Pertama, korban mereka seringkali adalah warga sipil Muslim sendiri. Ini adalah masalah nyata bagi Al Qaeda karena Al-Qur'an melarang pembunuhan atas warga sipil maupun sesama Muslim. Mulai tahun 2003, ini bisa terlihat paling dramatis di Irak, di mana bom bunuh diri membunuh ribuan warga Irak.
Bagi kelompok yang mengklaim bahwa mereka membela kaum Muslim, ini tidaklah mengesankan. Semua ini menciptakan pengakuan awal di kalangan Muslim bahwa virus ideologis yang lepas pasca 9/11 dan serangan teror di London dan Madrid adalah virus yang sama yang sekarang menimbulkan malapetaka di dunia Islam.
Kedua, Al Qaeda dan sekutunya tidak menawarkan visi positif di masa depan. Kita tahu apa yang dilawan bin Laden, tapi sesungguhnya untuk apa? Jika ditanya, dia akan mengatakan pengembalian kekhalifahan. Dengan itu, dia tidak bermaksud pengembalian sesuatu seperti khalifah terakhir, Kekaisaran Ottoman, pemerintahan yang relatif rasional, tapi pengenaan teokrasi ala Taliban mulai dari Indonesia sampai Maroko. Mayoritas Muslim tidak menginginkan hal itu. Banyak Muslim yang mengagumi bin Laden karena dia "menantang" Barat, tapi itu bukan berarti mereka ingin hidup di dalam utopianya yang muram.
Ketiga, militan tidak mampu mengubah diri mereka sendiri menjadi gerakan politik massal yang murni karena ideologi mereka mencegah mereka dari membuat kompromi dunia nyata yang akan memungkinkan mereka untuk terlibat dalam politik normal. Keluhan politik pokok bin Laden, yaitu kehadiran militer AS dalam skala besar di Arab Saudi, berakhir di tahun 2003, meski demikian bin Laden tidak pernah mengakui perubahan itu. Untuk memuaskan tuntutan politiknya akan melibatkan pembasmian semua pengaruh Amerika di dunia Muslim, penghancuran Israel, penggulingan setiap rezim Timur Tengah, pemutaran kembali India dari Kashmir, pemasangan rezim Taliban di Afghanistan dan Pakistan, pengakhiran setiap pemilu demokratis di dunia Islam, dll.
Keempat, militan terus menambah daftar musuh mereka, termasuk setiap Muslim yang tidak memiliki pandangan dunia yang seperti mereka. Al Qaeda mengatakan bahwa mereka menentang semua rezim Timur Tengah, Syiah, sebagian besar negara Barat, Yahudi dan Kristen, pemerintah India, Pakistan, Afghanistan, dan Rusia, sebagian besar organisasi berita, PBB, dan organisasi non-pemerintah. Memiliki dunia sebagai musuh tidak pernah menjadi strategi kemenangan. (rin/gm) www.suaramedia.com













