BBC, dalam program Question Time menampilkan mantan editor Daily Telegraph, Charles Moore, yang menuduh bahwa Dewan Muslim Inggris telah mendorong pembunuhan pasukan Inggris.
Dia mengatakan bahwa Dewan enggan mengutuk pembunuhan dan penculikan dari tentara Inggris di Irak dan Afghanistan, dan bahwa kegiatan tersebut dianggap oleh organisasi ini sebagai "hal yang baik."
Mengikuti siaran tersebut, perusahaan dilaporkan telah membayar £ 30.000 kepada Dewan Muslim Inggris dan memberikan sebuah permintaan maaf lewat website Question Time.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, BBC berkata: "Question Time selalu menampilkan perdebatan yang panas dan luas. Ada saat dimana terkadang perdebatan tersebut menyebabkan ketidakadilan bagi orang-orang yang tidak hadir disana untuk menyampaikan pandangan mereka, dan ini merupakan salah satu dari saat-saat seperti itu. "
Namun, pemimpin-pemimpin BBC menolak sebuah permintaan untuk menayangkan permintaan maaf tersebut melalui televisi ketika acara yang digawangi oleh presenter veteran Sir David Dimbleby tersebut berlangsung.
Pihak dalam BBC mengatakan: "Kami tidak menyepakati untuk menayangkan ucapan permintaan maaf di udara. Itu bukan bagian dari acara ini."
Sebelumnya, MCB yang telah menyampaikan secara resmi surat keluhan kepada BBC setelah siaran pada bulan Maret tersebut dan mengancam tindakan hukum, sehingga perusahaan tersebut menawarkan sebuah permintaan maaf.
Sekjend MCB, Dr. Muhammad Abdul Bari berkata: "Jenis pernyataan seperti ini sangat merusak dan banyak keluhan yang kami terima dari para pendukung Muslim yang mengatakan mereka sangat terganggu dengan komentar-komentar tersebut.
Bahkan, ketika seorang lelaki Inggris bernama Ken Bigley telah diculik di Irak , kami mengirim utusan ke sana untuk memohon pembebasan. Ironisnya, hal ini justru membuat kami dianggap melakukan terorisme di luar negeri."
Question Time direkam satu jam sebelum diudarakan agar pengacara dapat memeriksa konten yang mungkin mengandung fitnah dalam komentar-komentarnya. Dan setelah diperiksa, diyakini bahwa komentar yang dibuat Moore tidak merupakan pelanggaran hukum, memang dianggap provokatif namun tidak melanggar aturan hukum resmi.
Moore, mantan editor di Daily Telegraph, berbicara mengenai protes yang dilakukan umat Islam dalam parade penyambutan tentara Inggris di bulan Maret.
Selama acara tersebut, Moore berkata: "Saya telah pergi ke MCB berkali-kali, dan berkata,"maukah kamu mengutuk pembunuhan dan penculikan dari tentara Inggris di Irak dan Afghanistan?", Dan mereka mengatakan tidak akan. Karena peperangan ini adalah di negara-negara Muslim, mereka tidak akan melakukan hal ini. Mereka melakukan satu hal yang dapat dimengerti dengan baik, mereka bertentangan dengan perang. Itu adalah hal yang sah."
Moore telah berbicara dua hari setelah parade penyambutan Royal Anglian di Luton. Resimen itu terganggu oleh sebuah demonstrasi anti-perang dengan protes Muslim extrimis. Mereka melambaikan papan-papan bertuliskan slogan: "Prajurit Anglian: Penjagal Basrah" dan "Prajurit Anglian: pengecut, pembunuh, extrimis".
Semua panellis mengutuk tindakan pemrotes tersebut, tetapi hanya Moore, yang sekarang menjadi penulis biografi politik, menyebutkan MCB, yang mengatakan pada situs web yang tujuannya adalah untuk bekerja yang lebih mendapat penerangan-penerangan apresiasi Islam dan umat Islam yang lebih luas di masyarakat, sebagai sasaran kritik. (iw/bnn/ns) www.suaramedia.com













