Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Inggris Ungkap Rahasia Pasar Gelap Nuklir Pakistan

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) - Sebuah surat yang ditulis oleh seorang ilmuwan nuklir Pakistan yang terungkap oleh sebuah koran Inggris menunjukkan bahwa pemerintah Pakistan mungkin telah menyetujui penjualan rahasia nuklir ke Iran dan beberapa negara lain termasuk Korea Utara.

The Times melaporkan pada 08 Juli bahwa ilmuwan nuklir Pakistan Dr Abdul Qadeer Khan mengirimkan surat kepada istrinya di Belanda pada tahun 2003, di mana ia menggambarkan bahwa pemerintah memerintahkannya untuk melakukan kegiatan proliferasi nuklir, termasuk lewat cetak biru dan peralatan ke Korea Utara, China, Iran dan Libya.

"(Seorang jendral pensiunan) mengambil $ 3 juta melalui saya dari Korea Utara dan meminta saya untuk memberikan beberapa gambar dan mesin," surat itu menyatakan.

The Times mengklaim bahwa mereka telah memperoleh salinan halaman empat surat, yang berisikan uraian kerjasama nuklir Pakistan dengan Iran, China, Korea Utara dan Libya. Tertanggal 10 Desember 2003, dan dialamatkan kepada Henny, istri Khan berkebangsaan Belanda, surat itu ditulis tangan, dan terlihat tergesa-gesa. Dimulai hanya: "Sayang, jika pemerintah memainkan kejahatan apapun dengan saya, ambillah langkah pembelaan diri," Khan menulis surat kepada istrinya.

Dalam paragraf selanjutnya, surat itu menguraikan kerjasama nuklir Pakistan dengan China, Iran dan Korea Utara, dan juga menyebutkan Libya. Berakhir: "Mereka mungkin mencoba untuk menyingkirkan saya untuk menutupi semua hal yang mereka (minta untuk saya lakukan)"

Salinan surat tersebut dipegang oleh anak perempuannya dan yang lainnya diberikan kepada Simon Henderson, yang menjadi kontributor untuk The Times. Namun, di bawah tekanan, Khan setuju untuk menelepon Dina, putrinya di London dan memerintahkan dia untuk menghancurkan surat itu. Dia menggunakan tiga bahasa: Urdu, Inggris, dan Belanda. Ini adalah kode bagi anaknya untuk mematuhi perintahnya.

Dalam surat itu dituliskan Pakistan telah menyebarkan teknologi nuklir selama bertahun-tahun. Pelanggan pertama untuk salah satu pabrik pengayaannya adalah China, yang telah memberikan Pakistan dengan uranium yang diperkaya cukup tinggi untuk dua bom nuklir pada musim panas 1982.

Tertulis dalam surat: "Kami memasang pabrik sentrifugal di Hanzhong (250km barat daya dari Xian)…Orang-orang China memberi kami gambar dari senjata nuklir, memberi kami 50kg uranium yang telah diperkaya, memberi kami 10 ton dari UF6 (alami) dan 5 ton UF6 (3%)." UF6 adalah heksafluorida uranium, bahan baku gas untuk pabrik pengayaan.

Kahn terpaksa menelan semua kesalahan pada tahun 2004 ketika ia membuat pengakuan yang disiarkan televisi mengenai penyebaran teknologi nuklir ke negara lain, surat kabar tersebut melaporkan.

Dikenal sebagai bapak program nuklir Pakistan, ia menjadi pahlawan nasional pada 1980-an, menyusul keberhasilannya dalam membangun sebuah pabrik pengayaan uranium di Kahuta, dekat Islamabad.

Pada Januari 2004, ia dituduh melakukan kegiatan proliferasi yang melibatkan Korea Utara dan negara-negara lain. Dia membuat pengakuan di televisi pada waktu itu.

Tahun sebelumnya, Khan telah diperingatkan tentang tentara Pakistan oleh Li Chew, menteri senior yang mengelola program senjata nuklir China. Chew berkata: "Selama mereka membutuhkan bom, mereka akan menjilat Anda. Segera setelah Anda telah mengirimkan bom, mereka akan menendang anda. " Dalam surat kepada istrinya, Khan mengulangi hal itu :"Mereka pertama memanfaatkan kami dan sekarang bermain kotor dengan kami. "

George Tenet, direktur CIA pada saat 9 / 11, menggambarkan Khan sebagai "pedagang kematian". Khan telah dituduh melakukan proliferasi nuklir yang tidak sah, yang dimotivasi oleh keserakahan pribadi. Terlebih, ia telah digambarkan sebagai membesar-besarkan kontribusinya ke Pakistan dalam keberhasilannya dalam membuat senjata nuklir dan misil yang mengancam seluruh India.

Khan bersikeras bahwa ia tidak pernah menjual rahasia nuklir untuk kepentingan pribadi. Pada kenyataannya, tampaknya tidak ada uang. Pada musim panas 2007, Khan merasa sulit untuk memenuhi kebutuhan di pensiun dari 12.200 rupee per bulan (pada saat itu sekitar $ 200).

Menghadapi protes radikal dalam negeri, pemerintah memberikan pengampunan bagi Kahn atas tuduhan kejahatan tersebut, tapi terus menahannya di bawah tahanan rumah hingga awal tahun ini. Pada bulan Februari, Pengadilan Tinggi di Islamabad membersihkan dirinya dari tuduhan dan menyatakan dia sebagai warga negara yang bebas di Pakistan.

Namun, Amerika menekan keras untuk terus menahan Khan. Pakistan tidak memberikan kesempatan bagi AS untuk menginterogasi Khan, sehingga AS khawatir bahwa ia (Khan) dapat menghidupkan kembali jaringan lamanya. Menggemakan pandangan para pejabat, The New York Times menyerukan untuk adanya pembatasan bagi Khan atas "peran keji sebagai maestro terbesar di dunia pasar gelap nuklir".

Sampai saat ini meskipun telah dianggap sebagai orang yang bebas Khan masih terombang-ambing dalam status limbo-nya. (iw/kh/to) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon