Radoslaw Sikorski, yang kini tengah berkunjung ke Washington, mengatakan bahwa Warsawa merasa tidak nyaman karena menjadi negara anggota NATO di wilayah perbatasan, oleh karena itu mereka menginginkan rekan Amerikanya untuk datang dan memberikan rasa aman.
"Kami ingin menjadi tuan rumah bagi kedatangan pasukan AS sebagai perisai terhadap kemungkinan agresi dari Rusia," kata Sikorski, sebagaimana dikutip oleh agen pemberitaan Interfax.
Pejabat senior tersebut mengatakan bahwa sebuah latihan militer gabungan yang digelar baru-baru ini oleh Rusia dan Belarusia merupakan hal terbaru yang membuat gerah Polandia.
"Jika ada 900 unit tank di satu sisi Anda dan para prajurit setinggi enam kaki (183 cm) di sisi satunya, akankah Anda merasa aman?" tanyanya, merujuk pada jumlah pasukan AS yang saat ini berada di tanah Polandia.
Menteri Polandia tersebut mengklaim bahwa dalam latihan tersebut, ada simulasi pendaratan di pantai Polandia, dan ia mengatakan bahwa Rusia mengirimkan sebuah pesan yang tidak jelas dengan melakukan latihan militer terbesar di perbatasan timur NATO sejak berakhirnya Perang Dingin.
Menurut Sikorski, pengiriman pasukan AS ke tanah Polandia oleh Pentagon akan menjadi semacam "dorongan strategis" bagi Washington terhadap sekutunya di kawasan Eropa Timur.
Menanggapi hal itu, Konstantin Kosachev, kepala Komite Urusan Luarn Negeri Negara Bagian Duma, Rusia, mengatakan bahwa ucapan Sikorski tersebut benar-benar tidak dapat diterima dan berpotensi merusak hubungan Rusia - Polandia.
"Secara de facto, Sikorski meminta AS untuk meninjau kesepakatan antara NATO dan Rusia, yang menyatakan bahwa tidak ada kontingen militer dalam jumlah besar yang akan diterjunkan di wilayah anggota-anggota baru NATO," katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Ekho Mosckvi.
Pejabat Rusia tersebut membantah adanya tudingan bahwa latihan militer yang dilakukan oleh Rusia dan Belarusia merupakan ancaman bagi Polandia, dia justru balik menuding Warwasa telah berupaya mencari keuntungan finansial dengan cara "mengesankan Rusia sebagai negara jahat."
"Dengan menjamu pasukan AS, Jerman meraup keuntungan 7 miliar euro per tahunnya, dan saya rasa Sikorski tahu betul hal itu," kata Kosachev menyindir Sikorski.
"Ada tujuan-tujuan tertentu yang ada dibalik komentar Sikorski," kata Vladimir Kozin, seorang analis politik, kepada RT. "Yaitu untuk merusak stabilitas keadaan Eropa, untuk mengacau proses negosiasi dari perjanjian keamanan baru di Eropa yang tengah berusaha dilakukan Rusia, dan untuk mendesak AS dan NATO agar menerjunkan lebih banyak pasukan di Polandia," katanya.
Baru-baru ini, baik AS maupun NATO telah memperlihatkan pertanda positif terhadap Rusia, menunjukkan kesediaan untuk meningkatkan hubungan antara Moskow dan Washington, dan antara Rusia dan NATO. "Akan tetapi, tampaknya Sikorski tidak menyukai hal itu," tambah Kozin.
Polandia memegang peranan penting dalam masa pemerintahan Bush, yakni sebagai lokasi penempatan perisai anti peluru kendali. Akan tetapi, rencana Bush tersebut ditinjau ulang dan dirombak oleh pemerintah Obama.
Namun Washington mencoba menepati janjinya untuk mengirimkan divisi peluru kendali pertahanan udara Patriot. Peluru kendali tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan Polandia, yang ingin memperkuat pertahanan nasionalnya. (dn/rt) www.suaramedia.com
- Campuri Konflik Timur Tengah, Sarkozy Menuai Malu
- Obama Terjebak Dalam Perang Afghanistan, Inggris Frustasi
- Perancis: Jepang Masuk Daftar Target Utama Al-Qaeda
- Jamu Penguasa Sudan, Turki Panaskan Bara Perseteruan Uni Eropa
- Tumbal Berguguran, Brown Tak Hentikan Genderang Perang













