Minggu, 26 Mei 2013

Headlines:

Film Propaganda Jihad Rasuki Kepolisian New York

E-mail Cetak PDF

NEW YORK (Berita SuaraMedia) – Penegak Hukum New York dipertontonkan sebuah film penebar konspirasi yang melebih-lebihkan ancaman dari Muslim Amerika.

Tom Robbins memberitakan bahwa kepolisian New York dipertontonkan sebuah film sensasional penebar konspirasi yang disebut "The Third Jihad" sebagai bagian dari pelatihan kontra terorisme bulan ini.

Film tersebut mengklaim bahwa Muslim Amerika secara rahasia berusaha untuk merusak dan menghancurkan peradaban Barat dari dalam.

Robbins memberitakan bahwa film tersebut terdiri dari 72 menit gambar mengerikan mengenai pembunuhan masal dengan bom di keramaian, membakar bendera Amerika, membakar gereja, dan mullah yang membual-bual.

Semua itu disisipkan di antara sebuah koleksi kesuraman yang berbicara mengatakan kepada kita bahwa ketika kita sedang tidur, Mujahid Internasional menempa horor tersebut telah merancang toko di sini dan dengan diam-diam akan menjalankan urusan mematikannya.

"Ini adalah kampanye terakhir di dalam tawaran 1.400 tahun dominasi dunia Muslim, kami memberitahukan," laporan tersebut mengatakan.

"Dan sementara kita kemungkinan berpikir bahwa ada beberapa para pemimpin dan organisasi Muslim yang sangat masuk akal di AS, itu hanyalah umpan yang dikirim ke tengah perjalanan kita."

"Orang-orang Amerika diberitahu bahwa sebagain besar kelompok Muslim arus utama adalah moderat, kata narator film tersebut, "ketika pada faktanya Anda melihat sedikit lebih dekat, Anda akan melihat sebuah kenyataan yang sangat berbeda. Salah satu dari taktik utama mereka adalah penipuan."

"The Third Jihad" diproduksi oleh Clarion Fund, kelompok bayangan yang mengirimkan melalui surat ribuan DVD film pertamanya, "Obsession: Radical Islam's War Against the West" kepada para pemilih negara bagian pada tanggal 2008.

Clarion Fund memiliki suatu hubungan dengan organisasi sayap kanan Israel Aish Ha Torah.

"Setelah film tersebut berakhir, saya berpikir, 'Apa itu tadi?'," kata seorang polisi yang menonton film tersebut di sebuah fasilitas pelatihan yang digunakan oleh departemen tersebut di Coney Island. "Film tersebut secara absurd memihak. Film tersebut hanya membuat Muslim terlihat seperti musuh. Film ini adalah propaganda langsung."

Menanggapi penyelidikan dari Robbins, Departemen Kepolisian New York menyadari bahwa The Third Jihad "aneh sekali" dan "tidak layak untuk pelatihan kontra-terorisme" seperti yang dikatakan deputi komisaris Paul Browne. Masih belum jelas ide siapa film tersebut dipertontonkan.

Browne mengatakan bahwa informasinya adalah film The Third Jihad dipertontonkan hanya "beberapa waktu ketika para petugas kepolisian tersebut mengisi dokumen kerja sebelum pekerjaan yang sebenarnya dimulai."

Polisi yang berbicara kepada kantor berita the Voice mengatakan bahwa penayangan tersebut sedikit lebih resmi dari itu: "Instruktur memperkenalkan dilm tersebut dengan sebuah peringatan bahwa beberapa orang menganggapnya menyinggung," ia mengatakan. (ppt/sln/vv) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon