Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Serangan Spektakuler Incar Presiden Baru Uni Eropa

E-mail Cetak PDF

MADRID (Berita SuaraMedia) – Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengungkapkan kekhawatirannya akan serangan teroris. Hal itu diungkapkan menyusul adanya dugaan bahwa kelompok separatis Basque, ETA, akan melancarkan serangan "spektakuler" menjelang diresmikannya Spanyol sebagai presiden bergilir Uni Eropa.

Radar teroris Spanyol tersebut berbunyi pada hari Selasa (29/12) lalu, sehari setelah adanya peringatan serangan atau penculikan yang mungkin dilakukan ETA.

Hal tersebut menaikkan tingkat kewaspadaan pemerintah Spanyol menjadi level empat, mengindikasikan "adanya resiko serangan teroris", hal tersebut diungkapkan oleh kementerian dalam negeri melalui sebuah pernyataan, mendasarkan keputusannya pada informasi dari dinas keamanan.

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Alfredo Perez Rubalcaba, pada hari Senin malam (28/12) memperingatkan bahwa ETA mungkin saja melancarkan serangan atau penulikan "spektakuler" pada saat Spanyol memegang jabatan bergilir presiden Uni Eropa selama enam bulan, yang akan dimulai pada hari Jumat mendatang, dalam upaya untuk membuktikan bahwa pihaknya masih memiliki kekuatan, meski mengalami serangkaian kemunduran.

Spanyol telah merencanakan sejumlah konferensi dengan negara-negara ketiga dalam masa jabatannya sebagai presiden Uni Eropa, termasuk dengan AS dan negara-negara Amerika Latin.

Pernyataan Kementerian Dalam Negeri pada hari Selasa lalu juga menunjukkan adanya peningkatan resiko serangan dalam musim liburan tahun baru.

Spanyol juga meresahkan adanya "ancaman teror internasional" pasca upaya peledakan penerbangan Amsterdam menuju AS pada hari Natal lalu.

Stasiun radio Basque pada hari Selasa petang menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan akses terhadap dokumen polisi yang mengindikasikan bahwa ETA tengah merencanakan hal-hal besar dalam beberapa hari mendatang, sebuah serangan terhadap barak polisi atau terhadap kementerian, serta kemungkinan penculikan pejabat senior.

ETA, yang dikategorikan sebagai organisasi teroris menurut Uni Eropa dan AS, dituding sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kematian 828 orang dalam kampanye kemerdekaan 41 tahun kawasan Basque dari Spanyol Utara dan barat daya Perancis.

Pada pertengahan tahun 2007, kelompok tersebut membatalkan gencatan senjata 15 bulan menyusul terjadinya kebuntuan dalam pembicaraan damai sementara dengan pemerintahan Spanyol.

Sejak saat itu, pemerintahan sosialis Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero memutuskan untuk mengambil tindakan keras terhadap ETA.

Spanyol berulang kali membatalkan proses negosiasi baru, sementara operasi-operasi yang dilancarkan oleh kepolisian Spanyol dan Perancis telah melemahkan kepemimpinan ETA.

Kematian terakhir yang diklaim ETA adalah kematian dua orang polisi yang terbunuh dalam sebuah bom mobil pada tanggal 30 Juli lalu, bertempat di pulau Majorca di kawasan Mediterania. (dn/af) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon