebenarnya industri menurut syariah tersebut.

"Angka pertumbuhan industri tersebut kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh perdebatan tersebut," Irfan mengatakan. "Kami telah mencapai sebuah tahapan di mana ada begitu banyak momentum yang dituntun oleh tuntutan di balik keuangan Islami hal tersebut dapat benar-benar meledak, walaupun prtumbuhan fase baru ini  akan menjadi sebuah fungsi penerimaan inisiatif stadarisasi."

Sebagian besar orang dalam mengakui bahwa keuangan Islami kemungkinan akan secara signifikan berkembang selama satu dekade ke depan, bekerjasama dengan keduanya, kekhawatiran kritisi dan kompromi pragmatis.

Masih tetap terlihat apakah dampak tersebut akan menjadi sebuah kompromi yang kacau yang pada akhirnya dapat membahayakan kredibilitas keuangan Islami dengan Muslim, atau sebuah hasil yang merancang tahapan untuk pertumbuhan.

"Banyak kerja yang bagus yang telah dilakukan, namun banyak pekerjaan yang masih tertinggal," Khan mengakui. (ppt/mv) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon