Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Israel Latih Jerman Gunakan Drone Untuk Perang Afghan

E-mail Cetak PDF

BERLIN (Berita SuaraMedia) – Sejumlah pihak dalam kancah politik Israel tengah diliputi rasa senang karena mendapatkan kerjasama dengan Jerman dalam hal pesawat tanpa awak.

Surat kabar Maariv melaporkan bahwa untuuk pertama kalinya, pilot-pilot Jerman akan melakukan latihan yang diorganisir di Israel. Latihan tersebut dilakukan untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak Heron, produksi Israel, untuk melakukan pengumpulan data intelijen dan mempersiapkan transmisi untuk pasukan Jerman yang diterjunkan di Afghanistan.

Surat kabar itu menyebutkan, "Pesawat tanpa awak Heron merupakan salah satu jenis pesawat yang paling banyak dipergunakan di Afghanistan, termasuk oleh pasukan Kanada, Perancis dan Australia untuk memonitor pergerakan Taliban dan kelompok gerilyawan lain yang ada di Afghanistan."

Surat kabar Jerusalem Post mengatakan bahwa para pejabat Jerman akan datang untuk menerima sejumlah pesawat Heron yang diprodukssi oleh industri dirgantara Israel.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Heron adalah sebuah pesawat dengan jarak tempuh menengah dan mampu mengudara selama lebih dari 30 jam dan mampu mencapai ketinggian 30.000 kaki (9.144 meter) di atas permukaan tanah. Pesawat tersebut mampu mengangkut beban seberat 1.200 kilogram, bentangan sayapnya mencapai 16,6 meter dan memiliki jarak operasional beberapa ratus kilometer.

Meski tidak memiliki pasukan darat yang diterjunkan di negara-negara Muslim, Israel turut ambil bagian dalam perang Afghanistan yang dipimpin oleh AS, caranya dengan mengirimkan pesawat tanpa awak untuk dipergunakan oleh negara-negara sekutu AS di Afghanistan.

"Para prajurit Israel memang tidak turut bertempur di Afghanistan, tapi pesawat tanpa awak Israel bisa melakukannya," tulis Jerusalem Post edisi Jumat, 22 Januari 2010.

Tahun lalu, pemberitaan media mengungkapkan bahwa pasukan AS dan sekutunya telah mengoperasikan pesawat tanpa awak buatan Israel di langit Irak dan Afghanistan sejak tahun 2006.

Sejak melakukan invasi ke Afghanistan pada tahun 2001, pasukan pimpinan AS telah bertempur melawan gerakan Taliban, yang melakukan strategi perang gerilya.

Israel banyak dikenal dalam pengembangan teknologi pesawat tanpa awak. Pada bulan November lalu, pemerintah Brazil mengumumkan bahwa pihaknya bersiap untuk menandatangani kesepakatan pembelian pesawat Heron senilai $350 juta untuk dipergunakan dalam kegiatan patroli di kota-kota dan perbatasan negara tersebut, serta untuk mengamankan Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.

Perusahaan-perusahaan Israel memang dikenal sebagai produsen terkenal dari perangkat perlindungan pasif, seperti baju pelindung, dan juga perlindungan aktif, seperti sistem yang dapat mengacak sinyal detonator bahan peledak yang dikembangkan (IED).

"Terus berkembangnya peperangan di Afghanistan membuka pintu bagi kami," kata seorang pejabat Departemen Pertahanan Israel.

Satu contoh dari kerjasama yang berhasil adalah hubungan antara Industri Luar Angkasa Israel (IAI) dan Rheinmetall Defense dari Jerman, yang berkolaborasi untuk mendatangkan pesawat tanpa awak Heron buatan Israel ke Jerman dan dipergunakan untuk kebutuhan militer negara tersebut.

"Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal memberikan pijakan kaki bagi industri Israel di kawasan Eropa, hal itu juga memudahkan Israel untuk menjual produk-produknya di kawasan tersebut," kata pejabat Departemen Pertahanan Israel tersebut. (dn/im/sm) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon