Hakim senior pada hari Kamis mengkritik pemerintah, dengan mengatakan bahwa tekanan untuk kerahasiaan pada kasus ini tidak patut dilakukan dalam sebuah negara yang mengaku sebagai "demokrasi".
"Perlakuan yang menjadikan Mohamed sasaran tak pernah digambarkan dalam demokrasi sebagai 'rahasia' atau 'intelijen rahasia' atau 'ringkasan rahasia intelijen," bantah hakim dalam putusan mereka.
Mohamed yang kelahiran Ethiopia menuduh Inggris dari keterlibatan dalam penyiksaan oleh agen-agen dari Central Intelligence Agency (CIA), mengikuti penangkapan di Pakistan pada tahun 2002 dan selama penahanan di Maroko. Dia akhirnya dipindahkan ke Guantanamo Bay di Kuba sebelum dibebaskan dan kembali ke Inggris awal tahun ini.
Hakim juga menantang peringatan Menteri Luar Negeri David Milliband bahwa AS akan berhenti berbagi informasi mengenai teror jika teknik interogasi CIA diterbitkan, mencatat bahwa ada beberapa rincian yang telah dipublikasikan oleh Washington.
Para hakim mengungkapkan bahwa tujuh paragraf dalam dokumen kunci yang tetap dirahasiakan Miliband "berhubungan dengan penerimaan dari apa yang pejabat AS lakukan pada BM selama ditahan di Pakistan". Mereka mengulangi temuan mereka sebelumnya bahwa "apa yang terkandung dalam tujuh paragraf yang disunting itu membangkitkan sebuah kasus penyiksaan atau tindakan kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat yang diperdebatkan ".
Pengadilan telah mendengar bahwa seorang petugas layanan keamanan Inggris menginterogasi Mohamed di Pakistan dan pejabat menyampaikan informasi tentang dirinya kepada CIA. Sudah jelas, para hakim mengatakan, bahwa hubungan antara Inggris ke AS sehubungan dengan Mohamed "jauh lebih dari hubungan seorang pengamat atau saksi dengan pihak yang diduga melakukan kesalahan".
Bukti yang masih masih ingin dirahasiakan Miliband terkait dengan pertanyaan mengapa "mustahil untuk percaya bahwa Presiden Obama akan mengambil tindakan terhadap Inggris Raya", dan "mengapa publikasi ... diperlukan untuk menegakkan aturan hukum dan akuntabilitas demokratis", kata hakim.
Mereka mengungkapkan bahwa satu bagian dari dokumen yang telah disepakati oleh Menlu untuk dapat diungkapkan itu merujuk ke memo dari Jay Bybee, asisten jaksa agung AS, John Rizzo, bertindak sebagai penasihat umum CIA, yang menurut para hakim, "membuat jelas bahwa teknik yang telah dijelaskan itu digunakan terhadap Zubaydah, yang dituduh menjadi seorang anggota al Qaida tingkat tinggi. " Para hakim mengatakan sisa paragraf, yang tersisa disunting dari versi publik dari keputusan mereka, adalah "kutipan kata demi kata" dari sebuah memo kepada publik di Amerika Serikat tujuh bulan lalu.
Memo Bybee yang ditulis pada tahun 2002, tahun Mohamed ditangkap. Memo itu berisi usaha untuk mendapatkan pembenaran sebagai hukum, dan tidak dianggap sebagai penyiksaan atas perlakuan yang ditimpakan kepada Abu Zubaydah seperti pemasangan suhu ekstrem, musik yang dimainkan dengan suara ekstra keras, dan penghinaan seksual. Zubaydah juga menjadi sasaran pemukulan, isolasi, berdiri di dinding, ditahan di kurungan sempit, pengurangan waktu tidur, dan Waterboarding.
Hakim kemarin muncul untuk mengundang perbandingan antara perlakuan Zubaydah dan Mohamed. Mereka menyebutkan bukti lain yang ingin dirahasiakan Miliband adalah "konsisten dengan penerbitan memorandum teknik interogasi CIA".
Meskipun deklasifikasi sukarela dokumen oleh Presiden AS Barack Obama di bulan April, London masih menghalangi publikasi mereka, dengan alasan 'keamanan nasional. "
Yayasan amal Reprieve menuduh Miliband menggunakan argumen "Alice in Wonderland" untuk menekan rincian penyiksaan terhadap Mohamed meskipun rincian itu berada dalam domain publik. "Para hakim pengadilan tinggi mengkritik pandangan menlu bahwa penerbitan metode penyiksaan menimbulkan risiko keamanan nasional," katanya.
Pengadilan mengeluh bahwa pemerintah juga melarang hakim dari menerbitkan penalaran penuh untuk keputusan mereka.
Sementara itu, beberapa dokumen publik secara online menjelaskan teknik interogasi yang digunakan pada seorang tahanan tingkat tinggi al Qaeda, Abu Zubayah, menampilkan gambaran yang mengerikan mengenai penganiayaan dan pelecehan terus menerus terhadap para tawanan.
Teknik-teknik ini meliputi Waterboarding, juga disebut sebagai 'simulasi tenggelam,' kurang tidur dan menempatkan tahanan di ruangan tertutup dengan serangga.
Para hakim mengungkapkan bahwa menlu sejauh setuju untuk membayar biaya Mohamed sampai dengan September tahun lalu yang berjumlah lebih dari £ 189,000. (iw/pv/gd) www.suaramedia.com














