Sekarang pemain kriket legendaris Pakistan ini mendukung sebuah kampanye untuk mempromosikan nilai-nilai Inggris ketika pemerintah Inggris berusaha mencegah sebuah serangan teror pada Olimpiade London 2012.
Ahmed yang seorang Muslim adalah teladan bagi banyak pemuda Pakistan dan dipandang mampu menjangkau orang-orang di Inggris maupun di negara asalnya yang mungkin rentan untuk teradikalisasi.
"Tidak ada yang saling menghina agama atau kebudayaan orang lain di sini," ujarnya dalam sebuah video YouTube untuk Departemen Luar Negeri.
"Hal paling penting di Inggris adalah orang-orang membiarkanmu melakukan apa yang ingin kau lakukan."
Ahmed, yang lahir di Punjab dan sekarang berusia 40 tahun itu, juga mengungkapkan bagaimana bekas teman setimnya biasa membantunya menjalankan agama.
"Aku ingat ketika masih bermain kriket profesional untuk Somerset, timku biasanya memberitahuku ketika telah masuk waktu sholat, dan menawarkan untuk mampir di suatu tempat agar mereka bisa minum kopi dan aku menunaikan sholat," ujarnya. "Jika ada orang-orang seperti itu di sekelilingmu, dan kebudayaannya, aku rasa orang tidak akan memiliki masalah. Orang Inggris memiliki hati yang sangat terbuka, kau tahu bahwa mereka bisa menerima kebiasaanmu."
Ahmed ditunjuk sebagai pelatih untuk tim kriket Inggris di tahun 2008.
Dia memaparkan dalam klip YouTube itu bagaimana keyakinannya semakin kuat selama karir internasionalnya setelah mantan pemain kriket Pakistan lain menyarankannya melakukan itu untuk mencari kedamaian.
Dalam pesannya kepada para pemuda Muslim, dia menambahkan, "Tolong, kita hidup di sebuah negara, Inggris, kita sholat lima waktu, ada Masjid. Kebebasan itu ada."
Ahmed bermain untuk Sussex, Surrey, dan Somerset di sirkuit wilayah.
Departemen Luar Negeri merilis video itu hari ini, dengan kurang dari 500 hari menuju Olimpiade 2012. Itu adalah satu dari serial yang diproduksi untuk menyoroti masyarakat multiagama Inggris yang toleran.
Selebritas lain yang telah merekam pesan mereka termasuk peraih medali emas paralimpik Tanny Gre-Thompson, Camila Batmanghelidjh, yang mendirikan Kids Company, dan pembaca berita Zeinab Badawi. (rin/tl) www.suaramedia.com














