Abraham Werner, yang meninggal di Brisbane pada tahun 1989, meninggalkan warisan yang mana warisan tersebut dianggap diskriminatif di beberapa negara bagian.
Pelaksana wasiat harta peninggalan tersebut, Perpetual Trust, telah mengupayakan sebuah perintah pengadilan untuk memperbolehkan harta warisan tersebut dibagikan di luar persyaratan ketatnya.
Warisan Werner yang dihibahkan berjumlah hampir $ 700.000 dengan persyaratan bahwa pelaksana warisan tersebut "pertama memperhitungkan anak yatim piatu miskin dari keturunan Asia tanpa ada kerabat manapun."
Persyaratan lebih jauh adalah uangnya tersebut tidak diberikan kepada penganut atau orang yang taat pada Islam, mereka yang tidak sedang dalam "kesehatan yang baik dan secara mental dianggap berintelektual baik dan bersikap baik" atau kepada siapapun yang lebih tua dari 21 tahun.
Ia juga berharap bahwa dananya tersebut tidak diberikan kepada siapa saja yang terlibat di dalam "penggunaan atau memasarkan bentuk apapun atau obat candu" dan bahwa penerima warisan tersebut "harus berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik atau sedang berusaha belajar berbicara bahasa Inggris dalam dua tahun."
Werner, yang berasal dari Belanda, tidak pernah menikah ataupun memiliki anak.
Ia mendonasikan tubuhnya untuk ilmu pengetahuan.
Di dalam dokumen yang diajukan bulan lalu di Mahkamah Agung di Brisbane, Perpetual Trust mengatakan bahwa antara tahun 1991 dan 2001 pihaknya mengatur untuk memberikan dana tersebut kepada badan amal yang jatuh di dalam persyaratan Werner.
Namun pada tahun 2002, pengacara menasihati organisasi tersebut bahwa kriteria yang mereka ajukan atas nama Werner dapat secara hukum menjadi tidak sah di tiga negara bagian Australia dan Kawasan Ibukota Australia (Australia Capital Teritory – ACT).
Para pengacara mempertimbangkan pengecualian dari persyaratan "para penganut Islam" dianggap tidak sah di Tasmania, Australia Barat, ACT dan kemungkinan tidak sah di New South Wales.
Andrew Thomas, dari Perpetual Trust, menulis dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa organisasi tersebut "memiliki kesulitan dalam mengidentifikasikan manfaat potensial karena pihaknya tidak dapat mengiklankan untuk aplikasi mengingat sifat diskriminatif dari kriteria yang diaplikasikan".
"Badan-badan amal yang membantu anak-anak yang kurang beruntung tidak dapat memberikan bantuan apapun untuk Perpetual Trust ketika baik itu mereka tidak dapat membedakan antara individu tentang kriteria seperti yang dirancang di luar warisan tersebut, atau tidak dipersiapkan untuk demikian," Thomas mengatakan.
Ia mengatakan bahwa organisasi tersebut berhenti membagikan dana Werner di tahun 2005.
Hampir $600.000 yang masih tersisa di dalam warisan tersebut.
Dokumen pengadilan mengusahakan sebuah perintah dari penagdilan untuk memperbolehkan Perpetual Trust membagikan sisa dari uang Werner ke Smith Family.
Perpetual Trust mengatakan bahwa badan amal kemudian akan memberikan uangnya dalam sebuah cara sedekat mungkin dengan wasiat Werner.
Thomas mengatakan bahwa dana Werner tersebut akan diberikan kepada sebuah program The Smith Family yang beroperasi untuk membantu anak-anak kurang beruntung.
"Negosiasi dengan The Smith Family ... dikonfimrasikan bahwa pihaknya tidak mampu mengkonfirmasi agama anak-anak dari program tersebut dan bukan merupakan praktiknya untuk mengumpulkan informasi semacam itu," ia mengatakan.
"Perpetual Trust mempertimbangkan bahwa pihaknya sekarang tidak memiliki pilihan lain kecuali membuat aplikasi tersebut ke pengadilan untuk sebuah perintah memberlakukan pemasukan dari yayasan sedekat mungkin."
Kasus tersebut telah ditunda akan kembali ke pengadilan pada sebuah tanggal yang ditentukan. (ppt/bt) www.suaramedia.com














