"Peluncuran itu tidak akan terjadi akhir tahun ini," ujar Menteri Energi Rusia Sergei Shmatko. Ketua nuklir Rusia, Sergei Kiriyenko, mengatakan pada bulan Februari bahwa peluncurannya akan dilakukan pada tahun 2011.
Pembangkit listrik Bushehr telah sering mengalami penundaan. Tahun lalu Rusia menyelesaikan pengiriman bahan bakar nuklir ke pembangkit itu di bawah sebuah kontrak yang diperkirakan bernilai sekitar USD 1 miliar.
Badan atom PBB akan mengungkapkan laporan terbarunya mengenai nuklir Iran pada hari Senin, dengan sejumlah kekuatan dunia memperingatkan Teheran bahwa mereka mulai kehabisan waktu untuk merespon tawaran PBB untuk mengakhiri pendirian mereka, seperti yang ditegaskan oleh presiden Iran bahwa hak nuklir Iran tidak dapat dinegosiasikan.
Laporan IAEA akan menyinggung tentang aktivitas pengayakan uranium Iran terlepas dari sanksi internasional dan penemuan mendetail dari kunjungan di bulan Oktober ke situs atom rahasia di Qom.
"Hak nuklir bangsa Iran tidak untuk dinegosiasikan dan kerjasama nuklir kami akan dilakukan di dalam kerangka kerja pengawas nuklir PBB. Kerjasama nuklir dengan Iran bersifat menguntungkan bagi Barat," ujar Ahmadinejad.
Pada hari Minggu, Presiden Obama memenangkan dukungan Rusia atas nuklir Iran, dengan pemimpin AS yang mengekspresikan rasa frustrasi karena Teheran belum menjawab tawaran untuk mengayakan uranium di luar Iran.
"Sayangnya, sejauh ini, Iran belum dapat mengatakan ya atas proposal itu," ujar Obama setelah berbicara dengan Medvedev di Singapura. "Kini kami kehabisan waktu dengan pendekatan itu."
Rusia, yang memiliki hubungan paling dekat dengan Teheran daripada kekuatan besar lainnya, secara tradiosional tidak ingin menghukum Iran dengan sanksi yang keras. Namun Medvedev mengatakan bahwa Teheran rentan terhadap sanksi jika krisis ini terus berlanjut,
Ia mengatakan bahwa Moskow tidak sepenuhnya senang terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan krisis ini.
"Seandainya kami gagal, masih ada opsi lain di atas meja negosiasi, yang tujuan menggerakkan proses ini ke arah yang berbeda," ujarnya dalam sebuah konferensi pers mengenai sanksi baru PBB terhadap nuklir Iran.
Seperti halnya AS, Rusia juga merupakan anggota permanen Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto, dukungan dari negara ini akan sangat penting jika peringatan AS mengenai pemberian sanksi yang lebih keras untuk Iran benar-benar diwujudkan.
Obama menggambarkan proposal yang diajukan terhadap Iran itu bersifat adil, di mana negara-negara dunia dapat membantu Teheran mengayakan uraniumnya untuk sebuah reaktor penelitian.
Teheran mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk membeli bahan bakar reaktor dari pemasok luar negeri daripada mengirimkan uraniumnya yang telah diperkaya ke negara lain.
Merujuk pada sanksi itu, Obama mengatakan bahwa "Kami akan mulai membahas dan mempersiapkan jalan lain ini" karena Teheran tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kewajiban internasionalnya.
Menteri Energi Turki Taner Yildiz pada hari Sabtu mengatakan bahwa Ankara sedang melakukan pembicaraan dengan IAEA untuk mengayakan uranium Iran dan mereka tidak merasa keberatan untuk melakukannya. (rin/ab) www.suaramedia.com














