Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Libatkan Ulama Turki, Cara Licik Israel Bebaskan Gilad Shalit

E-mail Cetak PDF

ANKARA (Berita SuaraMedia) – Sejumlah media mengungkapkan keberadaan sekelompok delegasi Yahudi yang diberangkatkan ke Ankara untuk memohon dukungan dari para ulama Turki. Tujuan utama yang ingin didapatkan adalah pembebasan prajurit Israel yang ditawan oleh Hamas.

Walla, situs berbahasa Ibrani milik Israel, hari ini melaporkan bahwa delegasi tersebut dipimpin oleh anggota Knesset, Ayoub Kara, dari partai Likud bertolak ke Turki untuk membicarakan mengenai pertukaran tahanan dengan Gilad Shalit.

Situs internet tersebut menambahkan bahwa ada sejumlah pemuka agama Yahudi yang turut serta dalam rombongan tersebut. Mereka bertujuan untuk menemui Sheikh Adnan Oktar, seorang ulama Turki yang lebih banyak dikenal dengan julukan pena Harun Yahya.

Kara akan menyerahkan sepucuk surat kepada Sheikh Adnan. Surat tersebut ditulis oleh ayahanda dari Gilad Shalit. Delegasi tersebut mencoba membujuk ulama Turki tersebut untuk memanfaatkan hubungan baiknya dengan para pemimpin Hamas untuk membebaskan Gilad Shalit.

Situs tersebut menambahkan bahwa delegasi tersebut akan berdiskusi dengan Adnan mengenai hubungan Israel dan Turki yang semakin memburuk sejak Israel melakukan agresi brutal terhadap Jalur Gaza tahun lalu, ditambah dengan tindakan deputi menteri luar negeri Israel terhadap duta besar Turki.

Situs berbahasa Ibrani tersebut mengklaim bahwa pertemuan delegasi Israel dengan Sheikh Adnan Oktar menjadi sebuah kesempatan untuk memperbaiki hubungan antara Ankara dan Tel Aviv.

Sementara itu, sejumlah sumber media menyebutkan bahwa Mesir akan melanjutkan upayanya untuk menjadi penengah antara Hamas dan Israel mengenai kesepakatan pertukaran tahanan Palestina dengan Gilad Shalit, dengan dibantu oleh mediator dari Jerman.

Ditambahkan bahwa Mesir dan mediator Jerman menjalin kontak intensif untuk membahas visi Israel dan mengatasi rintangan yang selam ini menjadi ganjalan dalam ksepakatan tersebut.

Pengiriman delegasi ke Turki tersebut diputuskan setelah Menteri Pertahanan Ehud Barak kembali dari lawatan ke Turki, dalam upaya untuk memperkuat hubungan kedua kubu.

Menurut sejumlah sumber, Presiden Israel, Shimon Peres, mengundang Presiden Turki, Abdullah Gul, untuk mengunjungi Tel Aviv, namun masih belum ada tanggapan dari Turki mengenai undangan tersebut.

Namun, sejumlah pihak meragukan bahwa Turki akan menerima undangan tersebut, mengingat buruknya hubungan dengan Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, khususnya karena paham fasisme Lieberman.

Disebutkan pula bahwa Perdana Menteri Israel ingin bertemu dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, namun Erdogan lebih senang jika pertemuan tersebut tidak dilakukan di Israel, melainkan di sela-sela forum internasional.

Amos Yadlin, kepala intelijen militer Israel mengatakan bahwa masih ada sejumlah isu strategis antara Tel Aviv dan Ankara, namun kerjasama strategis antara keduanya tidak akan sama seperti dahulu. (dn/im/pp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon