Kamis, 24 Mei 2012

Headlines:

Kurangi Program Religi, BBC Terlibat Perang Dengan Gereja Inggris

E-mail Cetak PDF

LONDON (Berita SuaraMedia) – Sinode Gereja Inggris (Church of England) akan membahas sebuah klaim yang dikemukakan oleh salah satu anggotanya, yang menyebutkan bahwa BBC telah mengurangi penyiaran progam religius.

BBC juga dituding telah dengan sengaja meminggirkan program-program keagamaan yang masih ada.

Pihak BBC membantah tudingan tersebut, namuan koresponden urusan keagamaan BBC, Robert Pigott, mengatakan bahwa mosi tersebut telah mampu menggalang dukungan.

Sinode tersebut juga akan mendengarkan keterangan dari kalangan Anglikan yang mendirikan gereja mereka sendiri di Amerika Utara.

Sebagian kalangan Anglikan mengatakan bahwa mereka merasa frustrasi karena memandang adanya peranan media untuk mengikis pengaruh ajaran Kristen dalam kehidupan bermasyarakat di Inggris.

Sejumlah anggota sinode meyakini bahwa ada pengurangan lingkup penyiaran mengenai agama, meski ada sejumlah program yang memiliki masa tayang panjang, seperti Songs of Praise di BBC1.

Sebaliknya, BBC justru bersikeras bahwa program religius justru mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, dalam satu tahun, program religius mendapatkan jatah tayang 168 jam.

Kepala program religi BBC menuding Gereja Inggris sebagai pihak yang kuno dan "hidup di masa lalu". Ia menambahkan bahwa BBC tidak perlu memberikan perlakuan khusus terhadap ajaran Kristen.

Aaqil Ahmed, kepala program religi BBC, yang ketika ditunjuk tahun lalu mendatangkan lebih dari 100 keluhan, mengatakan: "Saya rasa seluruh ajaran agama harus diperlakukan dengan cara yang sama. Saya tidak ingin memberikan perlakuan khusus terhadap ajaran agama manapun."

Dia membantah klaim yang menyebutkan bahwa BBC meminggirkan program religi. Menurutnya, ajaran Kristen secara khusus telah mendapatkan porsi yang besar di televisi.

Ucapan Ahmed dilontarkan pasca terjadinya perdebatan Sinode Umum, parlemen Gereja Inggris, mengenai sikap BBC terhadap ajaran Kristen.

Kalangan petinggi Gereja mengkhawatirkan pendekatan BBC terhadap ajaran Kristen. Gereja Inggris memperingatkan BBC ahar tidak mengabaikan para pemirsa Kristennya.

Tahun lalu Dr. Rowan Williams, Uskup Besar Canterbury, bertemu dengan Mark Thompson, direktorat jenderal BBC, untuk membahas masalah penayangan program religi.

Sejumlah Uskup, Pendeta dan anggota Sinode Umum akan memberikan suara terhadap sebuah mosi yang menyerukan kepada stasiun televisi pemerintah agar bersedia memberikan penjelasan mengenai penurunan tajam liputan mengenai ajaran Kristen dalam beberapa tahun terakhir.

Jam tayang program religi Kristen di BBC pada tahun 1987/88 berjumlah 177 jam, berkurang menjadi 155 jam pada tahun 2007/08, dalam kurun waktu tersebut, keseluruhan volume pemrograman telah berlipat ganda.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan The Sunday Telegraph, Ahmed, yang merupakan pemenang penghargaan dalam kategori kreator program, mengatakan bahwa lingkup kritikan pihak Gereja terlalu kecil.

"Saya rasa kita tidak bisa melakukan perdebatan yang didasarkan pada data berusia 20 tahun, yang dibahas dalam hal ini jauh lebih rumit," katanya.

"Memang hidup di masa lalu lebih mudah, tapi kita hidup di masa kini. Dalam waktu beberapa tahun, cara pandang mereka terhadap tayangan televisi akan berubah secara drastis, jadi pembicaraan ini bahkan akan terlihat semakin berlebihan."

"Kami akan mendengarkan apa yang mereka ucapkan, tapi yang jelas kami sudah tahu apa yang kami lakukan, dan kami akan terus melakukannya," kata Ahmed.

Para petinggi Gereja mengkritik langkanya program religi yang ditayangkan BBC pada hari Paskah. Uskup Nigel McCulloch dari Manchester menuding BBC telah "mengabaikan" hari Jumat Agung.

Sementara itu, ada sebuah mosi lain yang menyerukan kepada Sinode tersebut untuk mendukung kaum tradisionalis Anglikan yang mendirikan gereja sendiri di Amerika Utara.

Gereja tersebut didirikan untuk menentang penahbisan seorang uskup gay serta dilakukannya pemberkatan hubungan sesama jenis oleh Gereja Anglikan di AS dan Kanada.

Mengakui sebuah gereja pecahan tidak akan membawa masalah tersebut kepada Persekutuan Anglikan, namun hal itu akan memperlihatkan sikap acuh yang cukup signifikan terhadap Gereja Anglikan resmi di AS dan Kanada, demikian kata kontributor BBC. (dn/bbc/tg) www.suaramedia.com

Computer

75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus...More »

Berita Gadget Terkini

AndrenoCam, Video Recorder Yang Bisa Jadi Alat Pengintai
Adapaun bandrol dari perangkat gadget ini hanya...More »

Otomotif Terbaru

Vertigo 5 Spirit, Sebuah Karya Seni Indah Dari Bumi Belgia
Namun Gillet belum mengumumkan berapa kecepatan...More »

Follow Us

Follow Us Digg Twitter Facebook StumbleUpon