Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Putin: Rencana AS Gagalkan Kesepakatan Rusia

E-mail Cetak PDF

VLADIVOSTOK (Berita SuaraMedia) – Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin, pada hari Selasa mengatakan bahwa rencana AS untuk membangun sistem pertahanan peluru kendali telah menggagalkan proses dialog sistem pertahanan nuklir yang baru antara kedua negara.

Berbicara kepada para wartawan di kota Vladivostok, sebelah timur jauh Rusia, Putin mengatakan bahwa rencana AS untuk membangun perisai peluru kendali di Eropa akan menghancurkan keseimbangan strategis antara AS dan Rusia.

"Untuk melestarikan keseimbangan, kami harus mengembangkan sistem persenjataan untuk melakukan serangan," kata Putin. Dia menambahkan bahwa Rusia ingin mendapatkan akses terhadap informasi tambahan mengenai sistem pertahanan peluru kendali dan akan menghubungkan tuntutan tersebut dengan kesepakatan nuklir yang baru.

Dua negara kekuatan nuklir terbesar dunia tersebut telah berupaya untuk menggantikan kesepakatan pengurangan jumlah senjata (START I) yang dulu disepakatai pada tahun 1991, dalam pertemuan terakhir disepakati mengenai adanya pengurangan senjata nuklir dalam jumlah yang terbesar dalam sejarah kedua negara, namun sejauh ini keduanya tidak menemukan kata sepakat.

Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev gagal menyatukan pendapat ketika bertemu di sela-sela konferensi perubahan iklim PBB di Kopenhagen pada awal bulan ini. Tidak ada alasan yang disebutkan, meski keduanya mengatakan bahwa mereka telah hampir mencapai kata sepakat.

Rusia telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai generasi baru dari senjata non-nuklir AS, yang memiliki kemampuan penghancur yang setara dengan nuklir. Rusia juga mengkhawatirkan mengenai rencana terbaru AS untuk mengembangkan sistem pertahanan anti peluru kendali dalam bentuk kapal.

Putin mengkritik rencana AS untuk memasang perisai penangkal peluru kendali di Polandia ditambah dengan sistem radar di Republik Ceko, namun ia sebelumnya tidak menghubungkan pembicaraan START dengan rencana baru perisai peluru kendali AS.

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa negaranya akan mengembangkan sebuah generasi baru peluru kendali yang akan dipergunakan untuk melindungi kepentingan nasional Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi milik pemerintah, Medvedev mengatakan bahwa peluru kendali tersebut akan meningkatkan efisiensi dari kemampuan pertahanan nuklir Rusia.

Komentar Medvedev tersebut dilontarkan setelah sebelumnya Moskow mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan uji coba peluru kendali balistik yang mampu menghajar target di seberang wilayah negara beruang merah tersebut, di sebelah timur jauh Rusia.

Uji coba peluru kendali Rusia yang terakhir kali dilakukan di Laut Putih – yang melibatkan sebuah peluru kendali Bulava – mengalami kegagalan.

Para pejabat mengatakan bahwa peluru kendali Bulava merupakan hal yang penting dalam rencana Rusia untuk meremajakan persediaan senjata negara tersebut yang sudah uzur.

Perkembangan tersebut terjadi ketika pada tanggal 19 Desember lalu, AS dan Rusia tidak mendapatkan titik temu dalam sebuah kesepakatan baru untuk memangkas cadangan senjata nuklir yang dimiliki masing-masing negara, pembicaraan tersebut dilakukan menyusul habisnya masa berlaku kespakatan Strategic Arms Reduction Treaty (START) yang ditandatangani pada tahun 1991 silam.

Dalam sebuah pertemuan di sela-sela konferensi perubahan iklim PBB yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, Presiden Barack Obama dan Presiden Medvedev tidak mencapai kata sepakat dalam persyaratan-persyaratan perjanjian baru untuk menggantikan START. (dn/re/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon