Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Misi Peluru Kendali AS Di Rumania Bikin Gerah Rusia

E-mail Cetak PDF

MOSKOW (Berita SuaraMedia) – Sehubungan dengan rencana AS untuk memasang fasilitas pertahanan misil di Rumania, Rusia jadi khawatir. Pada hari Jumat (5/2), seorang pejabat badan legislatif senior Rusia mengungkapkan bahwa Moskow merasa khawatir terhadap rencana AS tersebut.

Pada hari Kamis (4/2), Rumania setuju untuk menjadi tuan rumah bagi interseptor misil balistik berkekuatan menengah yang merupakan bagian dari sistem pertahanan AS yang baru. Presiden Rumania Traian Basescu,  seusai menghadiri sebuah pertemuan dengan Dewan Pertahanan Agung, mengatakan, "Rumania secara resmi telah diundang oleh Presiden AS Barack Obama untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan misil."

Rumania bersedia menampung misil balistik AS dengan alasan bahwa sistem pertahanan AS yang baru akan "melindungi seluruh wilayah Rumania". Menurut Basescu, sistem pertahanan baru tersebut direncanakan untuk mulai berfungsi pada tahun 2015.

Ketika AS masih berada di pemerintahan Bush, AS telah memiliki rencana untuk memasang fasilitas pertahanan di sejumlah negara Eropa, khususnya negara Eropa yang berada di kawasan Laut Hitam. Ketika Obama menggantikan kedudukan Bush, Obama melanjutkan kebijakan untuk memasang fasilitas pertahanan di Eropa tersebut.

Pada bulan September lalu, AS mengungkapkan rencananya untuk memasang fasilitas interseptor di Republik Ceko dan radar di Polandia. Baik Ceko maupun Polandia mendukung rencana tersebut. Pada bulan Oktober lalu, ketika sedang berkunjung ke Rumania, Wakil Presiden AS Joe Biden menyinggung perihal penempatan fasilitas pertahanan misil di negara tersebut. Rumania pun tidak berkeberatan.

Masalahnya, sempat terjadi ketegangan antara AS dan Rusia. Penempatan fasilitas misil di Rumania yang terletak relatif dekat dengan Rusia dapat membuat Rusia merasa khawatir. Basescu pun tampaknya tanggap terhadap kekhawatiran negara tetangganya tersebut. Ia lantas menekankan bahwa fasilitas pertahanan itu semata-mata ditujukan bagi keamanan nasional Rumania dan Eropa pada umunya, bukan untuk melawan Rusia.

"Sistem yang baru itu tidak untuk melawan Rusia. Saya ingin menekankan hal ini. Rumania tidak menjadi tuan rumah bagi sistem yang melawan Rusia, namun ini untuk menangkal ancaman yang lain."

"Keputusan yang kita ambil hari ini membantu kita mengkonsolidasi kerjasama kita dengan AS dan mempertinggi tingkat keamanan nasional," tutur Basescu.

Basescu menjelaskan bahwa kesepakatan antara Bucharest dan Washington perlu diserahkan lebih dahulu ke hadapan parlemen. Segera setelah kesepakatan itu mendapat ratifikasi dari parlemen Rumania, maka kesepakatan itu akan dijalankan.

Pada hari Jumat (5/2), Viktor Zavarzin, kepala Komite Pertahanan Duma, mengatakan bahwa rencana AS untuk menempatkan fasilitas pertahanan di Rumania dapat mempengaruhi arsitektur keamanan Eropa. Saat ini, AS dan Rusia tengah mengadakan serangkaian pembicaraan guna mengurangi keberadaan senjata strategis. Maka, rencana penempatan senjata strategis tentu saja akan dipandang sebagai hal yang tidak sejalan dengan upaya pengurangan senjata.

Sebelum Zavarzin memberikan komentar, Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow sedang menanti klarifikasi dari AS sehubungan dengan rencana penempatan pertahan misil di Rumania.

"Kami mengharapkan AS untuk memberi penjelasan yang terperinci, dengan mempertimbangkan bahwa rezim Laut Hitam diatur berdasarkan Konvensi Montreux, " kata Sergei Lavrov. Konvensi Montreux adalah sebuah konvensi yang mengatur aktivitas militer di sekitar Selat Bosphorus dan Dardanella. (es/pv/af) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon