Denmark (SuaraMedia) Menteri Waqaf dan Urusan Agama Palestina, DR. Thalib Abu Syaer mengecam kebijakan pemerintah Belanda yang mengizinkan pemutaran film kartun Pornografi yang menghina istri-istri Nabi Muhammad SAW yang diputar di salah satu setasiun televisi.
Dalam surat keteranganya yang dilansir media palestina Abu Syaer juga mengecam pemerintah Denmark yang memberi izin peluncuran film Fitna ke pasaran. Ia menganggap sejumlah pemerintah Eropa sengaja menyebarkan film-film semacam ini.
Sebelumnya, tersebar tentang karikatur Nabi Muhammad SAW, atas nama kebebasan. Hal ini jelas sebuah penghinaan dan pelecehan terhadap pribadi Rasulallah SAW yang tidak akan pernah diterima kaum muslimin sedunia. Semua ini menunjukan betapa mereka ini sangat benci dan dengki terhadap Islam dan kaum muslimin.
Dia menyatakan, para pedagang Belanda terancam bangkrut menyusul tindakan anggota parlemen kanan Belanda, Geert Wilders yang membolehkan penyiaran film pornografi pada isteri Nabi, bersamaan dengan aksi kaum muslimin yang sedang memboikot produk-produk mereka.
Menteri waqaf meminta semua orang yang terlibat dalam peristiwa ini dituntut atau disidangkan, untuk memberi contoh kepada orang lain. Pada saat yang sama ia mengungkapkan keherananya atas sikap diam dunai Arab dan Islam maupun internasional atas kejahatan ini.
Menteri menyatakan, Apakah telah menjadi hak bagi dunia untuk melecehkan Islam dan umat Islam dengan dalih kebebasan dan hak mengeluarkan pendapat ? sementara kalau ada satu orang Yahudi tersinggung atau atas keyahudianya atau Ratu Belanda mereka tuduh sebagai anti Semit ?."
Dalam pada itu, ia memohon semua umat Islam memboikot semua produk asing, khususnya Denmark dan Belanda. Disamping memnggelar aksi massa untuk memprotes pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ia juga meminta ummat Islam perantauan di Negara-negara Barat menunjukan sikap toleransi ummat Islam terhadap bangsa lain.
Dia menegaskan, sikap diam dunia Islam atas aksi semacam ini akan menambah berani mereka dalam meyebarkan filem sejenis yang menghina pribadi Rasulallah dan tempat suci kita. (ifp) www.SuaraMedia.com














