Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Saling Tuduh, Kasus Spionase Panaskan Hubungan Rusia-Ukraina

E-mail Cetak PDF

KIEV (Berita SuaraMedia) – Pemerintah Ukraina dan Rusia saling melontarkan tudingan di depan umum. Ukraina dan Rusia saling tuduh, mengklaim bahwa masing-masing telah melakukan tindakan mata-mata.

Ukraina mengatakan bahwa pihaknya telah mengusir empat orang warga negara Rusia dan menangkap satu orang lainnya atas tudingan mata-mata.

FSB, dinas intelijen Rusia, mengkonfirmasikan bahwa ada empat orang warga Rusia yang dipulangkan dan satu orang lagi ditangkap. FSB jarang membahas maalah mata-mata di hadapan publik, namun FSB mengklaim bahwa hal itu dilakukan untuk membela diri dari kegiatan spionase yang dilakukan Ukraina.

Hubungan Ukraina dengan bekas negara Uni Soviet tersebut memang mengalami ketegangan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, dua minggu lalu, Rusia kembali mengirimkan duta besar untuk Kiev.

Ketegangan tersebut terjadi beberapa hari sebelum putaran kedua – yang paling menentukan – dalam pemilihan presiden Ukraina, dimana hubungan dengan Rusia menjadi sebuah isu penting.

Ukraina mengatakan bahwa lima orang yang dituduh sebagai mata-mata Rusia tersebut tertangkap basah memiliki perlengkapan mata-mata berupa kamera yang tersembunyi dalam pena dan sejumlah alat lainnya, ditambah dengan uang $2.000 yang disebut-sebut merupakan uang suap untuk seorang koneksi di Ukraina.

Kepala dinas keamanan Ukraina mengatakan bahwa kelima orang tersebut berusaha membajak rahasia militer Ukraina.

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Selasa, Valentin Nalyvaichenko, kepala intelijen Ukraina, mengatakan bahwa lima orang tersebut dibekuk pada tanggal 27 Januari lalu ketika berusaha membajak rahasia Ukraina melalui ancaman dna pemerasan.

"Mereka semua tertangkap basah," kata Nalyvaichenko, seperti dikutip berbagai media Ukraina.

Tuduhan terhadap lima orang warga Rusia tersebut dilontarkan pada masa-masa yang amat sensitif.

Saling tuduh tersebut terjadi hanya berselang dua minggu setelah Rusia mengembalikan posisi duta besar untuk Ukraina, sebuah hal yang mengakhiri ketegangan diplomatik selama lima bulan.

Dan pada hari Minggu mendatang, rakyat Ukraina akan menggunakan hak pilih mereka dalam ajang pemilihan presiden, yang akan menggantikan Presiden Viktor Yuschenko.

Masa kepemimpinan Yuschenko ditandai dengan hubungan yang tegang dengan Moskow. Turunnya Yuschenko banyak dipandang sebagai sebuah peluang untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara.

Presiden Yuschenko berulangkali terlibat perseteruan dengan Kremlin. Yuschenko harus turun dari jabatannya karena kalah dalam proses pemilihan presiden. Dua orang kandidat yang bersaing dalam pemilihan presiden, Perdana Menteri Yulia V. Tymoshenko dan pemimpin oposisi, Viktor F. Yanukovich, telah berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan Moskow.

Kasus-kasus spionase umumnya ditangani tanpa dipublikasikan melalui jalur-jalulr diplomatik, jadi tindakan Ukraina dalam kasus ini menunjukkan bahwa pemerintahan Yuschenko ingin meletakkan fokus pada aktivitas Rusia di tanah Ukraina. (dn/bbc/nyt) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon