Recep Tayyip Erdoğan dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates bertemu di ibukota Turki, Ankara.
Sumber-sumber yang dekat dengan pertemuan Erdogan dan Gates mengatakan telah sepakat bahwa AS "mengambil langkah-langkah konkret" dalam pengiriman peralatan militer yang telah diminta Turki untuk melawan militan di Ankara.
Menurut sumber tersebut, Erdogan dan Gates membahas isu-isu mengenai Afghanistan, Iran, Israel, Suriah dan Irak juga.
Gates, sebagaimana dikutip dari sumber, mengatakan kepada Perdana Menteri Turki AS menekankan sangat pentingnya peran Turki di Afghanistan dan bahwa Turki adalah "pembela perdamaian paling penting di kawasan itu."
Erdogan dan Gates juga sepakat bahwa Turki akan memainkan "peran yang lebih efektif" dalam pelatihan polisidan militer Afghanistan , dan mengirim lebih banyak pasukan pelatih ke negara.
Pentagon telah menyatakan kesiapannya untuk menjual versi yang paling canggih dari rudal pertahanan udara Patriot kepadaTurki dalam sebuah transaksi senjata senilai $ 7.8 miliar pada September.
Keamanan Pertahanan AS Cooperation Agency mengatakan kesepakatan itu akan mencakup pengiriman hampir 290 rudal Patriot dan mencakupmodel 72 PAC-3 bersama dengan peralatan komunikasi yang diperlukan untuk membuat sistem pertahanan udara terpadu selama lebih dari selusin pos-pos komando, Bloomberg melaporkan pada hari Sabtu.
Kongres AS memiliki waktu 30 hari untuk memveto perjanjian sebelum dianggap disetujui.
Lockheed Martin Corp, berbasis di Bethesda, Maryland, dan Raytheon Co yang berbasis di Waltham, Massachusetts kemudian masuk ke dalam pembicaraan untuk potensi kontrak dengan Turki.
"Turki akan menggunakan rudal PAC-3 untuk meningkatkan kemampuan pertahanan rudal, memperkuat pertahanan tanah air, dan mencegah ancaman regional," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.
Ini akan menandai pembelian pertama rudal PAC-3 oleh Turki. Itu akan membalikkan tren Turki dari pembelian senjata AS dalam beberapa tahun terakhir, kata Soner Cagaptay, seorang ahli Turki di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, sebuah kelompok riset nonpartisan.
Pembelian seperti itu akan mewakili "konsolidasi besar hubungan militer AS-Turki," katanya.
Rudal Patriot PAC-3 akan menyediakan Turki beberapa kemampuan untuk mempertahankan diri dari rudal jarak pendek SCUD dengan jangkauan 500 kilometer lebih dari 800 km, kata Steven Hildreth, seorang ahli pertahanan rudal di nonpartisan Congressional Research Service.
Rudal Iran saat ini mampu menjangkau seluruh Turki, kata Hildreth.
Geostrategis Turki penting bagi Amerika Serikat sebagian bergantung pada Incirlik Air Base, yang terletak di dekat Adana di tenggara Turki. Pesawat pengisi bahan bakar KC-135 yang beroperasi dari Incirlik telah mengantarkan lebih dari 35 juta galon bahan bakar pesawat tempur AS dalam misi di Irak dan Afghanistan, layanan penelitian mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu.
Carol Migdalovitz, seorang ahli pada negara itu di layanan riset, mengatakan penjualan yang diusulkan menunjukkan Turki melindungi nilai taruhannya pada peningkatan hubungan dengan Iran.
PAC-3, yang diperkenalkan pada tahun 2001, juga telah dijual ke Belanda, Jerman dan Jepang.
Situs Internet dari kementerian pertahanan Pakistan pada tanggal 14 September 2009 lalu melaporkan bahwa pemerintah AS dibawah kepemimpinan Barack Obama telah menyampaikan kepada Kongres AS mengenai kesepakatan penjualan sistem pertahanan anti peluru kendali PAC-3 Patriot senilai $7,8 miliar kepada Turki.
Jika rencana tersebut berjalan lancar, maka kesepakatan dan pengiriman sistem peluru kendali kepada Turki akan memiliki pengaruh penting dalam strategi AS. Hal tersebut dikarenakan Turki adalah satu-satunya negara anggota NATO yang berbatasan dengan Iran.
Kesepakatan $7,8 miliar tersebut adalah salah satu penjualan senjata terbesar yang pernah dilakukan antar negara dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut membuat Turki sekali lagi menjadi salah satu negara teratas dalam daftar penjualan senjata AS.
Dalam paket penjualan tersebut, ada 13 "unit tembak" Patriot, 72 peluru kendali PAC-3 dan serangkaian perangkat keras lain untuk sistem pertahanan udara. Hal tersebut disampaikan oleh Agensi Kerjasama Keamanan Pentagon dalam sebuah pemberitahuan yang diumumkan pada hari Jumat lalu, sebagaimana dilansir oleh agen pemberitaan Reuters.
"Turki adalah rekanan AS dalam memastikan kedamaian dan stabilitas di kawasan sekitar," kata juru bicara pemerintahan AS, sebagaimana dikutip oleh pakistanidefence.com.
"Penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu rekan kami di NATO dalam mengembangkan dan memelihara kemampuan pertahanan diri yang kuat dan siap siaga dan akan menyumbangkan banyak hal dalam keseimbangan militer di kawasan sekitar. Pembelian semacam itu akan mewakili sebuah konsolidasi besar dalam hubungan militer AS-Turki," demikian bunyi pernyataan tersebut. (iw/wb/it/re/sm) www.suaramedia.com
- Strategi Halus AS Rayu Eropa Dukung Perang Afghanistan
- Dokumen Rahasia Inggris Berpotensi Gugurkan Bukti Tony Blair
- Hamas Di Rusia : AS Dan Israel Memperlambat Perdamaian
- Keamanan Eropa Merosot, Rusia Semakin Resah
- Jabat Tangan Langka, Konflik Diplomatik Saudi – Israel Pun Reda














