Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Iran: Militansi Taliban Rasuki Asia - Arab Gara-Gara Intervensi AS

E-mail Cetak PDF

MUNICH (Berita SuaraMedia) – Militansi yang terkait dengan Taliban di Afghanistan berkembang karena adanya intervensi Washington di sana dan akan menyebar ke India, Asia Tengah, dan negara-negara Arab, menteri luar negeri Iran memperingatkan.

Iran sangat berkepentingan untuk mencegah penyebaran perdagangan narkoba dan ekstremisme dari Afghanistan, namun juga sangat kritis terhadap misi pasukan NATO dan sanksi PBB di negara itu, ujar Manouchehr Mottaki.

"Semua kebijakan dalam bidang keamanan, perlawanan terhadap ekstremisme, dan perdagangan narkoba, yang diterapkan beberapa tahun terakhir ini, semuanya gagal," ujar Mottaki dalam sebuah sesi malam di Konferensi Keamanan Munich.

"Ekstremisme terkait Taliban dapat dipisahkan menjadi dua cabang regional, yang satu akan menyebar ke negara-negara Arab, dan yang lainnya akan ke India dan Asia Tengah," Mottaki memperingatkan.

"Tiga ribu prajurit dan polisi Iran telah dibunuh oleh para pedagang narkoba yang bergerak dari Afghanistan menyeberangi Iran," ujarnya.

Setelah bertahun-tahun konflik di Afghanistan, Barat kini semakin khawatir bahwa kelompok gerilyawan Islam akan mendirikan basis baru di area-area seperti Yaman dan Somalia.

Sementara itu, Rusia memperingatkan bahwa "teroris" sedang meluncurkan kampanye baru di negara-negara Kaukasus Utara.

Konferensi Keamanan Munich menyatukan para ahli pertahanan top dari seluruh dunia.

Pertemuan di akhir pekan itu diadakan untuk memperdebatkan berbagai isu termasuk misi NATO di Afghanistan, dengan dihadiri oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen.

Iran melihat prospek bagus untuk membuat kesepakatan dengan kekuatan-kekuatan dunia dalam menukarkan sebagian uranium diperkaya rendah (LEU) miliknya untuk bahan bakar tingkat tinggi yang dapat digunakan dalam sebuah reaktor yang memproduksi isotop medis, ujar Mottaki pada hari Jumat.

Kesepakatan semacam itu akan menjadi terobosan besar dalam perselisihan lama terhadap program nuklir Iran, namun tidak jelas apakah persyaratan Iran akan diterima oleh AS dan yang lainnya.

"Secara pribadi saya yakin kita telah membuat dasar yang kondusif untuk pertukaran itu dalam waktu yang tidak akan lama lagi," ujar Mottaki di dalam konferensi.

Namun, ia mengatakan bahwa jumlah yang dipertukarkan harus terserah pada Teheran, berdasarkan kebutuhannya.

Kesepakatan pertukaran uranium itu pertama kali dibahas tahun lalu antara Iran dan enam kekuatan dunia, yang melihatnya sebagai jalan untuk meyakinkan Teheran agar tidak melanjutkan pengayaan uraniumnya ke level yang akan berpotensi digunakan dalam sebuah bom nuklir.

Namun Teheran tidak merespon positif proposal kelompok itu – AS, Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Jerman – hingga minggu ini.

Mottaki mengatakan bahwa ia akan membahas pertukaran itu pada hari Sabtu dengan kepala IAEA yang baru, Yukiya Amano, di sela Konferensi Munich.

"Kami rasa semua pihak telah menunjukkan niat politiknya untuk mewujudkan pertukaran ini," ujarnya, tanpa menyebutkan negara tertentu.

Iran akan menyerahkan uranium yang diperkaya hingga 3.5% dan menerima uranium yang diperkaya 20% sebagai gantinya, untuk digunakan di reaktor Teheran yang memproduksi isotop medis.

"Di sini harus ada jaminan bagi kedua pihak bahwa 3.5% ini pasti akan diserahkan, dan 20% itu juga pasti akan dikembalikan," ujar Mottaki.

Mottaki mengatakan ketiga komponen untuk kesepakatan itu adalah waktu, tempat, dan kuantitas.

Namun Iran ingin menyerahkan bahan bakarnya dalam dua gelombang dan mengatakan bahwa penyerahan itu harus dilakukan di tanah Iran.

Kedua syarat itu adalah bagian dari beberapa inisiatif Iran sebelumnya yang ditolak oleh Barat.

Mottaki mengatakan bahwa Iran mengakui butuh waktu berbulan-bulan bagi mitra negosiasinya untuk memproduksi 20% bahan bakar yang dibutuhkan oleh reaktor Teheran. "Kami memahami periode produksi ini," ujarnya.

Jika telah siap, bahan bakar itu akan dipertukarkan secara simultan dengan LEU Iran. Ia tidak menjelaskan kapan itu akan terjadi.

Persyaratan lain yang dapat menjadi penghalang adalah penekanan bahwa jumlah yang dipertukarkan harus terserah pada Iran.

"Permintaan kami adalh kuantitasnya harus diumumkan oleh pihak yang akan menggunakan uranium diperkaya ini, dan akan diumumkan berdasarkan kebutuhan kami, ini adalah poin yang paling penting," ujarnya. (rin/is/wp) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon