Minggu, 19 Mei 2013

Headlines:

Perilisan Tragedi 7 Juli Dikhawatirkan Berujung Aksi Anti-Muslim

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Seorang mantan anggota parlemen Leeds mengungkapkan ketakutan pemerintah akan balasan terhadap warga Muslim kota setelah identitas dari pengebom 7 Juli dirilis.

John Battle mengatakan bahwa dia dibangunkan malam itu oleh mantan Menteri Dalam Negeri Charles Clarke. Dia disuruh untuk langsung pergi ke Leeds dalam kasus kekerasan, tapi menemukan bahwa orang-orang di sana ternyata tetap tenang.

Battle mengatakan, "Terjadi kepanikan ketika terungkap bahwa orang-orang itu telah dibunuh oleh warga dari tempat kita sendiri, ada ketakutan bahwa akan dilakukan pembalasan."

"Aku kembali ke Leeds dan berpikir bahwa apa yang mendorongku saat itu mungkin adalah adanya ketakutan di Departemen Dalam Negeri bahwa warga Leeds di semua komunitas akan marah dan aku diminta untuk memastikan agar orang-orang tidak memecahkan jendela-jendela, membakar Masjid, dan berunjuk rasa di jalan-jalan."

"Aku kembali dan yang ada adalah ketenangan. Warga Leeds sebenarnya adalah orang-orang yang sangat praktis dan tenang."

"Sejauh yang aku ketahui, terdapat satu atau dua batu yang dilemparkan ke sebuah Masjid setempat, tapi selain itu tidak ada kekerasan yang mereka kira akan terjadi di London."

"Orang-orang menanggapi dengan tenang dan saling membantu."

Battle berbicara ketika penyelidikan ke dalam kematian korban serangan 7 Juli di London enam tahun lalu hampir mencapai akhir.

Pada tanggal 7 Juli 2005, serangkaian pengeboman beruntun terjadi di sistem transportasi umum London. Terjadi empat ledakan, dengan tiga di kereta bawah tanah London dan satu di dalam sebuah bus. Tiga bom meledak di bawah tanah pada pukul 8:50 pagi dan bom di dalam bus meledak satu jam kemudian.

Penyelidikan oleh otoritas Inggris mengungkapkan bahwa empat pengebom bunuh diri bertanggung jawab atas serangan tersebut. Awalnya dilaporkan bahwa keempat pria itu adalah warga negara Inggris keturunan Pakistan, tapi kemudian terungkap bahwa salah satu dari pengebom hampir dipastikan sebagai Lindsey Germaine, seorang pria kelahiran Jamaika.

Pada tanggal 13 Juli 2005, tiga pengebom berhasil diidentifikasi oleh polisi: Habib Hussain, 19; Shehzad Tanweer, 22; dan Mohammed Sadique Khan, 30. Tiga dari keempat pelaku berasal dari West Yorkshire. Keempatnya diidentifikasi dari CCTV di Stasiun King’s Crossing pada pukul 8:30 pagi tanggal 7 Juli 2005 membawa tas ransel yang kemungkinan besar berisi bom. Selain itu, bukti signifikan seperti berkas identitas milik tersangka ditemukan di lokasi pengeboman. (rin/bbc/gs) www.suaramedia.com

Sejarah Islam

Husen Bin Salam, Pendeta Yahudi Dengan Panggilan Islam Dihatinya
Ketika pertama kali mendengar kedatangan Nabi, H...More »

Berita Gadget Terkini

Apple Ingin Lepas Ketergantungan Terhadap Samsung
Dilansir BGR, analis teknologi dari firma RBC Ca...More »

Keajaiban Dunia

Sejarah Seribu Satu Malam Terancam Serangan Turis
Benteng tersebut membuka sejarah Irak ribuan tah...More »

Otomotif Terbaru

Zoe, Mobil Cantik Besutan Perusahaan Kosmetik
Sistem sirkulasi udara pada mobil tersebut, memb...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon