Sura Al-Shawk, warga negara Swiss keturunan Irak berusia 19 tahun, membuat debutnya dalam sebuah liga basket wanita regional dalam musim baru yang akan dimulai bulan depan dan timnya, STV Luzern, telah meminta ijin agar ia dibolehkan mengenakan jilbabnya.
Namun, asosiasi Probasket Swiss pada hari Kamis mengatakan bahwa menurut peraturan Federasi Basket Internasional (Fédération Internationale de Basketball Amateur - FIBA) olahraga itu harus bersifat netral tanpa adanya simbol-simbol relijius yang dikenakan, termasuk jilbab atau penutup kepala apa pun.
"Jika basket adalah prioritas utama, maka peraturan internasional harus dihormati," ujar Probasket seperti yang dikutip oleh harian Swiss, Neue Luzerner Zeitung. "Jika agama menjadi prioritas nomor satu, maka kau tidak boleh main basket."
Diberitakan juga bahwa STV Luzern akan langsung dinyatakan kalah dalam pertandingan jika Al-Shawk bermain di lapangan dengan mengenakan jilbab.
Al-Shawk mengatakan ia terkejut dengan keputusan tersebut, namun belum mengatakan apakah ia akan bermain tanpa jilbabnya.
"Saya benar-benar tidak memahami apa yang sedang terjadi di sini," ujar Al-Shawk. "Saya tidak pernah mengira di negara seperti Swiss ini mengenakan jilbab dalam olahraga akan menimbulkan masalah."
Sementara itu, Lina Almeena, pendiri tim basket wanita pertama di Arab Saudi, Jeddah United Sports (JUS), menyayangkan interpretasi keliru orang-orang atas hubungan agama dengan olahraga. Ia mengingatkan, dalam Islam wanita juga berolahraga, misalnya menunggang kuda, yang merupakan salah satu olahraga yang telah ada sejak zaman dulu.
Ditanya mengenai kesulitan dalam berolahraga karena pakaian yang harus sesuai dengan tuntutan syariah, ia mengatakan tidak ada masalah, "kecuali terasa sedikit lebih panas."
Almeena bercerita tentang Hakeem Olajuwon yang ketika itu sedang menggalang dana untuk komunitas Muslim di Albuquerque, New Mexico. Ia ditanya mengapa penampilan terbaiknya di NBA dulu adalah ketika ia berpuasa di bulan Ramadhan. Ia menjawab itu karena kekuatan puasa.
"Itu sama halnya dengan pakaian kita. Kita merasa sedikit agak panas, tapi itu bukanlah faktor yang mempengaruhi permainan atau penampilan kita. Hanya sebuah keadaan yang merupakan kebiasaan bagi seseorang," katanya menjelaskan.
Olajuwon adalah bintang Houston Rockets yang selalu memimpin dalam perolehan point, rebounds, steals, dan blocked shots. Dulu ia memakai kostum No. 34 dan pensiun pada tahun 2002 setelah berkarier selama 18 tahun.
Selama musim turnamen NBA, Olajuwon selalu berpuasa di bulan Ramadhan. Ia bangun sebelum fajar dan makan tidak lebih dan tidak kurang 7 butir kurma dan minum air putih 1 galon. Setelah itu ia shalat mohon doa agar diberi kekuatan dan tidak makan atau minum hingga terbenam matahari.
Jika ia bermain di pertandingan sore hari, ia pasti kehausan, tapi tetap ia tidak minum walau setetes. Meskipun demikian ia berkata, "Saya merasa badan saya penuh tenaga, meledak. Dan ketika saya berbuka saat matahari tenggelam, air itu rasanya sangat sangat berharga."
Almeena mengatakan, JUS baru saja berkolaborasi dengan WNBA (Women's National Basketball Association) dan NBA (National Basketball Association) dari Amerika, dan komunitas bola basket Yordania, untuk mendapatkan pengalaman dan membangun kerjasama.
"Tahun 2007 adalah tahun kejayaan bagi kami. Kami memenangkan 3 kejuaraan. Juara pertama Free Basketball, juara pertama di The Women's Health Awareness of Gold's Gym, dan juga pada turnamen Princess Sawzyia," kata Almeena. Tahun ini JUS menjadi juara pertama di Cedar International School Tournament. (rin/toi/nbs/nyt/hst/hd) Dikurip oleh www.suaramedia.com















