Berbicara di Qatar awal minggu ini, Hersh mengklaim bahwa McChrystal dan anggota komunitas operasi khusus saat ini adalah anggota Knights of Malta dan Opus Dei, keduanya organisasi Katolik, menurut blog Foreign Policy.
"Mereka tahu apa yang mereka lakukan dan ini bukan sikap khas militer, ini adalah perang salib, yang sesungguhnya," ujar Hersh.
"Mereka melihat diri mereka sendiri sebagai pelindung umat Kristen. Mereka melindungi umat dari kaum Muslim seperti di abad ke-13. Dan ini merupakan fungsi mereka."
Hersh memenangkan Penghargaan Pulitzer di tahun 1970 karena menyingkap pembantaian My Lai di Vietnam dan penyembunyian yang dilakukan oleh militer setelah itu.
Tapi juru bicara McChrystal, David Bolger, mengatakan bahwa Hersh kelewatan kali ini.
"Tuduhan yang baru-baru ini dilontarkan oleh Seymour Hersh terkait keterlibatan Jenderal McChrystal dengan sebuah organisasi yang disebut Knights of Malta adalah sepenuhnya salah dan tanpa didasarkan pada fakta," ujar Bolger. "Jenderal McChrystal bukan dan tidak pernah menjadi anggota dari organisasi tersebut."
Sebelum menjadi komandan AS di Afghanistan, McChrystal menjabat sebagai kepala Komando Operasi Khusus Gabungan.
Seorang juru bicara Opus Dei mengatakan bahwa kelompoknya ditujukan untuk membantu umat Kristen menemukan Tuhan, bukan memerangi Islam.
"Kami memiliki sejumlah kegiatan. Kelas untuk doktrin Kristen, mengajarkan orang-orang tentang agama Katolik, dan ada kelas tentang bagaimana menjalani keyakinan itu dalam kehidupan sehari-hari," ujar juru bicara David Gallagher.
Opus Dei digambarkan dalam "The Da Vinci Code" sebagai masyarakat rahasia, tapi Gallagher mencatat bahwa kelompok itu memiliki sebuah website dan kantor di Manhattan.
"Saya rasa mereka tidak terlalu rahasia," ujarnya.
Hersh mengatakan memiliki bukti yang mendukung klaimnya tapi dia menolak untuk memberikan karena dia sedang menulis sebuah buku yang akan menyentuh subyek itu dan mengungkapkan bukti-bukti sebelum bukunya diterbitkan akan tidak etis.
Dia menambahkan bahwa mustahil berada di sekitar pasukan operasi khusus dan tidak memperhatikan seberapa relijiusnya mereka. (rin/st) www.suaramedia.com













