Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Penuh Dusta, Kesaksian Blair Dalam Penyelidikan Irak Menjijikkan

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Dua hari setelah mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, berbicara dalam penyelidikan independen Inggris terhadap perang Irak, seorang mantan menteri kabinet Inggris mengatakan bahwa kesaksian Blair tersebut menjijikkan.

Dalam program BBC, Andrew Marr Show, Clare Short mengatakan, dugaan bahwa Al-Qaeda akan menggabungkan kekuatan dengan "negara-negara berandalan" setelah peristiwa 11 September adalah hal yang salah.

Short, yang mengundurkan diri dari jabatannya di kabinet Inggris sesaat setelah invasi Irak pada bulan Maret 2003 dimulai, membela Perdana Menteri Gordon Brown. Short mengatakan bahwa Brown telah "diabaikan" ketika keputusan untuk turut menginvasi Irak dibuat.

Ketika Blair memerintahkan pasukan Inggris untuk bergabung dengan invasi pimpinan AS, Gordon Brown menjabat sebagai menteri keuangan Inggris.

Penyerbuan tersebut dilakukan berdasarkan "kumpulan informasi" yang mengklaim bahwa penguasa Irak kala itu, Saddam Hussein, menyimpan "senjata pemusnah massal", sebuah hal yang tidak pernah terbukti hingga detik ini.

Short mengatakan bahwa prioritas politik Brown pada masa itu berbeda, Brown tidak menentang ataupun mendukung invasi tersebut, namun pikirannya dipenuhi oleh kekhawatiran lain.

Dalam testimoni yang berlangsung selama enam jam tersebut, Blair – yang sama sekali tidak menunjukkan penyesalan – mengatakakan bahwa dirinya masih yakin keputusan yang dia ambil kala itu tepat. Blair bahkan mengatakan bahwa dirinya bersedia melakukan hal itu kembali, jika invasi tersebut bertujuan untuk menggulingkan Saddam, yang disebut oleh Blair sebagai seorang "monster".

Blair menuturkan bahwa dirinya yakin Saddam Hussein bukan hanya merupakan ancaman di Timur Tengah, melainkan juga ancaman dunia. "Serangan teror 11 September 2001 telah secara dramatis mengubah posisi AS dan Inggris terhadap ancaman tersebut."

Blair juga mengalihkan pandanan dari Irak kepada ancaman-ancaman baru, termasuk Iran.

Menurutnya, program nuklir Iran, yang berulangkali ditegaskan bahwa program tersebut bertujuan damai dan dipergunakan untuk menghasilkan tenaga listrik, adalah program yang berbahaya.

Blair mendesak para pemimpin dunia untuk menunjukkan sikap yang keras terhadap Iran. Pada tanggal 12 Januari lalu, sebuah penyelidikan Belanda mengenai dukungan negeri kincir angin tersebut terhadap invasi tahun 2003 tersebut, mengemukakan bahwa AS dan Inggris mengumandangkan perang tanpa dasar hukum internasional yang resmi.

Dalam laporan komisi setebal 551 halaman tersebut, ditambahkan bahwa berbagai resolusi PBB sebelum pecah perang Irak sama sekali tidak berisikan mandat resmi untuk melakukan serangan.

Sementara itu, dalam hasil sebuah jajak pendapat yang digelar oleh Mail on Sunday dari Daily Mail pada hari Minggu lalu, disebutkan bahwa delapan dari sepuluh orang Inggris yakin bahwa Blair telah menyampaikan kebohongan di hadapan komisi penyelidik perang Irak.

Dalam jajak pendapat tersebut terungkap bahwa masyarakat Inggris merasa bahwa Blair telah melakukan kesepakatan berdarah dengan mantan presiden AS, George W, Bush, untuk melakukan invasi ke Irak.

80% orang Inggris tidak percaya kepada ucapan Blair, ketika mengatakan kepada komisi penyelidikan bahwa pemerintahannya tidak bersalah karena melakukan kebohongan menjelang perang Irak. Tiga dari lima orang responden mengatakan bahwa mereka menyetujui dilakukannya persidangan kejahatan perang.

Hasil jajak pendapat tersebut sejalan dengan apa yang dipasang di halaman utama surat kabar, yang memajang empat foto Blair, yang diambil dari permulaan, di tengah-tengah, dan akhir persidangan untuk mendengarkan kesaksian Blair. Berusaha untuk menaruh fokus pada bahasa tubuh atau ekspresi tangan yang berbeda dalam keempat foto tersebut.

Jackie Ashley, sang penulis artikel, mengatakan, "bahasa tubuhnya (Blair) menyimpulkan segalanya. Saya berfokus pada pergerakan tangannya ketika mempresentasikan fakta-fakta dalam kesaksiannya."

Ashley menambahkan, "jelas terlihat bahwa awalnya Blair gugup dan gemetaran, namun Blair mampu menguasai diri pada tengah hari. Jawaban-jawabannya lebih panjang, dan dia menegakkan kepala dan mampu mengendalikan keadaan."

Di luar ruang persidangan, sejumlah pengunjuk rasa mengecam Tony Blair. Mereka mengusung papan yel-yel yang bertuliskan Bliar, yang merupakan pelesetan dari nama Blair, dan bisa diartikan sebagai cerminan isi hati dari masyarakat Inggris yang muak dengan kebohongan-kebohongan Blair. LIHAT VIDEO (dn/pv/im) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon