Dalam sebuah surat dengan kata-kata pedas yang ditujukan pada Menteri Keadilan Skotlandia, Kenny MacAskill, Mueller mengekspresikan kemarahan "pribadi" dan "profesionalnya" atas pembebasan Abdel Baset Al-Megrahi. Salinan surat itu juga dikirimkan kepada keluarga korban.
Karena belas kasihan dan karena Al Megrahi menderita kanker prostat stadium akhir, MacAskill memerintahkan pembebasan dan pemulangannya ke Libya.
Tahun 2001, Al Megrahi, 57, seorang mantan agen intelijen, divonis penjara seumur hidup dengan dakwaan menjadi dalang peledakan pesawat Pan America yang menewaskan seluruh penumpang berjumlah 259 orang dan 11 orang yang berada di darat di kota kecil Lockerbie, Skotlandia, di mana puing-puing pesawat itu jatuh.
"Saya tidak akan mengomentari tindakan yang diambil jaksa penuntut lain," ujar Mueller, yang menjadi asisten pengacara yang bertanggung jawab melakukan penyelidikan atas Megrahi.
"Keputusan anda untuk membebaskan Al Megrahi membuat saya melanggar pernyataan saya sendiri untuk kasus ini. Saya melakukannya karena saya sangat mengenal fakta-fakta dan hukum dari kasus ini. Dan saya melakukannya karena saya merasa sangat marah terhadap keputusan anda, yang diambil atas dasar belas kasihan," ujar Mueller.
Ketua FBI itu mengatakan pembebasan pada hari Kamis itu "tidak dapat diterima dan mencederai keadilan. Tindakan anda benar-benar telah mencemooh peraturan hukum."
Surat Mueller ditulis pada hari Jumat dan dipublikasikan hari Sabtu.
Mueller kemudian mengatakan bahwa membebaskan seorang terdakwa peledakan akan memberikan kenyamanan bagi teroris di seluruh dunia yang kini meyakini bahwa seperti apa pun kualitas penyelidikan, mereka akan dibebaskan oleh "belas kasihan" seseorang.
Edinburg langsung membalas respon sengit FBI atas pembebasan pengebom Lockerbie itu pada hari Sabtu, mengatakan bahwa pembebasan atas dasar belas kasihan mungkin hal yang aneh bagi AS namun itu merupakan bagian dari sistem peradilan Skotlandia.
Juru bicara pemerintah Skotlandia mengatakan keputusan itu dicapai setelah melalui prosedur yang benar dan Megrahi akan tetap meninggal sebagai seorang terdakwa.
"Menteri Keadilan sampai pada keputusannya berdasarkan proses hukum Skotlandia, bukti-bukti yang jelas, dan rekomendasi dari dewan terhormat dan gubernur penjara," ujarnya.
"Pembebasan atas dasar belas kasihan bukan bagian dari sistem peradilan AS tapi merupakan bagian dari sistem Skotlandia," tambahnya.
"MacAskill telah berkonsultasi dengan banyak pihak. Ia berbicara dengan keluarga korban di AS, pengacara umum AS, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, dan banyak lagi." Pemerintah AS mengatakan pada MacAskill bahwa meskipun mereka menentang praktik transfer tahanan maupun pembebasan atas dasar belas kasihan, pilihan kedua lebih dapat diterima, ujar juru bicara tersebut.
"Mueller pernah terlibat dalam kasus Lockerbie, dan karena itu ia memiliki sudut pandang yang kuat, namun ia juga harus sadar bahwa sementara banyak keluarga korban yang menentang keputusan MacAskill banyak juga keluarga lain yang mendukung."
MacAskill menolak pilihan transfer tahanan yang dinegosiasikan oleh pemerintah Inggris dan Libya.
"Megrahi telah dikirim kembali ke Libya untuk meninggal sebagai seorang terdakwa."
Sementara itu, Lord Mandelson membantah klaim bahwa pembebasan Megrahi terkait dengan sebuah kesepakatan perdagangan. Klaim tersebut dilontarkan oleh Seif Al Islam, putra pemimpin Libya, Kolonel Gaddafi, dalam sebuah wawancara televisi.
Ia mengatakan, "Dalam semua kontrak dagang, untuk minyak dan gas dengan Inggris, Megrahi selalu menjadi bagian dari negosiasi. Semua kepentingan Inggris terkait dengan pembebasan Abdel Baset Al Megrahi."
Klaim tersebut dibantah oleh Departemen Luar Negeri, dan diikuti dengan respon marah dari Menteri Perdagangan.
"Pernyataan seperti itu tidak hanya salah tapi juga sangat menyinggung," ujar Lord Mandelson.
Ia mengatakan telah bertemu dengan Kolonel Gaddafi dua kali tahun lalu, dalam dua pertemuan itu ia telah mengangkat isu Megrahi.
"Mereka mendapat respon yang sama dari saya yaitu bahwa isu pembebasan tahanan adalah sepenuhnya urusan Menteri Keadilan Skotlandia," ujar Lord Mandelson.
"Itulah yang terjadi dan itulah yang dipahami dengan baik."
Di Libya, Kolonel Gaddafi bertemu dengan Megrahi dan memuji pemerintah Skotlandia atas "keberanian" mereka membebaskannya.
Ia berterima kasih pada "teman-teman" negaranya di Partai Nasionalis Skotlandia atas pembebasan awal itu. Megrahi menderita kanker stadium akhir dan divonis hidupnya tinggal tiga bulan lagi atau kurang.
Megrahi adalah satu-satunya orang yang didakwa atas serangan tersebut. Ia selalu membantah keterlibatannya dalam peledakan dan mengatakan pada The Times bahwa ia akan mengajukan informasi baru yang akan membuktikan ketidakbersalahannya.
Gerakan-gerakan Gaddafi
Bila Megrahi dibebaskan dengan alasan kemanusiaan, ia nampaknya akan disambut hangat oleh pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, yang telah bergerak mendekati arus utama Barat sejak diciptakannya program senjata nuklir pada 2003.
Kasus Megrahi telah menjadi batu sandungan bagi pemerintah Skotlandia sebagai penyeimbang serangkaian persaingan kepentingan, diantara fakta mereka bahwa perusahaan minyak Inggris sedang berusaha melakukan lebih banyak bisnis di Libya dan berharap pembebasan Megrahi akan dapat membuka pintu.
Sekretaris Skotlandia-Britania, Jim Murphy nampak kecewa terhadap pemerintahnya di Edinburgh karena lalai membuat pengumuman mengenai Megrahi setelah laporan media mengatakan bahwa ia akan di bebaskan.
"Mereka seharusnya maju serta membuat keputusan karena sudah berlarut-larut dan ini sedikit memalukan," Murphy mengatakan beberapa komentar dalam tayangan TV kepada para wartawan.
Juru bicara pemerintah Sotlandia mengatakan, Rabu (19/8): "Kami memiliki perangkat hukum yang kuat di Skotlandia dan setiap orang dapat diyakinkan dengan keputusan hakim yang telah dicapai atas dasar bukti jelas, bersih tanpa faktor lain."
Surat kabar Inggris, Times, mengatakan Gaddafi akan mengirim jet pribadinya ke Skotlandia jika Megrahi dibebaskan dan akan diterbangkan kerumahnya bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Isteri Megrahi, Aisha al-Megrahi yang dikutip Times tentang perkataan suaminya "tidak memiliki ide kalau ia akan dibebaskan atau tidak."
"Saya telah berbicara dengannya hari ini (Rabu) namun ia tidak mengetahui kapan ia akan dibebaskan," Isterinya mengatakan dalam wawancara telepon dengan surat kabar dari negaranya di Tripoli.
MacAskill sedang mempertimbangkan dua pilihan pembebasan lebih awal Megrahi, atas dasar rasa kemanusiaan atau atas perjanjian pemindahan napi antara Inggris dan libya.
Megrahi dapat dipindahkan hanya ketika seluruh proses pidananya sudah diakhiri. Semantara pengadilan tinggi Skotlandia menyetujui permintaan permohonan banding keduanya, Selasa, proses itu masih harus diselesaikan. Pertemuan selanjutnya akan dilakukan tiga minggu lagi.
Pengadilan berwenang Skotlandia juga harus membatalkan banding mereka sendiri terhadap hukuman Megrahi semula, yang mereka pandang terlalu lemah. (rin/ptv/f24/sky) Dikutip oleh www.suaramedia.com Click Video














