Sir John mengungkapkan bahwa para panelis memeriksa lebih banyak dokumen dibandingkan dengan perkiraan orang. “Ada lebih banyak dokumen yang berdatangan setiap minggu. Akses terhadap surat kabat dibatasi, dan hanya sebagian kecil dari dokumen tersebut yang boleh dipublikasikan.”
Sir John mengatakan bahwa dokumen rahasia tersebut menjadi inti penyelidikan perang Iran dan menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada awal-awal konflik Irak, tahun 2003 lalu.
Menurutnya, “Ada banyak dokumen tersebut yang masuk kategori rahasia. Dokumen-dokumen tersebut memungkinkan kami untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di sudut-sudut pemerintahan, membongkar apa yang sebenarnya terjadi di balik layar, sebelum, selama dan sesudah konflik Iran.”
Sir John menyatakan bahwa tim penyelidik yang dipimpinnya akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut dalam beberapa bulan mendatang, dia menambahkan: “Hal itu akan memungkinkan kami untuk melihat apa saja yang bisa saling merekatkan barang bukti, dan dimana saja celah yang ada.”
Sir John menekankan bahwa tim penyelidik masih terus menerima kiriman dokumen setiap minggunya, “Dan kami tidak memiliki alasan untuk mempercayai bahwa ada dokumen yang sengaja ditahan.”
“Tim penyelidik akan mampu memutuskan siapa saja yang selanjutnya akan diinterogasi setelah tim mempelajari dokumen-dokumen tersebut,” katanya.
Dalam sebuah pernyataan yang memungkasi tahapan pertama penyelidikan publik, Sir John mengatakan bahwa interogasi terhadap para politisi penting Inggris di hadapan publik merupakan salah satu elemen penting dalam proses penyelidikan.
Sir John juga menambahkan bahwa tim penyelidik mempertimbangkan untuk datang ke Irak dan juga menanyai sejumlah pejabat penting pemerintahan mantan presiden AS, George W. Bush serta para veteran perang Irak pada penghujung tahun ini. Diantara daftar tokoh yang mungkin dipanggil, ada nama Colin Powell, mantan menteri luar negeri AS.
Sir John berbicara setelah sesi pertanyaan kedua terhadap Jack Straw, mantan menteri luar negeri Inggris yang kini menjabat sebagai menteri kehakiman Irak.
Sir Lawrence Freedman, seorang panelis, mengisyaratkan bahwa dalam dokumen yang dipelajari tim penyelidik – namun tidak dipublikasikan – ditunjukkan bahw George W. Bush tetap kukuh pada rencananya untuk menyerbu Irak, meski inspektur senjata PBB Hans Blix sudah menyatakan bahwa Saddam Hussein sudah mematuhi resolusi 1441 PBB.
Straw membantah hal tersebut. Namun Sir Lawrence kemudian mengatakan: “Saya sebetulnya hendak menyarankan Anda untuk membaca kembali transkrip percakapan Anda.”
Sebelumnya, Straw membantah adanya upaya menghambat akses terhadap detail rincian diskusi kabinet terhadap nasihat jaksa agung mengenai legalitas agresi militer ke Irak.
Straw bersikeras dan mengatakan bahwa dirinya tidak mampu mengingat menteri perkembangan Inggris waktu itu, Clare Short, bahwa dirnya menerima cemoohan ketika hendak menanyakan pendapat Lord Goldsmith.
Straw mengatakan: “Kabinet Inggris telah menyadari bahwa argumen yang dikemukakan sudah berimbang. Tidak mungkin membuka sebuah surat kabar tanpa sepenuhnya menyadari keseimbangan argumen di dalamnya.”
Straw menambahkan bahwa kabinet Tony Blair beranggotakan orang-orang dengan pemikiran kuat, diantaranya ada nama-nama Gordon Brown, John Prescott, John Reid, David Blunkett dan Charles Clarke, yang mampu mengemukakan kekhawatiran mereka.
“Mereka bukanlah orang-orang lemah, menurut penilaian mereka, tidak perlu menjalankan proses yang dikemukakan Peter Goldsmith,” katanya.
Dia juga mempertahankan keputusannya untuk menampik nasihat dari kuasa hukum Kementerian Luar Negeri Inggris, Sir Michael Wood, yang mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer adalah hal yang ilegal tanpa mendapatkan mandat khusus dari PBB.
Menurutnya, Sir Michael telah memberikan nasihat yang bertentangan, bertentangan dengan sebuah memorandum sebelumnya yang menyebutkan bahwa ada dua kemungkinan pandangan terhadap legalitas tindakan militer berdasarkan pada resolusi 1441.
“Jika boleh jujur, nasihat hukum yang dia berikan jusru bertentangan, dan saya punya hak untuk melakukan hal itu,” katanya. (dn/tg) www.suaramedia..com
- Blair: Teori Konspirasi Irak Adalah Obsesi Rakyat Inggris
- Rencana Baru Gordon Brown Sesatkan Para Manula
- Kurangi Program Religi, BBC Terlibat Perang Dengan Gereja Inggris
- EX-NATO Kritik Upaya Jerman Hapuskan Senjata Nuklir AS
- Strategi Halus AS Rayu Eropa Dukung Perang Afghanistan











