Sumber dari China bulan lalu mengatakan pada Reuters tentang sebuah rencana untuk mengurangi 700.000 tentara pejalan kaki berkeahlian rendah dari total 2.3 juta Tentara Pembebasan Rakyat, sembari menambah personel terpelajar yang mampu bertugas di pasukan yang canggih secara teknologi ini.
Para sarjana yang telah mendaftar ke militer akan memperoleh uang sebesar 24.000 yuan (USD 3.500) sebagai kompensasi biaya kuliah atau pinjaman mahasiswa. Uang yang dibayar dengan anggaran pemerintah pusat itu setara dengan biaya kuliah selama empat tahun di China.
"Ini berarti negara membiaya pendidikan tinggi para tentara itu," ujar Zhang Haoming, wakil direktur departemen kementerian untuk urusan mahasiswa.
Itu hanya sebagian dari kebijakan istimewa yang diumumkan tahun ini untuk mendorong lebih banyak generasi muda China dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi untuk menjadi personel Tentara Pembebasan Rakyat.
Tentara dengan tingkat pendidikan tinggi akan memiliki kesempatan promosi atau melanjutkan studi di bidang pendidikan militer lebih besar. Setelah dinas selama dua tahun, mereka dapat memilih untuk bekerja di kepolisian atau departemen penegak hukum lainnya.
Militer China kini masih dipenuhi oleh anak-anak muda dari desa dengan tingkat pendidikan SMA atau kurang dan para pengangguran, meskipun semua laki-laki berusia 18 hingga 22 tahun normalnya wajib menjalani dinas militer selama dua tahun sesuai engan hukum militer negara. Kebanyakan lulusan perguruan tinggi hanya ikut serta dalam pelatihan militer selama satu bulan kemudian memilih bisnis atau pekerjaan pemerintah dengan gaji dan kesempatan yang lebih besar.
Kementerian pendidikan mengatakan pada hari Rabu bahwa para sarjana yang telah mendaftar ke militer di bulan Juni harus melapor ke markas perekrut di seluruh negeri awal bulan depan ketika dinas militer tahunan dimulai.
Bagi mereka yang belum mendaftar juga dapat langsung melamar untuk bergabung dengan militer.
Mereka yang direkrut oleh militer biasanya laki-laki berusia antara 18 hingga 20 tahun dan perempuan antara 18-19 tahun. Namun, batasan umur itu dapat ditingkatkan menjadi 24 bagi mereka dengan gelar sarjana.
Kabinet China merevisi regulasi rekrutmen pemerintah di bulan September 2001 untuk pertama kalinya agar dapat memasukkan para mahasiswa dalam daftar. Lebih dari 2.000 mahasiswa direkrut pada tahun itu.
Lesunya pasar tenaga kerja sejak tahun lalu akibat krisis ekonomi global dan meningkatnya jumlah sarjana mendorong banyak generasi muda yang memilih militer sebagai alternatif penghidupan.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan terhadap lebih dari enam juta lulusan sekolah tinggi dan universitas di bulan Juli, menemukan bahwa sekitar 1.44 juta orang lulusan pria tertarik masuk ke militer.(rin/cd/rr) www.suaramedia.com














