Cucu perempuan dari Il Duce panggilan Musolini Alessandra Mussolini megatakan bahwa sisa-sisa organ tubuh tersebut dicuri dari rumah sakit Policlinico di kota Milan, dan dirinya langsung memberitahu pihak kepolisian begitu megetahui mengenai keberadaan sisa-sisa jasad tersebut.
Setelah dibunuh, jasad Musolini dibawa ke rumah sakit Policlinico untuk diautopsi
Akan tetapi, rumah sakit tersebut membantah klaim yang menyebutkan bahwa pihaknya telah menyimpan sisa-sisa jasad Mussolini selama ini. Rumah sakit Policlinico mengatakan bahwa sisa-sisa jasad tersebut telah dimusnahka bertahun-tahun yang lalu.
Benito Mussolini dibunuh pada tahun 1945, dan tubuhnya digantung di alun-alun kota Milan. Kemudian, jasadnya dikuburkan di sebuah makam tak bernisan di Musocco pemakaman yang terletak di sebelah utara Milan.
Merasa tidak terima dengan pelelangan kontroversial tersebut, Alessandra meminta polisi untuk melakukan penyelidikan.
Alessandra Mussolini, yang merupakan seorang anggota parlemen Italia, mengatakan bahwa dirinya merasa kesal dan marah begitu mendengar kabar adanya pelelangan tersebut.
Juru bicara Ebay, Irina Pavlova mengatakan bahwa hal tersebut melanggar regulasi pelelangan di situs Ebay. Pengajuan lelang tersebut langsung dihapus beberapa jam kemudian.
Menurut versi Ebay, harga awal yang ditawarkan adalah 15.000 euro, namun tidak ada orang yang sempat melakukan penawaran karena Ebay langsung menghapusnya.
Penghapusan tersebut dilakukan karena menurut peraturan dasar, Ebay tidak mengijinkan penjualan organ tubuh di situsnya.
"Saya mendapatkan informasi bahwa sisa-sisa otak dan darah kakek saya dijual di Ebay dengan harga 15.000 euro."
"Ini adalah hal yang sangat serius, hal-hal seperti ini harus kita tentang dan kita jaga agar jangan sampai terjadi," kata Alessadra Mussolini kepada BBC di sela-sela ajang seminar kejahatan internet.
Setelah ditembak mati bersama dengan wanita simpanannya, Claretta Petacci, jasad Mussolini digantung di sebuah pompa bensin di luar kota Milan oleh para penentang fasisme.
Sejarah mencatat nama Benito Mussolini sebagai seorang pendiri dari Poros Kejahatan yang sesungguhnya. Diktator Italia yang memegang kendali negara tersebut dengan menyebarkan rasa takut dan menempa sebuah aliansi dengan Nazi Jerman.
Beberapa waktu lalu, sebuah fakta baru tersingkap mengenai sejarah Mussolini, yakni karir singkatnya sebagai seorang agen rahasia Inggris.
Berkas-berkas tersebut mengungkapkan bahwa Mussolini memulai karir politiknya pada tahun 1917, sebagian dilakukan dengan bantuan gaji sebesar 100 poundsterling setiap minggunya. Uang tersebut berasal dari agen intelijen Inggris, yang juga dikenal dengan sebutan MI5.
Bagi Inggris, hal itu adalah sebuah investasi yang menguntungkan. Mussolini, yang kala itu merupakan seorang jurnalis berusia 34 tahun, bukan hanya bersedia untuk memberikan kepastian mengenai kesediaan Italia untuk bertempur bersama dengan para sekutu dalam Perang Dunia I, dengan cara menyebarkan propaganda dalam pemberitaan di surat kabarnya. Namun ia juga bersedia untuk mengirimkan orang guna "membujuk" para pengunjuk rasa pro perdamaian untuk tetap tinggal dan tidak keluar rumah.
Pembayaran untuk Mussolini diberikan atas ijin dari Sir Samuel Hoare, seorang anggota parlemen Inggris dan agen MI5 di kota Roma, yang memiliki staf yang pada waktu itu beranggotakan 100 agen intelijen di Italia.
Sejarawan asal Cambridge, Peter Martland, yang mengungkapkan rincian perjanjian yang dibuat dengan mantan diktator tersebut, mengatakan: "Kala itu, sekutu Inggris yang paling bisa diandalkan dalam perang adalah Italia setelah Rusia menarik diri dari konflik tersebut. Mussolini mendapatkan bayaran 100 poundsterling per minggu, mulai dari musim gugur tahun 1917 hingga setidaknya satu tahun, untuk tetap menghidupkan kampanye pro-peperangan. 100 poundsterling pada masa itu setara dengan sekitar 6.000 poundsterling pada masa sekarang.
Hoare, yang kemudian menjadi Lord Templewood, menyebutkan perekrutan tersebut dalam memoarnya yang dirilis pada tahun 1954, namun Martland tidak memberikan rincian mengenai pembayaran pertama kali kepada Mussolini.
Selain menjaga perputaran pers di Il Popolo dItalia, nama surat kabar dimana Mussolini bekerja sebagai editor, ia juga mengatakan kepada Hoare bahwa dirinya akan mengirimkan para pejuang veteran Italia untuk menghajar para pengunjuk rasa pro perdamaian di Milan, sebuah permulaan dari unit fasis kaos hitam (blackshirt) miliknya.
"Hal yang paling tidak diinginkan oleh Inggris adalah terganggunya pabrik-pabrik di kota Milan karena aksi yang digelar oleh para demonstran pro perdamaian. Membayar seorang jurnalis pada masa itu memerlukan dana yang besar, namun jika dibandingkan dengan dana 4 juta poundsterling yang harus dikeluarkan Inggris setiap harinya dalam sebuah peperangan, maka jumlah uang tersebut kecil artinya," kata Martland. Visit Video (dn/pv/tg) www.suaramedia.com
- Agen Rahasia Inggris Salahkan Rusia Atas Perang Irak
- Bocornya Laporan NATO Ungkap Pembantaian Afghanistan
- Masker "Anti Semit" Ala Perancis Buat Yahudi Gerah
- Vatikan: Terduga Pedofilia Harus Menghadapi Tuntutan Hukum
- Teka Teki Harta Karun Tsar Sulut Pertikaian Rusia - Jepang














