Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Inggris Ungkap Peranan AS Dalam Pencurian Bukti Perubahan Iklim

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Mantan kepala penasihat sains Inggris mengatakan bahwa pencurian email perubahan iklim dari University of East Anglia, sebelah selatan Inggris, kemungkinan besar merupakan hasil dari tindakan mata-mata.

David King mengatakan bahwa pencurian email yang terjadi tahun lalu tersebut merupakan hasil dari "operasi canggih yang luar biasa."

David King menjabat sebagai kepala penasihat bidang sains untuk pemerintahan Tony Blair selama tujuh tahun hingga tahun 2007. Ia mengatakan bahwa hacking dan pembocoran email-email tertentu yang sengaja dipilih menunjukkan adanya operasi intelijen yang terkoordinir dengan rapi.

Dalam sebuah wawancara dengan harian The Independent yang dipublikasikan pada hari Senin, King mengatakan bahwa pemilihan waktu publikasi email tersebut memberikan pertanda bahwa pembobolan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk merusak upaya dialog perubahan iklim PBB yang dilangsungkan tahun lalu di Kopenhagen.

Kepada surat kabar tersebut, King mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki informasi mendalam mengenai pembobolan email tersebut, namun ucapannya didasarkan pada kerjasama masa lalunya dengan agen intelijen Inggris maupun AS.

King juga melontarkan spekulasi bahwa para tukang lobi yang ada di AS berada di balik pembobolan tersebut.

Email-email tersebut dicuri dari sebuah server komputer cadangan yang dipergunakan oleh University of East Anglia. Email-email tersebut berisikan diskusi pribadi antara para ilmuwan sains yang telah mempermalukan orang-orang yang terlibat, khususnya Profesor Phil Jones, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala unit, membuat penyelidikan independen untuk mencari bukti kesalahan ilmiah menjadi tertunda.

Dalam wawancara dengan The Independent, King mengatakan bahwa pembobolan tersebut bukan dilakukan oleh hacker biasa, namun oleh sekelompok profesional terlatih, entah bekerja untuk pemerintah asing atau untuk para tukang lobi pemerintah AS yang menentang KTT perubahan iklim.

"Satu orang kutu buku yang sangat pandai bisa menyebabkan gangguan yang amat besar. Operasi intelijen yang canggih mampu menghasilkan hal-hal yang terjadi di sini," kata King.

"Sederhana saja, operasi tersebut amat rumit. Saya tahu bahwa ada kemungkinan mereka menyewa tenaga hacker yang handal, tapi operasi pembobolan tersebut luar biasa canggih. Ada beberapa kelompok yang mampu melakukan hal semacam ini, dan kelompok-kelompok tersebut adalah agen intelijen negara, pembobolan ini merupakan hasil kerja dari kelompok-kelompok semacam itu," katanya.

Lebih dari 1.000 email dan 2.000 dokumen yang dicuri dari server cadangan universitas, yang sebetulnya sulit diakses. Yang dibobol termasuk sebagian kecil dari keseluruhan email dari tahun 1996 hingga 2009. Menandakan bahwa surat-surat tersebut memang sengaja dipilih karena mengandung bukti-bukti yang berhubungan dengan kesalahan ilmiah dan pelanggaran undang-undang kebebasan informasi. Kebocoran tersebut terjadi beberapa minggu menjelang dilangsungkannya konferensi perubahan iklim di Kopenhagen.

"Saya rasa bukan kebetulan bahwa email yang dicuri tersebut dipublikasikan satu bulan sebelum KTT perubahan iklim Kopenhagen. Itu bukan kebetulan," kata King. "Email-email tersebut berasal dari tahun 1996, jadi ada seseorang yang mengumpulkan data selama bertahun-tahun. Tampaknya hal itu dilakukan oleh dinas intelijen."

Keberadaan email curian tersebut menampakkan titik terang pada tanggal 17 November, ketika ada seseorang yang berusaha memasangnya di situs RealClimate yang dijalankan oleh para ilmuwan, termasuk Gavin Schmidt dari Goddard Institute for Space Studies milik NASA. Schmidt mengatakan bahwa para hacker menggunakan komputer yang berada di Turki sebagai proxy server, namun serangan sebenarnya amat mungkin dilakukan dari komputer lain yang berlokasi di belahan bumi manapun.

Scjmidt berusaha menggagalkan operasi pembobolan tersebut, namun beberapa kali terhambat sebelum akhirnya berhasil. Hal itu disebabkan karena para hacker telah masuk terlalu dalam hingga mencapai database perangkat lunak situs tersebut. Hal itu membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang tinggi, sebuah hal yang tidak dimiliki hacker oportunis biasa. "Hal itu membutuhkan sejenis alat untuk melakukan pengawasan dan mereka harus melakukan hal yang lebih susah dalam mengakses, tidak seperti masuk ke dalam blog," kata Schmidt.

Dua hari setelah upaya pembobolan RealClimate, email-email curian tersebut muncul di sebuah server yang digunakan oleh perusahaan yang menamakan diri TomCity, beroperasi di kota Tomsk di siberia. Tapi, lagi-lagi, serangan tersebut dapat dilakukan oleh seseorang yang mengoperasikan proxy server tersebut dari lokasi manapun.

Para pakar mengatakan bahwa memasang email tersebut ke sejumlah server komputer Tomsk merupakan sebuah upaya ceroboh untuk menyalahkan Rusia, yang membantah dugaan keterlibatan dalam kejadian tersebut. (dn/mh/id) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon