BBC Inggris, Deutsche Welle Jerman, dan Voice of America mengatakan interferensi itu dimulai pada hari Kamis.
Mereka menuduh Iran menyiarkan dengan bebas ke seluruh dunia sembari melanggar hak orang Iran di luar negeri untuk menyiarkan programnya.
BBC World News adalah kanal televisi yang terakhir diganggu minggu ini.
"Kami mengecam segala bentuk hambatan bagi kanal-kanal TV ini," bunyi sebuah pernyataan bersama oleh Peter Horrocks, Direktur BBC World Service, Erik Bettermann, Direktur Deutsche Welle dan Dan Austin, Direktur Voice of America.
"Ini bertentangan dengan kesepakatan internasional dan mengganggu transmisi internasional yang bebas dan terbuka yang dilindungi oleh perjanjian internasional."
"Gangguan itu melanggar ayat 45 konstitusi Serikat Telekomunikasi Internasional yang melarang interferensi sinyal dan kami melihat ke komunitas regulator internasional untuk mengambil pendirian yang lebih tegas atas aksi ini."
Ketiga kanal TV itu meminta operator satelit dan regulator untuk mengambil tindakan darurat guna menekan Iran agar menghentikan kegiatannya tersebut.
"Otoritas Iran menggunakan jasa satelit yang sama untuk menyiarkan dengan bebas ke seluruh dunia termasuk siaran dalam bahasa Inggris dan Arab, di saat yang sama mereka menolak program orang-orangnya sendiri yang berasal dari satelit yang sama di bagian lain dunia," mereka menambahkan.
BBC Persia, kanal TV berbahasa Persia dari perusahaan itu, telah memicu kemarahan otoritas Iran dengan menayangkan wawancara dan komentar dari pendukung oposisi.
Pada hari Kamis (11/02), ratusan ribu warga Iran berkumpul di Tehran Square untuk memperingati 31 tahun revolusi Islam. Televisi pemerintah menunjukkan gambar pria, wanita, dan anak-anak membawa spanduk bertuliskan "Kematian untuk Amerika, Kematian untuk Israel!" berkerumun masuk ke Azadi Square di barat daya Teheran untuk memperingati hari ketika Shah, diktator yang didukung AS, digulingkan pada tahun 1979.
"Tanggal 11 Februari adalah simbol persatuan Iran," televisi pemerintah melaporkan.
Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyombongkan bahwa Iran kini adalah negara energi nuklir saat ia mengumumkan produksi uranium diperkaya tinggi-nya yang pertama pada peringatan hari revolusi Islam tahun 1979.
"Suatu hari mereka mengatakan kita tidak bisa memperkaya uranium. Namun dengan perlawanan dari pemimpin dan bangsa kita, serta dengan bantuan dari Tuhan, Iran telah menjadi negara nuklir," ujar Ahmadinejad.
Perayaan untuk memperingati hari digulingkannya Shah menjadi sebuah festival tradisional dan kesempatan bagi para pemimpin Iran untuk memperlihatkan dukungan populer terhadap pemerintah.
Namun tahun ini, kelompok-kelompok oposisi berusaha membajak hari nasional itu saat mereka terus menolak legitimias pemerintahan Ahmadinejad.
Garda Revolusi dan polisi telah memperingatkan akan menindak tegas setiap protes yang dilakukan.
"Jika ada yang ingin mengganggu perayaan ini, mereka akan dilawan oleh rakyat dan kami juga akan siap," ujar kepala polisi Esmail Ahmadi Moghaddam memperingatkan pada hari Rabu.
Pemimpin agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa ia ingin perayaan pada hari Kamis itu memperlihatkan persatuan dan mengejutkan kekuatan-kekuatan yang arogan.
Khamenei telah secara terbuka memihak Ahmadinejad dan menepis tuduhan penipuan dalam pemilu tahun lalu, menyalahkan AS untuk kerusuhan pasca pemilu. (rin/ab/me) www.suaramedia.com
- Tak Setujui Taktik Militer AS, Inggris Didepak Dari Misi Fallujah
- Pemindai Tubuh Di Bandara Seret Inggris Dalam Dilema
- Komite Intelijen Inggris Tertipu Pengakuan Dokumen MI5
- Tragedi Peluru Karet Bikin Medvedev Rubah Aturan Senjata
- Singgung Pencurian Organ Haiti, Jubir Partai Inggris Dipecat














